3 Cara Efektif Mengatasi Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Radang tenggorokan memang menyebalkan. Kebanyakan masalah ini disebabkan oleh hal kecil. Kadang bisa sembuh dengan sendirinya, tapi kadang membandel dan tak hilang-hilang. Kalau sudah begitu, segala cara akan dilakukan untuk mengobati radang tenggorokan. 

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada tenggorokan dan amandel. Tenggorokan jadi iritasi dan meradang, terjadinya juga tiba-tiba, dan kadang bisa menjadi sakit tenggorokan berat.

Dilansir WebMD, bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan (faringitis) adalah bakteri streptococcal (strep). Bakteri strep sendiri ada banyak jenisnya dan beberapa bisa menyebabkan penyakit serius dibanding jenis lainnya.

Kondisi ini bisa menular ke orang lain melalui udara (nafas, batuk, atau bersin). Sehingga, bila Anda melakukan kontak dengan orang lain yang sedang radang tenggorokan, sengaja atau tidak sengaja, Anda bisa tertular dan biasanya akan memakan 2-5 hari sebelum Anda mulai merasakan gejalanya.

Jika tidak tangani atau dibiarkan (meskipun bisa sembuh dengan sendirinya), seperti ditulis di Mayo Clinic, peradangan tenggorokan bisa menyebabkan komplikasi, seperti radang ginjal atau demam rematik.

Demam rematik sendiri bisa menyebabkan sendi terasa sakit dan meradang, lalu ruam dengan jenis tertentu, ataupun kerusakan katup jantung.

Penyakit ini sendiri paling sering terjadi pada anak-anak, tapi efeknya bisa memengaruhi banyak orang dari segala usia. Jika Anda atau anak Anda memiliki tanda atau gejala radang tenggorokan, segera temui dokter untuk dilakukan tes dan pengobatan.

3 cara mengobati radang tenggorokan

Ketika Anda merasakan munculnya gejala, pergi ke dokter adalah solusi terbaik untuk segera sembuh. Biasanya, terdapat 3 cara efektif yang digunakan dokter untuk mengobati radang tenggorokan dan ampuh untuk menghilangkan rasa sakitnya.

Minum antibiotik

Ketika Anda periksa ke dokter untuk radang tenggorokan, dokter Anda akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksinya. Ini merupakan salah satu cara yang efektif.

Obat ini menghambat penyebaran bakteri dan infeksi. Ada beberapa antibiotik yang disediakan dokter. Namun, dikutip Health Line, penicillin dan amoxicillin adalah yang paling umum diberikan untuk mengatasi infeksi strep ini.

Anda harus menghabiskan antibiotik ini untuk membunuh infeksi sepenuhnya. Beberapa orang berhenti menggunakan obatnya ketika gejalanya membaik, yang bisa memicu kambuh. Jika ini terjadi, gejala-gejala lainnya bisa kembali terjadi.

Dikutip dari laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut ini beberapa “kekuatan” antibiotik dalam mengobati radang tenggorokan:

  • Mengurangi waktu sakit Anda
  • Mengurangi gejala-gejala Anda
  • Membantu mencegah penyebaran infeksi kepada teman dan anggota keluarga
  • Mencegah komplikasi serius, seperti infeksi amandel dan sinus, serta demam rematik akut (penyakit peradangan yang jarang terjadi yang bisa memengaruhi jantung, sendi, kulit, dan otak)

Seharusnya Anda akan merasa lebih baik hanya dalam 1-2 hari setelah meminum antibiotik. Hubungi dokter atau perawat profesional jika Anda tidak merasa baikan setelah 48 jam meminum antibiotik.

Penderitanya sebaiknya tetap tinggal di rumah sampai setidaknya 24 jam setelah meminum antibiotik, jadi tidak menularkan dan menyebarkan infeksi kepada orang lain.

Pengobatan rumahan

Selain tetap meminum antibiotik, ada beberapa cara mengobati radang tenggorokan yang dapat dilakukan di rumah, yaitu:

  • Minum cairan hangat, seperti teh atau air lemon hangat
  • Minum cairan dingin untuk membantu tenggorokan kaku atau mati rasa
  • Gunakan obat pengurang rasa sakit, seperti ibuprofen atau acetaminofen
  • Tambahkan ½ sendok teh garam, pada 1 gelas air dan gunakan untuk kumur-kumur

Cegah dengan cuci tangan

Selain mengobati, cara terbaik menjauhkan diri dari radang tenggorokan adalah mencegahnya dengan sering cuci tangan dan hindari berbagi perabotan makan, seperti sendok atau gelas, dengan orang lain.

Selain sering mencuci tangan, orang yang menderita penyakit ini juga sebaiknya menutup mulut dan hidung mereka saat bersin ataupun batuk, dan baiknya pakai masker juga. Sampai saat ini, sayangnya, tidak ada vaksin untuk mencegah radang tenggorokan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit