home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pelvic Organ Prolapse

Definisi pelvic organ prolapse|Tanda-tanda & gejala pelvic organ prolapse|Penyebab pelvic organ prolapse|Faktor-faktor risiko pelvic organ prolapse|Diagnosis & pengobatan pelvic organ prolapse|Pengobatan di rumah untuk pelvic organ prolapse
Pelvic Organ Prolapse

Definisi pelvic organ prolapse

Apa itu pelvic organ prolapse?

Pelvic organ prolapse adalah kondisi saat otot dan ligamen yang menyokong organ-organ di sekitar daerah panggul melemah.

Kondisi ini menyebabkan organ-organ menyelip keluar dari posisi awalnya sehingga organ rahim, kandung kemih, atau dubur menjadi turun.

Pelvic organ prolapse ini lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. Akan tetapi, wanita biasanya mengalami kondisi ini bertahun-tahun setelah melahirkan normal, setelah menjalani prosedur histerektomi, atau setelah menopause.

Jika Anda menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke kondisi ini, seperti rasa tertekan pada area pelvis, segera temui dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

Seberapa umumkah pelvic organ prolapse?

Pada dasarnya, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, wanita memang lebih sering mengalaminya. Anda bisa mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala pelvic organ prolapse

Apa saja tanda-tanda dan gejala ?

Gejala pelvic organ prolapse adalah:

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika memiliki masalah saat buang air kecil, pendarahan vagina, atau gejala apa saja yang tercantum di atas. Pasalnya, tubuh masing-­masing orang berbeda. Maka dari itu, selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab pelvic organ prolapse

Apa penyebab pelvic organ prolapse?

Penyebab yang paling umum dari kondisi ini adalah proses persalinan. Pasalnya, saat melahirkan, janin yang hendak keluar dari dalam rahim meregangkan hingga menyobek jaringan pendukung dan otot-otot yang mendukung organ panggul.

Oleh sebab itu, semakin sering Anda melahirkan dengan cara normal, risiko Anda mengalami prolapse akan semakin besar. Meski begitu, ada pula beberapa kondisi lain yang mungkin jadi penyebab, contohnya:

  • Batuk terus-menerus, seperti saat Anda mengalami bronkitis atau asma.
  • Mengangkat benda atau beban yang berat.
  • Konstipasi jangka panjang, karena setiap Anda mengejan tak ada kotoran yang keluar sehingga terjadi prolapse.

Faktor-faktor risiko pelvic organ prolapse

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pelvic organ prolapse?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini, seperti:

  • Proses melahirkan normal yang dapat menyebabkan otot dan jaringan yang menyokong panggul jadi merenggang atau mungkin robek.
  • Tekanan pada area perut jangka panjang, seperti akibat kelebihan berat badan dan batuk kronis.
  • Melahirkan bayi yang memiliki berat lebih dari 3.8 kilogram (kg).
  • Pertambahan usia, karena hal ini lebih sering terjadi pada wanita yang sudah berusia 60-79 tahun.
  • Perubahan hormon yang terjadi saat menopause, pasalnya pada saat itu hormon estrogen berkurang.
  • Riwayat kesehatan keluarga, karena faktor genetik mungkin menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit ini.

Tidak memiliki risiko tidak berarti Anda tidak dapat mengalami penyakit yang satu ini. Faktor risiko yang tercantum tersebut hanya untuk referensi. Itu sebabnya, akan lebih baik jika mendiskusikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Diagnosis & pengobatan pelvic organ prolapse

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk pelvic organ prolapse?

Saat mendiagnosis kondisi ini, dokter mungkin akan bertanya mengenai gejala apa saja yang Anda alami. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pinggul.

Tak hanya itu, dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk meregangkan tubuh atau batuk saat pemeriksaan. Hal ini bertujuan agar dokter bisa menyaksikan bahwa aktivitas tersebut yang menjadi penyebab dari kondisi ini.

Dokter juga mungkin akan melakukan tes-tes lainnya untuk melihat apakah Anda bisa sepenuhnya buang air kecil saat pergi ke kamar mandi.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk pelvic organ prolapse?

Pada dasarnya, pengobatan untuk kondisi ini sangat tergantung pada kondisi yang Anda alami, gejala, usia, dan masalah kesehatan lainnya. Bahkan, dokter juga akan memeriksa apakah Anda aktif secara seksual.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk kondisi ini menurut Office on Women’s Health:

1. Terapi otot penyangga pinggul

Dokter mungkin akan menunjukkan pada Anda latihan untuk melatih otot pinggul atau merekomendasikan seorang ahli terapi fisik yang dapat membantu Anda melakukan latihan tersebut.

Latihan ini dapat membantu para wanita yang mengalami kondisi ini, sekaligus menangani masalah mengompol yang mungkin masih terjadi meski sudah beranjak dewasa.

2. Perubahan pola makan

Jika memiliki masalah pencernaan, dokter akan merekomendasikan agar Anda mengonsumsi lebih banyak makanan berserat. Pasalnya, makanan berserat dapat mencegah konstipasi dan membantu melancarkan pencernaan.

3. Operasi untuk menyokong uterus atau vagina

Selama prosedur operasi, dokter akan menggunakan jaringan tubuh Anda untuk memperbaiki prolapse dan membentuk otot yang menyokong pinggul.

Jenis operasi yang satu ini biasanya direkomendasikan untuk wanita dengan kondisi yang sudah cukup parah tetapi masih aktif melakukan aktivitas seksual. Tim medis dapat melakukan operasi ini melalui vagina atau area perut.

4. Operasi penutupan vagina

Demi mengatasi kondisi ini, dokter mungkin saja melakukan operasi kolpokleisis, yaitu operasi untuk menutup vagina. Prosedur ini paling sesuai untuk wanita yang sudah tidak akan melakukan hubungan seksual melalui vagina.

Pengobatan di rumah untuk pelvic organ prolapse

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pelvic organ prolapse?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini:

  • Periksakan selalu diri Anda ke dokter untuk memantau perkembangan gejala dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti petunjuk dokter, gunakan obat yang telah diresepkan, jangan berhenti menggunakan obat Anda atau mengubah dosisnya tanpa petunjuk dari dokter Anda
  • Lakukan latihan Kegel seperti yang diarahkan
  • Makan makanan yang sehat yang mengandung banyak serat, buah, dan minum banyak cairan untuk mencegah sembelit
  • Jangan merokok. Hal ini dapat menyebabkan batuk kronis
  • Jagalah berat badan yang sehat

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pelvic Organ Prolapse. Retrieved 24 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-organ-prolapse/

Pelvic Organ Prolapse. Retrieved 24 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-organ-prolapse/symptoms-causes/syc-20360557

Pelvic Organ Prolapse. Retrieved 24 June 2021, from https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/pelvic-organ-prolapse

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 24/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x