4 Aturan yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Pacaran Dengan Mantannya Sahabat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Termasuk jika Anda ternyata jatuh cinta pada mantan pacar sahabat sendiri. Masyarakat mungkin masih menilai pacaran dengan mantan sahabat kita sendiri itu tabu dan tidak sepantasnya dilanjutkan.

Pada prinsipnya memang apabila sudah mantan berarti hubunan tersebut sudah resmi berakhir, dan tidak seharusnya masih ada gejolak asmara di antara dua insan. Namun agar keputusan Anda tidak malah memicu perang dingin dengan sahabat sendiri, pertimbangkan dulu empat hal ini sebelum pacaran dengan mantan si sahabat.

Bersiap dulu untuk kemungkinan terburuk

Sebelum mantap ingin pacaran dengan mantan pacar sahabat sendiri, siapkan batin untuk menghadapi kemungkinan terburuknya. Sahabat mungkin legowo mendengar keinginan Anda, dan mungkin malah mendukung. Tentu ini akan menjadi kabar baik buat hubungan asmara dan persahabatan Anda. Namun…

Anda mungkin bisa kehilangan teman terbaik selama ini dan ikut dijauhi oleh teman-teman yang lain. Anda juga harus siap-siap pasang muka tembok dan tutup telinga begitu disambar gosip yang tidak mengenakkan. Anda bisa dicap sebagai perebut kekasih orang, dan bahkan disebut sebagai tidak punya hati.

Anda harus bersiap mengalami segala kemungkinan risikonya sebelum memutuskan ingin pacaran dengan mantan sahabat sendiri. Meski pahit, tidak dapat dipungkiri risiko ini menjadi kenyataan yang harus dijalani beberapa orang.

Pertimbangan sebelum pacaran dengan mantan sahabat sendiri

efek pacaran pada pertemanan

1. Jangan langsung pacaran setelah mereka putus

Sebelum mantap “jadian”, Anda perlu mempertimbangkan sejarah hubungan si sahabat dengan mantannya sewaktu dulu. Sejak kapan putusnya, karena apa putusnya, dan apakah sahabat masih memendam rasa buat si mantan.

Apabila putusnya baru belakangan ini dan ia terlihat masih belum bisa move on, urungkan dulu niat pacaran dengan mantan sahabat. Anda sebagai teman terbaiknya juga tidak mau menabur garam di atas luka, kan?

Lain cerita jika sahabat Anda benar-benar sudah move on dan sudah punya tambatan hati lain. Anda bisa mempertimbangkan untuk mencoba memulai hubungan dengan mantannya sahabat.

2. Jujur ke sahabat bahwa Anda benar-benar suka mantannya

Anda tentu bebas-bebas saja berpacaran dengan orang yang Anda inginkan. Namanya cinta, siapa yang tahu?

Namun karena ini juga menyangkut urusan hati sahabat sendiri, alangkah baiknya untuk lebih dulu jujur kepadanya. Terangkanlah bahwa Anda dan si mantan pacarnya sahabat tulus sama-sama saling suka dan ingin berpacaran.

Katakan juga Anda di sini tidak memaksa minta restu. Melainkan hanya memberi tahu agar tidak menyakiti hatinya sekaligus untuk menghindari salah paham, fitnah, atau bahkan gosip tidak sedap.

3. Jaga jarak

Apabila sudah mulai pacaran dengan mantannya sahabat, baiknya jangan sering-sering membawa pacar baru Anda (yang dulu pernah jadi mantannya sahabat) ke lingkungan pertemanan Anda. Apalagi jika Anda berdua baru saja resmi pacaran. Mengapa?

Ini tentu bisa berpotensi memicu pertikaian. Semua orang punya perasaan, tapi tidak ada yang bisa tahu isi hati orang lain. Meskipun sahabat Anda tersenyum dan tertawa di depan Anda, namun ia mungkin saja marah dan cemburu.

Untuk menghindari suasana canggung atau Anda malah jadi salting (salah tingkah), jangan dulu bawa pacar masuk ke lingkungan pertemanan. Setidaknya sampai Anda benar-benar yakin sang sahabat sudah move on, atau bahkan sudah punya pacar baru.

4. Tidak perlu mengumumkan kalian sudah resmi pacaran

Tidak semua orang bisa memaklumi keputusan orang yang pacaran dengan mantan pacar sahabat sendiri.

Maka untuk bermain aman, Anda tidak perlu menggembar-gemborkan hubungan Anda dengan mantannya sahabat ke masyarakat umum. Selain untuk menghindari gosip dan fitnah, ini juga bisa menjaga citra diri Anda yang memang bukan perebut kekasih orang.

Tahan dulu sementara sampai Anda dan si pacar baru sudah berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca