Hati-hati, Berolahraga Terlalu Berat Dapat Mengacaukan Siklus Menstruasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Siklus menstruasi pada umumnya berlangsung setiap 21 hingga 35 hari sekali. Namun, ada sebagian wanita yang siklus haidnya tak teratur. Beberapa faktor seperti kadar hormon, kondisi kesehatan, dan kondisi emosional kerap menjadi penyebab haid tidak teratur. Namun, tak hanya itu. Aktivitas menguras tenaga seperti berolahraga terlalu intens pun bisa menjadi penyebabnya. Apa alasannya?

Siklus menstruasi tidak teratur dipengaruhi oleh intensitas olahraga Anda

Berolahraga saat haid memang lebih bermanfaat daripada tidak berolahraga sama sekali. Olahraga bisa mengurangi rasa kram atau dismenore yang sering dialami oleh wanita ketika hari pertama datang bulan. Selain itu, latihan yang intens selama haid akan memperlancar sirkulasi darah sehingga mengurangi sakit dan nyeri akibat kekurangan darah. Bahkan, olahraga membantu Anda mengendalikan nafsu makan. Namun olahraga yang kurang tepat justru bisa membuat siklus menstruasi tidak teratur. Olahraga seperti apa yang bisa membantu melancarkan atau menghambat siklus menstruasi?

1. Terlalu sedikit olahraga

Jika Anda termasuk wanita yang jarang sekali berolahraga, Anda berisiko untuk mengalami nyeri haid yang cukup menyakitkan. Karena itu, mulailah berolahraga rutin pelan-pelan dan secara bertahap. Misalnya berjalan cepat atau jogging santai. Melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel atau mencuci baju adalah salah satu usaha agar Anda dapat hidup lebih aktif yang tentunya bermanfaat bagi kesehatan Anda. 

2. Olahraga sedang-sedang saja

Wanita yang tingkat intensitas olahraganya termasuk sedang-sedang saja, umumnya siklus menstruasi berjalan normal. Anda juga akan terhindar dari dismenorrhea dan PMS. Anda bisa tambahkan variasi latihan selama 45 menit sampai satu jam setiap sesinya, seperti olahraga kardio, pilates, menari, yoga, atau stretching. Dengan melakukannya lebih dari tiga kali seminggu membuat tubuh Anda lebih sehat dan siklus menstruasi teratur.

3. Olahraga terlalu berat hingga menguras tenaga

Wanita yang berolahraga terlalu sering atau terlalu berat biasanya siklus menstruasinya sering tertunda, apalagi jika tidak diikuti dengan asupan nutrisi yang cukup. Saat kadar lemak dalam tubuh turun hingga di bawah 20 persen, siklus menstruasi Anda pun menjadi tidak teratur. Anda bisa mengatasinya dengan asupan kalori sekitar 20-25 persen dari biasanya selama masa haid. Jika dalam kondisi inilah olahraga pengaruhi siklus menstruasi Anda.

Lalu, apakah olahraga saat menstruasi dilarang?

Olahraga saat menstruasi sebenarnya tidak dilarang, namun Anda harus mengetahui kemampuan tubuh Anda sendiri, jangan memaksakan diri Anda untuk berolahraga karena setiap wanita memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda.

Jika Anda adalah seorang atlet wanita, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga ahli medis seperti ahli gizi untuk menanyakan asupan nutrisi yang tepat untuk Anda. Atlet wanita yang memiliki masalah dengan siklus menstruasinya biasanya karena tidak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dengan kegiatan latihan sebelum dan sesudah pertandingan yang cenderung berat. Sederhananya, ‘dengarkan’ tubuh Anda, jika Anda sudah mulai kelelahan saat melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat, segera hentikan dan istirahat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit