Efek Kesehatan Akibat Maltodekstrin, Pengawet dan Pengental Makanan yang Sering Digunakan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah melihat maltodekstrin sebagai kandungan bahan pada makanan kemasan, seperti yogurt, permen, puding instan, pemanis/gula buatan, dan lainnya. Ya, manfaat maltodekstrin sangat banyak dalam pembuatan makanan, umumnya sebagai pengental untuk meningkatkan volume makanan dan sebagai pengawet. Tapi, tahukah Anda sebenarnya apa itu maltodekstrin?

Apa itu maltodekstrin?

Maltodekstrin dapat Anda temukan dalam bentuk bubuk putih seperti tepung tapi lebih halus. Bubuk putih ini terbuat dari tepung jagung, beras, tepung kentang, atau gandum. Pertama, tepung dimasak dengan air, dan kemudian ditambahkan dengan asam atau enzim yang akan memecah tepung. Selanjutnya, maltodekstrin disaring dan dikeringkan.

Hasilnya, bubuk putih yang larut air terbentuk dan mempunyai rasa netral. Maltodekstrin mempunyai rasa sedikit manis, namun kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan sirup jagung. Maltodekstrin mengandung gula kurang dari 20%.

Apa manfaat maltodekstrin?

Manfaat maltodekstrin tampaknya lebih banyak untuk produk makanan dibandingkan untuk kesehatan. Maltodekstrin biasa dimanfaatkan untuk meningkatkan tekstur makanan dan sebagai bahan pengawet. Tak hanya itu, maltodekstrin juga dapat menjadi pengental, agen pengikat, dan untuk memperbaiki rasa makanan. Jika dikombinasikan dengan pemanis buatan, maltodekstrin berguna untuk mempermanis produk makanan, seperti pada buah kaleng dan minuman bubuk.  

Maltodekstrin juga banyak ditambahkan dalam minuman olahraga sebagai sumber karbohidrat. Karena mudah dicerna dan diserap tubuh, maltodekstrin dapat membantu atlet mempertahankan energi lebih lama dan membantu pemulihan setelah latihan.

Apakah maltodekstrin bermanfaat atau berisiko bagi kesehatan?

Maltodekstrin mengandung gula atau karbohidrat, sehingga bisa menjadi sumber energi Anda. Satu sendok teh maltodekstrin mengandung 12 kalori, 3,8 gram karbohidrat. Perlu diketahui bahwa maltodekstrim hampir tidak mengandung vitamin dan mineral sehingga, konsumsi maltodekstrin yang terlalu sering tentu tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tidak tercukupinya kebutuhan vitamin dan mineral

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik tinggi

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada gula, sekitar 106-136. Hal ini menyebabkan maltodekstrin dapat meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat sehingga konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat berbahaya bagi Anda yang mempunyai diabetes atau Anda yang mempunyai keturunan diabetes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Maltodekstrin dapat membahayakan kesehatan usus

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One tahun 2012 menemukan bahwa maltodekstrin dapat mengubah komposisi bakteri usus, sehingga Anda lebih rentan terhadap penyakit.

Konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat menekan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli. Padahal, probiotik dalam usus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut beberapa penelitian, berbagai jenis bakteri dalam usus berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, pengaturan berat badan, gula darah, dan metabolisme makanan.

Maltodekstrin juga banyak dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan

Maltodekstrin dapat menyebabkan beberapa orang tertentu mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsinya, walaupun belum ada penelitian yang menghubungkan hal ini. Beberapa gangguan yang bisa muncul setelah mengonsumsi maltodekstrin adalah sakit perut, perut kembung, diare, muntah, ruam, dan asma.

Jika Anda mengalami gangguan tersebut setelah mengonsumsi makanan yang mengandung maltodekstrin, sebaiknya jangan dilanjutkan. Anda mungkin harus menghindarinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit