4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/10/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang yang menjalani kisah kasih, baik yang masih seumur jagung atau sudah tahunan, ingin hubungan mereka berakhir di atas pelaminan. Tidak sedikit juga orang yang mungkin sudah punya bayangan akan seperti apa konsep pesta pernikahan mereka, berapa anak yang ingin dimiliki, dan di mana ingin menghabiskan masa tua bersama orang tercintanya. Namun di balik kegencaran “gerakan nikah muda”, cukup banyak juga orang-orang yang justru merasa takut untuk menikah. Bahkan, terbesit untuk menikah pun tidak. Kenapa?

Ragam penyebab seseorang takut menikah

Ada banyak alasan yang membuat seseorang sangat ragu hingga bahkan merasa takut untuk menikah. Beberapa karena memiliki trauma masa lalu yang kelam, dan ada juga yang dilatarbelakangi faktor keuangan. Berikut sejumlah alasan terkuat yang mendasarinya:

1. Trauma

Salah satu alasan terbesar yang paling sering membuat seseorang takut menikah adalah trauma masa lalu. Trauma ini bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kegagalan pernikahan orangtua hingga perpisahan dengan mantan terindah yang berakhir teragis.

Nah, berbagai pengalaman pahit inilah yang membuat seseorang terus-terusan dibayangi ketakutan untuk mengulangi kesalahan yang sama. Akhirnya, keputusan untuk tidak menikah sering kali jadi terbaik untuk menghindari hal tersebut.

Pada dasarnya setiap orang bereaksi berbeda-beda dengan pengalaman pahit yang pernah mereka alami di hidupnya. Ada yang bisa bangkit dan berdamai dengan keadaan, ada yang justru terpuruk dan terus-terusan dibayangi hal yang buruk.

Tidak ada rentan waktu yang benar-benar bisa menjamin seseorang terlepas dari trauma. Sebab, hal ini sangat tergantung pada bagaimana seseorang menyikapi trauma tersebut.

2. Merasa tidak butuh pasangan

Merasa nyaman dengan diri sendiri nyatanya tak melulu memberi dampak yang baik. Bagi beberapa orang, terlalu nyaman dengan apa yang sudah dicapai dan dimiliki membuat mereka merasa tidak butuh pasangan untuk mengisi hari-harinya.

Ya, ketika seseorang sudah terbiasa hidup sendiri, kehadiran orang baru justru dianggap sebagai pengacau yang bisa menghambat rutinitas mereka. Belum lagi, bayang-bayang urusan rumah tangga  yang dinilai dapat memengaruhi “ritme hidup” mereka nantinya. Bisa dibilang, mereka lebih takut hidup dan rutinitas mereka berubah dan tidak berjalan sebagaimana mestinya ketimbang harus menikah.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sedikit perubahan dalam hidup. Pasalnya, hal ini akan menunjukkan bahwa hidup Anda berkembang, tidak diam di tempat. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati ketika akan mengambil sebuah keputusan. Terutama memutuskan dengan siapa Anda akan menghabiskan hidup bersama.

3. Faktor keuangan

Perkara “dapur” yang tidak selalu ngebul membuat sebagian orang takut untuk menjalani sebuah hubungan, apalagi menikah. Prinsipnya begini; memenuhi kebutuhan untuk diri sendiri saja sulit, bagaimana memenuhi kebutuhan hidup bersama pasangan (dan anak-anak nantinya)?

Nah, pada akhirnya kekhawatiran itu berujung pada ketakutan berlebihan untuk menikah. Lebih jauh, faktor keuangan bahkan dapat membuat seseorang tidak percaya diri untuk sekadar mendekati lawan jenis. Hal ini biasanya sejalan dengan tingkat kepercayaan diri mereka yang rendah.

Masalah uang memang sensitif dan kompleks. Namun, bukan berarti masalah ini tidak bisa diselesaikan. Terbuka sejak awal mengenai keadaan yang sebenarnya bisa membantu Anda menemukan pasangan yang cocok untuk Anda.

4. Masalah seksual

Alasan takut menikah lainnya yang banyak dikeluhkan orang adalah masalah sekual. Banyak orang yang berpikir bahwa pernikahan adalah cara untuk memuaskan gairah seksual secara legal. Akibatnya, ketika seseorang mengalami masalah seksual, seperti disfungsi ereksi atau impotensi, mereka merasa hilang harap untuk menikah.

Padahal menikah tidak hanya sebatas dengan aktivitas seksual. Ada banyak hal yang bisa Anda dapatkan dari menikah. Salah satunya, mendapatkan teman untuk hidup bersama sampai tua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Waktu yang tepat untuk bercerai dengan pasangan bukan hal yang mudah. Pikiran ini terjadi ketika ada beragam faktor yang terpendam dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/01/2020 . 5 menit baca

Bulan Madu Kedua untuk Pasangan Suami Istri, Apa Manfaatnya?

Bulan madu kedua dapat merekatkan hubungan pernikahan yang mulai renggang. Lalu kapan waktu yang tepat untuk berbulan madu kembali?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/12/2019 . 4 menit baca

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Masa-masa menuju pernikahan adalah waktu-waktu yang rawan. Menjelang pernikahan, biasanya masalah datang silih berganti menguji Anda dan pasangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/12/2019 . 5 menit baca

Agar Tak Makin Stres, Ini 3 Tips Mencegah Pertengkaran Jelang Pernikahan

Sering kali terjadi konflik di antara pasangan sebelum hari pernikahan tiba. Bagaimana agar pertengkaran menjelang pernikahan dapat dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/10/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
pernikahan beda usia

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca
pertimbangan sebelum memutuskan bercerai

4 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Sebelum Bercerai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . 4 menit baca
menghilangkan trauma dengan musik

Menghilangkan Trauma dengan Musik, Bagaimana Caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/02/2020 . 4 menit baca