Mengangkat Tumor Rahim Jinak Dengan Miomektomi, Apakah Efektif?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang September 9, 2018
Bagikan sekarang

Rahim adalah organ reproduksi penting wanita, tapi sayangnya ada banyak gangguan yang bisa menyerang organ tersebut. Salah satunya yang paling sering dialami adalah tumor jinak atau fibroid rahim. Pertumbuhan fibroid di rahim ini harus diatasi dengan tepat, apalagi jika Anda merencanakan untuk punya anak. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan tindakan miomektomi rahim. Namun, apa benar operasi miomektomi ini bisa mengatasi tumor rahim (fibroid rahim)?

Apakah iomektomi bisa menghilangkan tumor rahim jinak seutuhnya?

penyakit rahim

Miomektomi adalah salah satu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk menghilangkan fibroid rahim atau tumor rahim jinak.

Jika fibroid dalam rahim menimbulkan beberapa gejala seperti, nyeri panggul, perdarahan menstruasi yang terlalu berat, berkepanjangan dan tidak teratur, serta terlalu sering buang air kecil, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan miomektomi ini.

Dengan miomektomi, gejala-gejala yang timbul sebelumnya akan teratasi dengan baik. Akan tetapi fibroid masih tetap bisa tumbuh lagi setelah operasi miomektomi, terutama pada wanita di usia muda. Oleh karena itu, setelah miomektomi dilakukan perlu ada konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter.

Apakah semua wanita dengan tumor rahim harus melakukan miomektomi?

pasca operasi usus buntu

Sebenarnya, ada beberapa pengobatan yang bisa dipilih wanita untuk mengatasi tumor yang tumbuh di dalam rahim, misalnya histerektomi. Namun, sayangnya tindakan ini dapat menghilangkan peluang hamil pada wanita, pasalnya dalam prosedur ini rahim diangkat seutuhnya.

Maka itu, jika Anda memiliki tumor rahim jinak dan masih mengharapkan momongan, tindakan miomektomi bisa jadi alternatifnya. Tindakan medis ini hanya akan mengangkat sel dan jaringan tumor pada rahim, tapi tidak mengangkat rahim seluruhnya.

Karena tidak semua rahim yang diangkat, maka itu tindakan ini memberikan kesempatan agar yang wanita bisa tetap hamil nantinya.

Miomektomi sendiri terbagi ke dalam berbagai macam, tentu saja jika Anda ingin tahu mana jenis tindakan yang tepat bagi Anda, sebaiknya konsultasikan pada dokter.

Jenis-jenis miomektomi

infeksi luka operasi

Miomektomi perut

Miomektomi perut adalah operasi pengangkatan fibroid dengan membuka perut bagian bawah.

Dokter akan melakukan pembedahan secara horizontal sepanjang 7,7-10 cm tepat di atas tulang pubis. Pembedahan juga bisa dilakukan dengan membuat sayatan vertikal, tepat dari bawah pusar ke bawah.

Miomektomi perut dianggap cara yang baik untuk wanita yang mengalami tumor rahim atau fibroid rahim yang cukup besar, ada banyak jaringan fibroid, atau fibroid tumbuh di lokasi yang cukup dalam di rahim.

Miomektomi laparoscopic

Miomektomi laparoscopic dibutuhkan untuk kasus tumor rahim yang masih kecil dan baru ada beberapa jaringan fibroid yang tumbuh. Berbeda dengan yang sebelumnya, tindakan medis ini dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil.

Sayatan ini akan dibuat seukuran 1-1,27 cm di perut bagian bawah. Kemudian perut akan diisi dengan gas karbondioksida agar dokter bedah bisa memantau dengan jelas kondisi fibroid Anda.

Kemudian, dokter akan memasukkan sebuah alat bernama laparoscope ke dalam sayatan kecil yang sudah dibuat di bawah perut. Laparoscope merupakan alat yang sangat tipis yang dilengkapi dengan lampu kecil dan kamera.

Alat ini akan dioperasikan dengan otomatis dan dikendalikan oleh remot yang dioperasikan langsung oleh dokter. Selanjutnya, dengan alat tersebut jaringan fibroid akan dihancurkan hingga bentuknya menjadi kecil.

Karena pembedahan ini tidak termasuk tindakan operasi besar, maka pemulihannya lebih cepat dibandingkan miomektomi perut.

Akan tetapi, jika ternyata jaringan fibroid yang tumbuh terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk dihancurkan, maka diperlukan miomektomi perut.

Miomektomi histeroscopic

Histeroscopic miomektomi adalah operasi pengangkatan fibroid khusus yang dilakukan melalui vagina dan leher rahim. Sedikit mirip dengan laparoscope, dokter bedah juga akan memasukan alat tipis, bercahaya ke dalam tubuh, bedanya, alat ini dimasukan melalui vagina atau leher rahim.

Kemudian, akan ada cairan yang dimasukkan dalam rahim untuk memperbesar bagian fibroid terlihat lebih jelas. Selanjutnya, dokter bedah kemudian menggunakan loop kawat akan menghancurkan jaringan fibroid. Lalu, akan diberikan cairan kembali untuk membilas area tersebut.

Apakah akan terasa nyeri setelah melakukan miomektomi?

cara alami mengatasi sakit perut

Tentu, rasa nyeri atau sakit akan terasa setelah operasi. Namun, dokter biasanya akan memberikan beberapa obat untuk mengatasi rasa nyeri pasca operasi.

Berapa lama Anda pulih akan tergantung dengan tindakan miomektomi yang dilakukan. Durasi pemulihannya yakni:

  • Miomektomi perut: membutuhkan waktu pemulihan sekitar 4-6 minggu
  • Miomektomi laparascopic: membutuhkan waktu pemulihan sekitar 2-4 minggu
  • Miomektomi hysteroscopic: membutuhkan waktu pemulihan 2-3 hari.

Untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan, Anda tidak boleh mengangkat beban yang berat atau melakukan aktivitas fisik berat hingga benar-benar sembuh.

Selain itu, jika Anda merencanakan kehamilan setelah miomektomi, Anda bisa menunggu hingga 3-6 bulan agar rahim Anda benar-benar pulih atau konsusltasi ke dokter Anda, karena ini tergantung pada jenis operasi yang Anda lakukan

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Fibroid Rahim Berbahaya Bagi Kehamilan?

Fibroid rahim memang tergolong sebagai tumor jinak. Namun, apakah fibroid rahim memiliki bahaya tertentu terhadap kesehatan ibu dan janin?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu

Serba-serbi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) yang Penting Diketahui Wanita

Tak seperti haid, ovulasi umumnya tak menyebabkan nyeri. Namun, sebagian wanita mengalaminya. Kondisi ini disebut mittelschmerz. Berikut berbagai faktanya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Dengan mengenal sistem reproduksi manusia, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik Februari 16, 2019

Tidak Semua Tumor Sama: Kenali 3 Jenis Tumor yang Umum dan Perbedaannya

Ada banyak jenis tumor, tapi tidak semuanya pasti akan jadi kanker. Maka sebelum dibuat panik oleh benjolan di tubuh, pelajari dulu beda ketiganya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik Februari 1, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang April 8, 2020
Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Maret 26, 2020
Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal tayang Januari 22, 2020
Semua Hal Seputar Ruptur Uteri, Komplikasi Saat Melahirkan Karena Rahim Robek

Semua Hal Seputar Ruptur Uteri, Komplikasi Saat Melahirkan Karena Rahim Robek

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Agustus 12, 2019