Efek Kesehatan Akibat Maltodekstrin, Pengawet dan Pengental Makanan yang Sering Digunakan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah melihat maltodekstrin sebagai kandungan bahan pada makanan kemasan, seperti yogurt, permen, puding instan, pemanis/gula buatan, dan lainnya. Ya, manfaat maltodekstrin sangat banyak dalam pembuatan makanan, umumnya sebagai pengental untuk meningkatkan volume makanan dan sebagai pengawet. Tapi, tahukah Anda sebenarnya apa itu maltodekstrin?

Apa itu maltodekstrin?

Maltodekstrin dapat Anda temukan dalam bentuk bubuk putih seperti tepung tapi lebih halus. Bubuk putih ini terbuat dari tepung jagung, beras, tepung kentang, atau gandum. Pertama, tepung dimasak dengan air, dan kemudian ditambahkan dengan asam atau enzim yang akan memecah tepung. Selanjutnya, maltodekstrin disaring dan dikeringkan.

Hasilnya, bubuk putih yang larut air terbentuk dan mempunyai rasa netral. Maltodekstrin mempunyai rasa sedikit manis, namun kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan sirup jagung. Maltodekstrin mengandung gula kurang dari 20%.

Apa manfaat maltodekstrin?

Manfaat maltodekstrin tampaknya lebih banyak untuk produk makanan dibandingkan untuk kesehatan. Maltodekstrin biasa dimanfaatkan untuk meningkatkan tekstur makanan dan sebagai bahan pengawet. Tak hanya itu, maltodekstrin juga dapat menjadi pengental, agen pengikat, dan untuk memperbaiki rasa makanan. Jika dikombinasikan dengan pemanis buatan, maltodekstrin berguna untuk mempermanis produk makanan, seperti pada buah kaleng dan minuman bubuk.  

Maltodekstrin juga banyak ditambahkan dalam minuman olahraga sebagai sumber karbohidrat. Karena mudah dicerna dan diserap tubuh, maltodekstrin dapat membantu atlet mempertahankan energi lebih lama dan membantu pemulihan setelah latihan.

Apakah maltodekstrin bermanfaat atau berisiko bagi kesehatan?

Maltodekstrin mengandung gula atau karbohidrat, sehingga bisa menjadi sumber energi Anda. Satu sendok teh maltodekstrin mengandung 12 kalori, 3,8 gram karbohidrat. Perlu diketahui bahwa maltodekstrim hampir tidak mengandung vitamin dan mineral sehingga, konsumsi maltodekstrin yang terlalu sering tentu tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tidak tercukupinya kebutuhan vitamin dan mineral

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik tinggi

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada gula, sekitar 106-136. Hal ini menyebabkan maltodekstrin dapat meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat sehingga konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat berbahaya bagi Anda yang mempunyai diabetes atau Anda yang mempunyai keturunan diabetes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Maltodekstrin dapat membahayakan kesehatan usus

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One tahun 2012 menemukan bahwa maltodekstrin dapat mengubah komposisi bakteri usus, sehingga Anda lebih rentan terhadap penyakit.

Konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat menekan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli. Padahal, probiotik dalam usus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut beberapa penelitian, berbagai jenis bakteri dalam usus berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, pengaturan berat badan, gula darah, dan metabolisme makanan.

Maltodekstrin juga banyak dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan

Maltodekstrin dapat menyebabkan beberapa orang tertentu mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsinya, walaupun belum ada penelitian yang menghubungkan hal ini. Beberapa gangguan yang bisa muncul setelah mengonsumsi maltodekstrin adalah sakit perut, perut kembung, diare, muntah, ruam, dan asma.

Jika Anda mengalami gangguan tersebut setelah mengonsumsi makanan yang mengandung maltodekstrin, sebaiknya jangan dilanjutkan. Anda mungkin harus menghindarinya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Mengurangi makanan manis untuk prediabetes memang merupakan suatu keharusan. Namun, bukan berarti Anda selamanya tidak boleh mengonsumsi makanan manis, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020