Bintik merah di penis tidak selalu menandakan penyakit yang serius. Dalam beberapa kasus, bintik merah bisa disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan organ vital atau iritasi ringan. Bintik-bintik ini biasanya hilang dalam satu atau dua hari. Namun, bintik merah di penis juga bisa menjadi gejala kondisi serius seperti penyakit kelamin. Lebih jelasnya soal berbagai penyebab bintik merah di penis, baca terus ulasan di bawah ini.

Penyebab bintik merah di penis

1. Herpes genital

Herpes genital adalah penyakit kelamin yang dapat menyebabkan bintik-bintik merah di penis Anda, termasuk di buah zakar, paha, bokong, serta mulut (jika ditularkan melalui seks oral).

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simplex, yang masuk ke dalam tubuh selama hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki virus ini.

Gejala lain dari herpes genital yaitu bintik merah disertai benjolan berlenting yang terkadang berisi cairan, terasa gatal, dan terasa perih atau sakit.

Pilihan perawatan

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dokter Anda mungkin meresepkan obat antivirus seperti valacyclovir (Valtrex) atau acyclovir (Zovirax) untuk meredakan gejala dan mencegahnya menyebar ke pasangan seksual Anda.

2. Sipilis

Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Bakteri ini menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang sudah terinfeksi.

Gejala yang sering terjadi yaitu munculnya bintik merah yang kadang disertai dengan benjolan berisi cairan. Biasanya ada seperti luka ulkus di penis dengan dasar permukaan luka yang bersih dan berbatas tegas. Gejala ini tidak menyebabkan rasa sakit pada penis dan area di sekitarnya. Namun, jika tidak diobati, luka ini bisa menyebar ke bagian lain tubuh Anda.

Saat infeksi berlangsung, Anda mungkin mengalami:

  • Ruam di bagian lain dari tubuh Anda, hingga ke badan.
  • Demam sekitar 38,3 derajat Celcius atau lebih tinggi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sakit kepala.
  • Kelumpuhan.

Pilihan perawatan

Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Semakin lama tidak diobati, akan semakin parah dan tidak bisa disembuhkan gejalanya.

Pada tahap awal, sipilis dapat disembuhkan dengan antibiotik yang disuntikkan atau diminum. Misalnya benzathine penicillin, ceftriaxone (Rocephin), dan doxycycline (Oracea).

Selain itu, Anda tidak boleh melakukan aktivitas seksual sampai tes darah menunjukkan bahwa infeksi telah hilang. Anda juga perlu membawa pasangan Anda ke dokter untuk diperiksa dan dites kemungkinan sipilis.

3. Kudis

Kudis terjadi ketika tungau Sarcoptes scabiei berkembang biak di atas permukaan kulit, lalu masuk ke dalam kulit untuk bertelur. Ini menyebabkan kulit terasa sangat gatal di area tungau masuk ke kulit Anda.

Tungau ini menyebar melalui kontak kulit ke kulit, seperti seks dengan seseorang yang terinfeksi. Gejala lain termasuk kulit kering dan bersisik, melepuh, serta muncul garis berwarna putih di kulit tempat tungau bersembunyi.

Pilihan perawatan

Dokter mungkin akan meresepkan krim oles seperti permethrin (Elimite) atau crotamiton (Eurax) untuk mengobati dan membersihkan tungau.

4. Molluscum contagiosum

Molluscum contagiosum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh poxvirus, yang menyebar melalui sentuhan atau dengan berbagi handuk, pakaian, tempat tidur, atau bahan lain dengan seseorang yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan bintik merah dengan lesung bagian tengah (delle) yang berisi bahan seperti nasi.

Infeksi ini biasanya menghasilkan benjolan merah serta rasa gatal pada penis dan area lain yang terkena. Menggaruk dapat mengiritasi benjolan dan menyebabkan infeksi menyebar ke area lainnya.

