Waspadai 5 Gejala Awal Penyakit Alzheimer

Oleh

Pernahkan Anda merasa seringkali lupa akan sesuatu hal? Atau, pernahkah Anda kesulitan dalam mengingat nama seseorang? Pikun sesekali adalah hal yang wajar seiring pertambahan usia dan biasanya bukan merupakan masalah memori serius. Namun, jika kepikunan jadi menghambat aktivitas harian, Anda patut untuk mencurigainya sebagai gejala Alzheimer.

Apa itu Alzheimer?

Penyakit Alzheimer merupakan kondisi penurunan daya ingat yang ditandai dengan menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku, akibat adanya gangguan dalam otak. Penyakit ini merupakan sindrom kematian sel-sel otak di saat yang hampir bersamaan sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Sel-sel saraf otak yang mati menyebabkan sinyal sulit ditransmisikan dengan baik.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit Alzheimer diantaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat, berusia diatas lebih dari 65 tahun, memiliki riwayat keluarga Alzheimer, memiliki riwayat penyakit jantung, dan pernah mengalami cedera berat di kepala. Namun sayangnya, tidak semua orang tahu apa saja tanda penyakit Alzheimer. Padahal, ketika Anda mengetahui lebih dini, maka akan lebih mudah dalam upaya pencegahannya.

Gejala Alzheimer yang perlu Anda ketahui

Berikut adalah lima gejala Alzheimer yang perlu Anda waspadai, termasuk:

1. Kehilangan memori

Gejalage Alzheimer yang paling umum adalah kehilangan memori, seperti melupakan informasi yang baru saja dipelajari atau melupakan tanggal penting.

Otak memiliki 100 miliar sel saraf (neuron) dimana setiap sel saraf tersebut saling berhubungan untuk membentuk jaringan komunikasi. Sel-sel tersebut  memiliki pekerjaan khusus, beberapa yang terlibat dalam berpikir, belajar dan mengingat. Lain membantu kita melihat, mendengar, dan mencium bau. Untuk melakukan pekerjaan tersebut, sel-sel otak beroperasi seperti pabrik kecil. Mereka menerima rangsangan, menghasilkan energi, dan membuang limbah. Sel juga memproses dan menyimpan informasi dan berkomunikasi dengan sel lainnya. Sel-sel tersebut saling berkoordinasi untuk menjaga segala sesuatu berjalan dengan semestinya.

Jika terdapat gangguan pada ‘’pabrik kecil’’ tersebut, maka akan mengacaukan sistim kerja sel sehingga terjadi kerusakan. Kerusakan tersebut dapat menyebar, sehingga akibatnya sel-sel akan kehilangan kemampuan untuk melakukan pekerjaannya, akhirnya mati, dan menyebabkan perubahan ireversibel di otak.

2. Kesulitan mempelajari hal baru dan merencanakan sesuatu

Kehilangan memori merupakan fase awal dari penyakit Alzheimer. Dan seiring perkembangan waktu, fase tersebut akan berkembang sehingga menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam perencanaan, bekerja dengan angka, hingga kesulitan berkonsentrasi dan memakan waktu lebih lama untuk melakukan hal-hal yang mereka sering lakukan sebelumnya.

Sama seperti tubuh Anda, otak juga mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia. Namun, jika otak mengalami gangguan, misalnya karena penyakit Alzheimer, maka Anda akan kesulitan mengingat informasi yang baru dipelajari karena perubahan Alzheimer biasanya dimulai di bagian otak yang mempengaruhi proses belajar. Bahkan, penderita Alzheimer dapat lupa tanggal, musim, atau waktu.

3. Kesulitan berkomunikasi

Satu lagi gejala Alzheimer adalah kesulitan berkomunikasi atau berbicara. Anda mungkin akan berhenti di tengah percakapan karena tidak tahu bagaimana harus melanjutkan percakapan tersebut atau juga mungkin mengucapkan kata berulang kali. Bagi penderita Alzheimer, mengucapkan kosakata bisa sangat merepotkan karena mereka seringkali kesulitan menemukan kosakata yang tepat.

4. Masalah penglihatan

Masalah penglihatan dapat menjadi tanda penyakit Alzheimer. Ini membuat pasien Alzheimer kesulitan dalam membaca, mengukur jarak, menentukan warna ataupun membedakan kontras.

5. Perubahaan mood (mood swing)

Salah satu tanda dari penderita Alzheimer adalah munculnya perasaan gelisah, ketakutan, ataupun cemas.

Jika Anda merasa mengalami gejala Alzheimer di atas, cobalah pergi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis akuratnya. Sehingga jika Anda benar terdiagnosis Alzheimer, dokter dapat mulai merancang perencanaan pengobatan sedini mungkin. Atau, Anda tetap dapat melakukan upaya pencegahan agar tidak menderita penyakit Alzheimer, di antaranya dengan makan makanan yang kaya antioksidan, tidak mengkonsumsi makanan lemak berlebih, rutin berolahraga, dan kurangi asupan gula.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 11, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca