Beragam Virus Berbahaya yang Bisa Menular Lewat Air Mani Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Air mani memegang peranan penting agar kehamilan dapat terjadi. Cairan ini bertugas mengantarkan sperma masuk ke dalam rahim untuk memulai proses pembuahan sel telur. Tapi tahukah Anda, selain mengantarkan sperma, air mani juga dapat mengantar berbagai virus penyakit menular — bukan cuma penyakit kelamin saja, lho! Risiko penularan penyakit lewat cairan mani meningkat jika Anda dan pasangan berhubungan seks tanpa kondom. Lantas, apa saja virus yang bisa menular lewat cairan ejakulasi pria?

Beda air mani dengan sperma

Masih banyak yang menyalahartikan air mani dan sperma sebagai hal yang sama. Air mani adalah cairan berwarna putih keruh yang diproduksi pria saat ejakulasi. Maka, tidak tepat jika menyebut cairan tersebut sebagai sperma. Di dalam air mani, terkandung sel sperma (spermatozoa), fruktosa, dan berbagai enzim yang bertugas untuk membantu sperma melakukan pembuahan pada rahim.

Setiap kali pria berejakulasi, air mani yang dihasilkan mengandung sperma. Sperma sendiri adalah sel reproduksi pria yang mengandung setengah kromosom yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahan dan membentuk zigot. Setengah kromosom lainnya terdapat di sel telur wanita. Tidak seperti cairan ejakulasi yang bisa dilihat jelas, sel sperma hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop.

Beragam virus yang bisa menular lewat air mani pria dari seks tanpa kondom

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari Universitas Oxford dan Public Health Rapid Support Team di Inggris, para peneliti menemukan bahwa ternyata ada 27 virus berbeda yang dapat ditularkan melalui cairan semen.

Penelitian ini dilakukan setelah para peneliti melihat sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Emerging Infectious Disease pada 2016 yang melaporkan bahwa RNA dari virus Zika bisa hidup di dalam air mani selama beberapa bulan. Nah, dari hasil penelitian tersebut para ahli kemudian melakukan peninjauan dan mempelajari lebih dari 3.800 laporan ilmiah untuk mencari tahu virus lainnya yang bisa hidup dan ditularkan melalui air mani.

Hasilnya, para peneliti menemukan sebanyak 27 virus selain Zika, yang bisa hidup di dalam air mani dan menginfeksi aliran darah. Contohnya adalah Ebola, HIV, hepatitis C, herpes, chikungunya, cacar air, dan gondongan. Virus Ebola bahkan bisa ditemukan di air mani mantan penderita selama 3 bulan hingga 1 tahun setelah kepulihannya. 

Beberapa di antaranya, seperti HIV, ebola, herpes, dan hepatitis mungkin tidaklah terlalu mengejutkan karena keempat penyakit ini dikenal sangat umum menular lewat hubungan seks tanpa kondom. Namun, mayoritas dari patogen yang ditemukan oleh para peneliti belum pernah dipelajari sebagai penyakit yang bisa ditularkan secara seksual.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperdalam temuan tersebut

Para peneliti menegaskan bahwa keberadaan partikel virus dalam cairan ejakulasi tidak berarti bahwa setiap virus selalu menyebabkan infeksi atau penyakit seksual. Pasalnya, para peneliti menduga jika seks bukan sarana penularan yang paling efisien untuk beberapa virus yang sudah disebutkan di atas. Walaupun memang ada virus yang sudah terbukti bisa ditularkan lewat kontak seksual, misalnya virus HIV, ebola dan herpes.

Ahli penyakit menular Dr Pritish Tosh yang dilansir dalam laman WebMD menyatakan jika dalam kebanyakan kasus, virus Zika menular melalui gigitan nyamuk dibandingkan melalui kontak seksual. Tidak hanya itu, kebanyakan orang juga lebih mungkin terkena virus Epstein-Barr, yang menyebabkan mononucleosis, dari bersin atau batuk daripada melalui hubungan seks.

Itu sebabnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui potensi penularan virus-virus tersebut lewat air mani. Hal ini patut dipelajari untuk mengetahui dan memahami pengaruh dari virus apa saja yang memengaruhi kesuburan dan perkembangan embrio.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melawan COVID-19: Jangan Ada Lagi Tenaga Medis yang Gugur

Penyebaran COVID-19 belum bisa dihentikan, ratusan nyawa tidak berhasil diselamatkan, termasuk para dokter dan tenaga medis yang melawan di garis depan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kaitan Kasus Positif COVID-19 dengan Gejala Meningitis

Peneliti Jepang dari Rumah Sakit University of Yamanashi melaporkan kasus infeksi COVID-19 dengan gejala penyakit meningitis.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 10/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana COVID-19 Menyerang Organ Vital di Tubuh Manusia?

Wabah covid-19 telah menelan ribuan korban jiwa karena menyerang berbagai organ di tubuh manusia. Apa saja organ yang terdampak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 03/03/2020 . Waktu baca 7 menit

4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Alasan menjalani tes penyakit kelamin memang untuk mendeteksi adanya penularan. Namun, tidak hanya itu saja alasannya. Cari tahu lebih lanjut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit menular seksual

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit
ciuman bibir

8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 4 menit
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit
kebiasaan menyentuh wajah

Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 5 menit