5 Hal yang Tidak Boleh Sekali-kali Anda Tuntut dari Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/01/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti menginginkan bertemu dan menikah dengan sesosok belahan jiwa tak bercela. Tidak ada salahnya memang untuk memiliki standar pribadi yang ingin dicapai. Dalam benak Anda, Anda mungkin memiliki gambaran mahasempurna tentang bagaimana pasangan seharusnya berpenampilan atau bertindak sebagai suami atau istri serta ayah atau ibu dari anak-anak Anda kelak.

Namun, tak dapat disangkal juga bahwa banyak orang yang justru tanpa sadar memiliki ekspektasi berlebihan (bahkan menjurus tidak masuk akal) mengenai pasangannya yang mereka pikir perlu dijadikan kenyataan sehingga sedikit-sedikit suka menuntut.

Suka menuntut pasangan ini-itu? awas jadi sering cekcok

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Termasuk pasangan Anda. Di satu sisi, Anda mungkin menyadari hal itu dan hanya menginginkan pasangan untuk menjadi sosok yang sesuai dengan keinginan Anda. Namun, meminta pasangan berubah juga tidak bisa tercapai semudah dengan suka menuntut ini-itu.

Susah dan senang seharusnya Anda lewati berdua agar tidak ada satu pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan secara sepihak. Lama kelamaan, kebiasaan suka menuntut hal-hal yang tidak masuk akal malah akan menjadi akar kerusakan rumah tangga impian Anda.

Beberapa hal yang tidak boleh Anda tuntut dari pasangan

Tidak ada salahnya untuk memotivasi pasangan berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi. Namun, beberapa tuntutan yang mungkin Anda miliki dalam benak saat ini justru dapat berbuah cekcok rumah tangga yang tidak akan ada habisnya.

1. Memintanya memilih Anda atau keluarganya

Pernikahan bukan hanya menyatukan Anda dengan pasangan, tapi juga dua keluarga besar. Sayangnya, menjalin hubungan dengan keluarga mertua tidak selalu berjalan mulus bagi setiap orang. Mungkin Anda salah satu orang yang termasuk tidak pernah akur dengan mertua atau saudara ipar.

Meski begitu, bukan berarti solusinya Anda jadi meminta pasangan untuk berpihak dengan memilih Anda atau keluarganya. Hal ini akan semakin memperkeruh masalah dan berakibat buruk tidak hanya pada hubungan Anda dan pasangan, tapi juga pada hubungan pasangan dengan keluarganya sendiri.

Alangkah lebih baik jika Anda bicarakan masalah ini pada pasangan dengan tenang untuk mendapatkan solusi bersama-sama.

2. Memintanya selalu mendengarkan Anda

Komunikasi memang perlu untuk mempererat hubungan. Namun, tidak berarti Anda jadi suka menuntut si pasangan untuk selalu mendengarkan semua keluh kesah Anda sementara mengharapkan dirinya untuk tetap diam, tidak memberikannya kesempatan untuk menawarkan solusi atau sedikit bantuan. Hal ini justru bisa membuatnya merasa frustrasi karena merasa seperti boneka yang tidak tidak berguna.

Mengutip Prevention, seorang psikolog dan terapis hubungan rumah tangga sekaligus penulis buku Eleven Dating Mistakes Guys Make (And How to Correct Them), David Bennet mengatakan bahwa sementara wanita cenderung mengekspresikan curahan hatinya sebagai cara menjalin hubungan batin, pria lebih suka “straight to the point” untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah.

Maka dari itu, carilah jalan tengahnya. Jika Anda meminta pasangan untuk mendengarkan keluh kesah Anda, ajak juga dirinya untuk terlibat untuk menyelesaikan masalah Anda. Mintalah saran dan pendapat darinya guna mencari sudut pandang baru dan solusi terbaiknya.

3. Meminta pasangan untuk tinggalkan hobinya

Setiap orang pasti memiliki minat dan ketertarikan pada hal yang berbeda-beda, termasuk pasangan Anda. Mungkin, Anda selama ini berpikir bahwa hobinya sangat menyita waktunya sehingga tidak ada lagi waktu luang untuk bercengkrama bersama. Namun, tidak berarti Anda bisa menuntut pasangan untuk meninggalkan hobinya tersebut.

Anda sendiri juga punya hobi, bukan? Nah, masih dari laman Prevention, David Bennett, berujar bahwa ketika pasangan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan atau hobi, itu bukan berarti ia mengabaikan keluarga. “Hobi adalah caranya untuk mengusir stres dan membahagiakan dirinya,” tutur Bennett.

Jika Anda belakangan ini merasa “diabaikan” pasangan karena hobinya, sebaiknya ajak pasangan bicara empat mata untuk berkompromi. Bicarakan baik-baik untuk membuat jadwal di hari-hari tertentu bagi Anda berdua untuk berkencan, dan di hari lainnya untuk membebaskan masing-masing melakukan hobinya.

4. Menuntut pasangan mengubah penampilan dan karakternya

Anda pasti sudah paham benar sisi baik dan buruknya si pasangan. Mungkin juga sudah kelewat “gerah” berulang kali menyaksikan ulah pasangan yang suka bikin jengkel dan mengingatkannya agar tidak mengulang kesalahan di kemudian hari.

Sebagai pasangan, Anda tentu berhak untuk meminta pasangan berubah. Namun, mengubah perilaku pasangan membutuhkan kerja keras dari kedua belah pihak dan tidak hanya bisa dilakukan dengan suka menuntut saja.

Sementara Anda harus menerima kekurangan pasangan, bantu juga untuk memperbaiki kekurangannya tersebut. Motivasi terus dirinya untuk menjadi individu yang lebih baik, tapi di saat yang bersamaan jangan mengubahnya menjadi sosok yang sama sekali bukan dirinya. Biarkan pasangan menjadi dirinya sendiri, namun tetap menghargai Anda.

5. Membatasi pertemanannya

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Anda tentu paham dengan kalimat ini, bukan? Sama seperti Anda, pasangan juga butuh teman untuk berbagi dan berinteraksi. Jadi, jangan suka menuntut pasangan untuk menjauhi teman-temannya.

Sikap Anda yang terlalu protektif ini lama-lama bisa membuatnya tidak nyaman dan malah berisiko meregangkan hubungan Anda berdua di masa depan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Masa-masa menuju pernikahan adalah waktu-waktu yang rawan. Menjelang pernikahan, biasanya masalah datang silih berganti menguji Anda dan pasangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Apa Anda Tipe Orang yang Tidak Bisa Hidup Tanpa Pasangan? Cek di Sini Ciri-cirinya

Kesetiaan kadang sulit dibedakan dengan ketergantungan. Akibatnya, banyak orang yang justru merasa tidak bisa hidup tanpa pasangan mereka sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/10/2019 . Waktu baca 6 menit

Agar Tak Makin Stres, Ini 3 Tips Mencegah Pertengkaran Jelang Pernikahan

Sering kali terjadi konflik di antara pasangan sebelum hari pernikahan tiba. Bagaimana agar pertengkaran menjelang pernikahan dapat dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/10/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pernikahan beda usia

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit
waktu yang tepat untuk bercerai

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 11/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bulan madu kedua dengan pasangan

Bulan Madu Kedua untuk Pasangan Suami Istri, Apa Manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28/12/2019 . Waktu baca 4 menit