Pilihan perawatan

Molluscum contagiosum sering hilang dengan sendirinya, jadi Anda tidak perlu mencari perawatan segera. Namun, untuk meredakan gejala, dokter mungkin akan merekomendasikan:

  • Obat oles untuk mengempeskan benjolan.
  • Cryosurgery untuk membekukan dan menghilangkan benjolan.
  • Kuret untuk memotong benjolan keluar dari kulit.
  • Operasi laser untuk menghancurkan benjolan.

5. Balanitis

Balanitis adalah iritasi pada kulit kepala penis Anda, yang biasanya disebabkan oleh infeksi dan tidak menjaga kebersihan. Risiko balanitis lebih tinggi pada pria yang tidak disunat.

Munculnya bintik merah di penis adalah gejala umum dari balanitis. Selain itu, gejala lainnya adalah:

  • Penis gatal.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Penumpukan cairan di bawah kulit kulup.
  • Kulup tidak bisa ditarik kembali melewati kelenjar (phimosis).

Pilihan perawatan

Dalam beberapa kasus, balanitis dapat diatasi dengan menjaga kebersihan area genital. Anda harus menjaga penis Anda bersih dengan mencuci secara teratur, terutama area di bawah kulup Anda. Gunakan sabun alami tanpa pewangi dan tepuk lembut penis Anda dan area di bawah kulup Anda untuk mengeringkannya.

Jika gejala Anda menetap atau tidak membaik setelah beberapa hari, temui dokter Anda untuk meminimalisir adanya infeksi. Dokter mungkin akan meresepkan krim steroid (hidrokortison), krim antijamur seperti clotrimazole, atau antibiotik seperti metronidazole.

6. Infeksi jamur

Infeksi jamur disebabkan oleh jamur Candida. Infeksi jamur pada penis biasanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan penis atau berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi.

Gejala yang paling umum adalah bintik merah di penis atau iritasi di daerah genital. Daerah ini juga bisa terasa gatal dan berbau tak sedap.

Pilihan perawatan

Infeksi jamur bisa hilang dengan sendirinya dengan menjaga kebersihan area genital dan mengenakan celana yang longgar.

Jika gejala semakin parah atau tidak sembuh-sembuh, segera temui dokter. Dokter mungkin meresepkan krim antijamur atau obat minum seperti clotrimazole untuk meringankan gejala Anda.

7. Tinea crusis

Tinea cruris adalah infeksi genital yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda banyak berkeringat atau tidak mencuci area genital Anda dengan baik.

Gejala yang paling umum adalah munculnya bintik merah di penis atau ruam di area genital Anda. Kulit Anda juga bisa tampak kering dan bersisik.

Pilihan perawatan

Jika gejala semakin parah atau tak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter. Dokter mungkin meresepkan krim atau salep antijamur seperti clotrimazole.

8. Eksim genital

Eksim adalah kondisi kulit yang dapat menyebabkan iritasi pada penis Anda. Biasanya eksim disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan seperti stres, merokok, dan alergen.

Gejala yang paling umum adalah iritasi serta munculnya ruam atau bintik merah di penis dan di sekitarnya. Gejala lain termasuk kulit kering dan bersisik, gatal, dan lecet berisi nanah yang mengeras.

Pilihan perawatan

Dokter mungkin memberikan krim antibiotik, kortikosteroid oles, dan calcineurin inhibitor. Atau Anda juga bisa kompres dingin bintik merah di penis dan mengoleskan losion, pelembap, atau lidah buaya.

9. Psoriasis genital

Psoriasis terjadi ketika sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat dan menyebabkan iritasi. Gejala yang paling umum adalah merah, benjolan, terasa gatal atau muncul ruam di area genital Anda.

Gejala lain termasuk kulit kering atau rasa sakit hingga berdarah dan sendi terasa kaku atau bengkak.

Pilihan perawatan

Dokter mungkin akan memberikan kortikosteroid topikal, fototerapi, dan retinoid.  Anda juga bisa mengoleskan pelembap, losion, atau lidah buaya ke area yang terkena, mandi yang rajin, dan jaga kesehatan penis secara umum.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca