5 Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Masih ingat dengan lagu anak-anak ciptaan Ibu Sud yang berbunyi, “cangkul, cangkul, aku gembira menanam jagung di kebun kita”? Berkebun nyatanya memang bisa membuat hati gembira. Hal ini sudah dibuktikan oleh begitu banyak penelitian medis, lho! Dan tidak cuma itu. Berkebun juga bermanfaat bagi kesehatan fisik Anda. Apa saja manfaat berkebun untuk kesehatan Anda? Cari tahu di artikel ini.

Apa saja manfaat berkebun untuk kesehatan tubuh?

Meskipun tersedia lahan hijau, hal ini jarang dimaksimalkan oleh pemilik rumah dengan berbagai alasan, dari tidak ada waktu, takut serangga, tidak punya bakat untuk berkebun, atau tidak suka tangannya kotor. Padahal, dengan merawat taman sekecil apa pun di rumah, Anda dapat meningkatkan kualitas hidup.

Banyak yang tidak menyadari bahwa berkebun merupakan aktivitas fisik yang memiliki intensitas setara dengan lari di atas treadmil berkecepatan 5 km/jam. Selain mempercantik halaman rumah, dengan menyisihkan beberapa menit sehari untuk merawat tanaman Anda juga telah meningkatkan kesehatan jantung. Berikut lima manfaat berkebun lainnya yang sama baiknya untuk kesehatan Anda.

1. Menurunkan berat badan

Dengan berkebun, tubuh Anda akan bergerak sehingga dapat membakar kalori tubuh. Bila selama ini Anda merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan, cobalah untuk berkebun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Public Health, berkebun dapat menurunkan berat badan hingga lima sampai 7 kilogram. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Westminster University, Inggris, seseorang yang rutin mengurus tanaman di kebun maupun pot memiliki angka BMI (Body Mass Index) yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak suka berkebun.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Meski bukan tergolong aktivitas kardio, berkebun juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Berdasarkan penelitian dalam the British Journal of Sports Medicine, berkebun dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga 30 persen.

3. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berkebun memang akan membuat tangan Anda kotor. Namun, bakteri yang terdapat di dalam tanah justru dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Dengan begitu Anda tidak akan mudah jatuh sakit dan dapat melawan infeksi dengan lebih mudah. Hal tersebut terungkap dari sebuah penelitian dalam jurnal Science. Penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen juga menemukan bahwa berkebun dapat mencegah terjadinya alergi.

4. Menjaga kesehatan otak

Berkebun bukan hanya baik untuk fisik, tetapi juga untuk kesehatan otak. Penelitian yang ada dalam Journal of Alzheimer’s Disease, mengatakan bahwa berkebun dapat melindungi kesehatan kognitif, meningkatkan volume otak, dan menurunkan risiko alzheimer hingga 50 persen.

5. Meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan

Kekuatan tangan, fleksibilitas, dan koordinasi, merupakan hal yang penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Berkebun merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Selama ini banyak orang beranggapan kuning telur jahat bagi jantung. Namun, ternyata sebenarnya ada efek baik dari kuning telur untuk jantung. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tabung gas bocor

Yang Harus Anda Lakukan Ketika Tabung Gas Kompor Rumah Bocor

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gerakan senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit