Ini Daftar Bahan yang Terkandung di Dalam Vaksin (Benarkah Ada Merkuri?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak informasi yang simpang siur mengenai kandungan vaksin. Misalnya vaksin yang mengandung merkuri. Informasi yang beredar justru bisa lebih banyak yang tidak benar dibandingkan yang benar. Sebenarnya, apa saja kandungan utama vaksin? Benarkah ada merkurinya? Anda perlu mencari tahu fakta-faktanya di bawah ini. 

Mengenal kandungan vaksin

Kandungan utama vaksin biasa disebut dengan bahan aktif. Bahan aktif adalah bahan yang akan merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mampu melawan penyakit. Vaksin yang bertujuan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh manusia ini juga mengandung beberapa bahan lainnya seperti air.

Kandungan vaksin yang utama adalah virus atau bakteri. Mengapa virus atau vakteri disuntikkan ke tubuh manusia? Tenang, Anda tidak perlu khawatir, virus dan bakteri ini sudah dilemahkan. Natinya, ketika bibit penyakit yang sudah dilemahkan ini masuk ke dalam tubuh, Anda tidak akan kena penyakit tersebut. Justru sistem kekebalan tubuh Anda bertambah kuat.

Pasalnya, sistem kekebalan tubuh Anda sudah mengenali bibit penyakit berbahaya ini lewat vaksin sehingga suatu hari nanti bila bibit penyakit yang asli masuk ke dalam tubuh, Anda sudah kebal melawan penyakit tersebut.

Vaksin diproduksi untuk menghasilkan manfaat maksimal bagi tubuh manusia. Bebeberapa bahan aktif sebagai kandungan vaksin dibuat dengan mengambil bagian DNA virus, dan dimasukkan ke dalam sel lainnya agar jadi aktif. Kombinasi DNA dan virus ini memang ampuh mencegah beberapa penyakit menular.

Beberapa vaksin yang kandungannya telah dikombinasi dengan virus atau bakteri lain yaitu vaksin hepatitis. Vaksin ini menggunakan DNA virus hepatitis B dan DNA sel lain. Nantinya kombinasi ini akan menghasilkan protein. Protein inilah bahan aktif kandungan vaksin yang akan mencegah hepatitis.

Bahan apa lagi yang ada di dalam vaksin?

Selain bahan aktif, ada adjuvant yang ada di dalam kandungan vaksin. Ini dikenal sebagai bahan pembantu. Di mana bahan-bahan ini fungsinya memaksimalkan keampuhan vaksin dalam melawan penyakit.

Kombinasi bahan bahan aktif utama (antigen) dan adjuvant ini lebih ampuh daripada menggunakan vaksin antigen saja. Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa adjuvant ini lebih sering dipakai menggunakan bahan garam aluminum.

Ya, aluminium garam ini diizinkan oleh FDA (Foods and Drugs Administration, setara dengan Badan POM di Indonesia) hanya sebanyak 1,14 miligram per dosis vaksin. Badan POM mengatakan bahwa penggunaan garam aluminium pada vaksin aman dan efektif.

Selain kedua bahan aktif dan bahan pembantu, vaksin juga mengandung pelarut cairan. Biasanya menggunakan air bersih atau natrium klorida, yang juga digunakan sebagai cairan infus.

Selain bahan pelarut, ada stabilizers. Kandungan ini berfungsi untuk menstabilkan vaksin pada saat kondisi panas atau dingin misalnya. Biasanya, kandungan stabilizers ini antara lain terbuat dari gula (sukrosa dan laktosa) atau protein (albumin dan gelatin).

vaksin demam berdarah

Terdapat pengawet dalam kandungan vaksin

Selain ketiga bahan, ada pula pengawet di dalamnya. Pada dasarnya, vaksin memang butuh pengawet, tapi tidak untuk semua jenis vaksin. Pengawet ini dibutuhkan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme agar vaksin tetap berfungsi baik.

Sayangnya, dari 4 jenis pengawet, ada 1 pengawet yang banyak dijadikan perdebatan. Thimerosal adalah jenis pengawet pada vaksin yang isunya bisa menyebabkan autisme dan ADHD karena terbuat dari merkuri. Namun, beberapa penelitian lanjut tidak menemukan adanya kaitan antara vaksin dengan autisme atau ADHD. 

Sedangkan kandungan merkurinya sendiri telah terbukti aman bagi tubuh dalam berbagai penelitian di seluruh dunia. Lagipula thimerosal yang terbuat dari merkuri ini juga termasuk zat kimia yang mudah dan cepat dibuang oleh tubuh. Karena itu, merkuri tidak akan mengendap dan membahayakan Anda.

Namun, untuk mengurangi risiko dan keresahan masyarakat, vaksin modern saat ini sudah tidak menggunakan thimerosal lagi. Beberapa jenis vaksin memang masih mengandung thimerosal, tapi dosisnya sangatlah kecil. Penting diingat juga, risiko terkena penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan pemberian vaksin masih lebih besar daripada risiko yang mungkin ditimbulkan oleh thimerosal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit