Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mengompol normalnya dialami oleh bayi atau anak kecil yang belum bisa buang air kecil sendiri. Namun pada kenyataannya, ngompol bisa terjadi di semua usia. Bahkan tak jarang orang dewasa yang tak sengaja ngompol saat seks. Apa ini normal?

Ngompol saat seks lebih sering dialami perempuan

Ngompol saat seks adalah masalah yang sangat umum. Namun ini lebih sering ditemui pada wanita dewasa, karena tubuh pria memiliki mekanisme alami yang mencegah urin keluar saat mereka berejakulasi. Pria tidak bisa kencing dan ejakulasi di saat bersamaan. Ketika seorang pria akan ejakulasi, bukaan kantung kemihnya menutup untuk mencegah agar air seni tidak bercampur dengan air mani.

Namun bagi wanita, prosesnya sedikit lebih rumit. Akan sangat mungkin bagi seorang wanita untuk buang air kecil dan berorgasme di saat yang bersamaan. Sebagai akibatnya, beberapa wanita memilih untuk menunda orgasme untuk mencegah ngompol saat seks. Hampir 60 persen wanita setidaknya pernah mengalami ngompol saat seks sekali dalam seumur hidup.

Sensasi kebelet pipis saat seks mungkin timbul akibat respon tubuh yang kebingungan saat menerima begitu banyak rangsangan di tempat-tempat yang paling sensitif. Letak klitoris dan bukaan vagina berada sangat dekat dengan lubang kandung kemih (uretra). Selama seks, jari tangan, penis, atau mainan seks yang dipakai untuk merangsang mungkin tak sengaja ikut menekan kandung kemih wanita. Akan tetapi, ngompol saat seks bukanlah ejakulasi wanita.

Ngompol saat seks dan ejakulasi wanita adalah dua hal yang berbeda

Ejakulasi wanita sering disebut sebagai squirting. Squirting adalah cairan ejakulasi wanita mirip air mani pria, namun lebih encer, yang keluar dari lubang kandung kemih. Walau keluar dari lubang kemih, cairan ini bukan urin karena tidak mengandung urea, kreatinin, atau asam urat yang umum ditemukan dalam air seni.

Cairan ejakulasi wanita juga bukan termasuk pelumas alami dinding wanita. Cairan squirting mengandung karakteristik khas plasma prostat yang berasal dari kelenjar Skene, yang kurang lebih berfungsi sebagai kelenjar prostat wanita. Ejakulasi wanita biasanya merupakan hasil dari stimulasi berlanjut di G-spot. Oleh karena itu, menekan area G-spot juga akan memengaruhi kelenjar Skene.

Beda dengan cairan yang Anda keluarkan ketika ngompol saat seks. Cairan yang keluar adalah benar-benar urin, persis sama seperti saat Anda buang air kecil. Alasan kenapa ngompol bisa terjadi saat seks masih belum sepenuhnya dipahami, tapi kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh inkontinensia urin, kandung kemih yang meradang (cystitis), atau otot-otot leher kandung kemih yang lemah. Dasar panggul yang lemah juga bisa menyebabkan ngompol selama orgasme.

Pada beberapa kasus, terkadang masalah ini disebabkan oleh ukuran vagina dan penis yang kurang “klop” untuk memfasilitasi penetrasi. Penis besar kadang dapat menciptakan sensasi kebelet pipis tak terbendung pada wanita yang memiliki ukuran lubang vagina lebih kecil. Posisi seks tertentu juga kadang membuat perasaan kebelet pipis makin menjadi-jadi, misalnya doggy style (penetrasi dari belakang) dan wanita di atas.

Ngompol saat seks yang bisa jadi gejala penyakit

Ngompol saat seks adalah hal yang umum terjadi, dan tak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi jika hal ini terus berlanjut dan volume urinnya selalu sedikit, hubungi dokter. Ini mungkin menandakan Anda mengalami prolaps rahim. Selain itu, infeksi saluran kencing atau infeksi jamur vagina juga bisa jadi penyebabnya.

Konsultasikan ke dokter jika air kencing Anda berbau aneh dan/atau mengandung selaput putih atau keabuan yang mirip seperti keputihan. Antibiotik mungkin diresepkan dokter untuk menyembuhkan gejalanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Khasiat Mengejutkan Buah Mengkudu yang Wajib Anda Tahu

Meski berbau busuk tajam dan rasanya kurang menggugah selera, ada banyak manfaat buah mengkudu untuk kesehatan. Tertarik untuk mencobanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Urine adalah hasil buangan dalam tubuh dan jika ada sel epitel dalam urine. Apa artinya dan berbahayakah? Simak penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Urologi 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit