home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kita Tetap Harus Punya Waktu untuk Diri Sendiri (Me Time) Meski Sudah Berpasangan

Kita Tetap Harus Punya Waktu untuk Diri Sendiri (Me Time) Meski Sudah Berpasangan

Apa Anda sering mendengar tentang me time? Me time adalah istilah untuk menggambarkan waktu khusus untuk fokus pada diri sendiri. Anda bisa melakukan segala sesuatu yang Anda ingin tanpa campur tangan orang lain. Nah dalam hubungan asmara, entah itu masih pacaran atau sudah menikah, Anda juga tetap butuh me time terpisah dari pasangan. Apa alasannya?

Kenapa me time penting dalam hubungan?

tentang percintaan nasihat cinta

Ketika menjalin komitmen baik pacaran maupun pernikahan, sebagian besar waktu Anda biasanya dihabiskan bersama pasangan. Tak jarang pula ada orang yang bahkan sampai mengesampingkan kebutuhan dan kepentingan dirinya sendiri demi pasangannya.

Namun, pernahkah berpikir bahwa diri Anda juga perlu diperhatikan dan dibahagiakan dengan cara Anda sendiri? Me time-lah jawabannya. Me time lebih kepada membiarkan diri Anda melakukan sesuatu yang diinginkan tanpa memikirkan hal lainnya, termasuk tentang pasangan, untuk sejenak.

Bukan berarti Anda sebetulnya tidak bahagia selama bersama pasangan, lho! Namun, ingat… Anda dan pasangan adalah dua individu manusia yang berbeda. Memikirkan kebahagiaan pasangan sah-sah saja, tapi Anda juga harus dan bisa memikirkan diri sendiri.

Tidak me time justru rentan membuat insecure

Marcia Naomi Berger, MSW, LCSW, seorang psikoterapis asal Amerika Serikat, mengatakan seorang manusia bisa kehilangan jati dirinya sendiri ketika hanya melulu mengedepankan pasangannya.

Ketika hal ini terjadi, Anda akan merasakan sesuatu yang salah dalam hubungan. Misalnya, merasa diri Anda selalu kurang dibandingkan dengan orang lain atau merasa hubungan berjalan sangat datar. Padahal sebenarnya kesalahan bukan pada hubungannya, tetapi pada diri Anda.

Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya berakibat pada diri Anda yang akan merasa gelisah, marah, dan depresi. Namun, kondisi ini juga bisa berakibat pada hubungan Anda seperti kehilangan minat dengan pasangan atau bahkan merasa tidak bahagia.

Ketika seseorang memerhatikan dirinya sendiri dengan meluangkan me time, ia akan memiliki gairah untuk melakukan hal lainnya termasuk dalam hubungan. Sehingga me time menjadi semacam baterai untuk men-charger diri Anda ketika dayanya mulai lemah.

Meluangkan waktu untuk diri Anda membuat Anda siap untuk menciptakan waktu berkualitas bersama pasangan. Dengan begitu, hubungan yang dijalani menjadi lebih semangat dan bergairah lebih dari sebelumnya.

Cara meminta me time pada pasangan tanpa menyinggung perasaan

merasa ragu dengan pasangan

Masih banyak orang yang merasa takut untuk meminta waktu menyendiri pada pasangannya. Bisa jadi kekhawatiran ini muncul karena merasa bahwa pasangan tidak akan bisa menerimanya dan berpikiran yang tidak-tidak.

Tak perlu bingung, sebenarnya Anda hanya perlu mengatakannya secara jujur. Jangan sekali-kali berbohong pada pasangan hanya karena ingin meminta me time dalam hubungan yang sedang dijalani.

Dilansir dari laman Go Ask Alice Columbia University, berkomunikasi secara jujur menjadi salah satu kunci penting dalam membangun hubungan yang sehat. Luangkan waktu khusus untuk membicarakan hal ini pada pasangan. Pilihlah momen saat Anda dan pasangan berada dalam suasana hati yang baik.

Kemudian, katakan pelan-pelan pada pasangan bahwa Anda butuh me time untuk mengembalikan antusiasme diri dan dalam hubungan. Sampaikan pada pasangan tentang kemumetan yang sedang Anda rasakan. Pilihlah kata-kata yang halus dan tak menyinggungnya. Jangan sampai nada bicara Anda menyiratkan bahwa ia adalah penyebab semua ini.

Katakan padanya bahwa Anda hanya butuh waktu sendiri sejenak sebelum kembali menjalani semuanya seperti biasa. Kemudian, sepakati waktu kira-kira berapa lama Anda butuh waktu untuk me time. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa perasaan Anda padanya tak sedikit pun berubah agar pasangan merasa lebih tenang.

Kemudian tawarkan pada pasangan mengenai me time yang mungkin juga ia butuhkan tetapi tidak disadarinya. Dengan begitu, pasangan akan mudah mengerti bahwa me time di sini memang untuk kepentingan bersama bukan hanya keegoisan Anda semata.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Great Relationship Embrace “We Time” and “Me Time”

https://psychcentral.com/blog/great-relationships-embrace-we-time-and-me-time/ accessed on May 16th 2019

Telling the love of my life I need time alone

https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/telling-love-my-life-i-need-time-alone-0 accessed on May 16th 2019

“Alone Time” Keeps Relationships Healthy

https://www.psychologytoday.com/us/blog/lifetime-connections/201803/alone-time-keeps-relationships-healthy accessed on May 16th 2019

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 24/05/2019
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x