Hati-hati, Anda Bisa Tertular Virus Ebola Dari Air Mani Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Pada awalnya, para ilmuwan berpikir bahwa virus ebola hanya bertahan di air mani pria selama beberapa bulan setelah ia sembuh. Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan di Lancet Global Health telah mengungkapkan fakta mengejutkan, bahwa virus mematikan tersebut sebenarnya dapat bertahan di air mani jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Air mani pria masih mengandung virus ebola meskipun telah 565 hari sembuh

Studi ini memeriksa sampel air mani dari 466 survivor Ebola yang berpartisipasi dalam Liberia’s Men’s Health Screening Program. Sebanyak 38 dari sampel tersebut dites positif untuk virus Ebola setidaknya satu tahun setelah pria tersebut pulih dari penyakitnya. Menurut sebuah laporan, kebanyakan donor adalah pria di atas usia 40 tahun.

Yang mengejutkan, ada satu pasien yang telah sepenuhnya pulih selama 565 hari, tetapi air maninya masih mengandung virus. Sebelum penemuan ini, mayoritas bukti mendukung bahwa virus ini bisa ditemukan di air mani mantan penderita selama 3 bulan setelah kepulihannya. Namun sekarang, telah diketahui secara pasti bahwa virus ini bertahan bahkan lebih lama dari setahun.

Seks tanpa kondom bisa

CDC percaya bahwa insiden Ebola di Maret 2015 sebenarnya merupakan akibat dari kontak seksual. Anggapan ini sejalan dengan klaim dari banyak institusi kesehatan lainnya.

Seorang wanita Liberia meninggal karena Ebola, padahal negaranya telah terbukti bersih dari penyakit ini. Satu-satunya kemungkinan ia bisa terpapar virus ebola adalah melalui seks tanpa kondom yang dilakukannya dengan seorang pria yang pernah menderita Ebola, yang air maninya dites positif untuk virus setelah insiden tersebut.

Pria tersebut rupanya telah sembuh dan hidup dengan sehat selama 199 hari. Meskipun CDC tidak bisa yakin apakah virus dalam sampel positif bisa menularkan penyakit ini atau tidak, mereka masih sangat menganjurkan semua pria yang pernah mengidap Ebola untuk selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.

Kesadaran untuk memakai kondom dengan atau tanpa Ebola

Selain terobosan ilmiah, kontribusi lainnya dari studi baru ini adalah berupa edukasi seks yang aman. 75% pria yang sudah sembuh dari Ebola yang mengikuti studi ini tidak menggunakan kondom sebelumnyai tetapi memutuskan untuk melakukan seks dengan pengaman setelah mengetahui resikonya. Kesadaran masyarakat sangatlah penting dalam mencegah Ebola kembali menjadi wabah.

Untuk saat ini, jelas diketahui bahwa ada banyak nyawa yang bisa diselamatkan hanya dengan memperluas kesadaran masyarakan akan pentingnya seks aman.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 17/02/2020 . 4 menit baca

4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Alasan menjalani tes penyakit kelamin memang untuk mendeteksi adanya penularan. Namun, tidak hanya itu saja alasannya. Cari tahu lebih lanjut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/02/2020 . 4 menit baca

Suami Tiba-tiba Mengaku Gay, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suami akhirnya mengaku bahwa ia gay setelah Anda mencurigai tanda dan sikapnya selama ini. Apa yang bisa istri lakukan pada situasi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29/01/2020 . 3 menit baca

Mengatasi Trauma Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai

Setelah bercerai, pasti banyak orang yang mengalami trauma dan takut memiulai hubungan baru. Bagaimana cara mengatasi trauma setelah bercerai?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22/01/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 4 menit baca
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . 5 menit baca
penanganan COVID-19 di Indonesia

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 10 menit baca
social distance

Mengenal Physical dan Social Distancing yang Dapat Turunkan Risiko COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020 . 6 menit baca