Menelan sperma sering kali masih dipertanyakan keamanannya. Ada yang mengatakan boleh-boleh saja ditelan, ada juga yang khawatir dan memutuskan tidak melakukannya. Perasaan jijik ketika memikirkannya mungkin salah satu faktor yang menghalangi Anda untuk menelan sperma. Jika Anda pikir lebih lanjut, protein dan vitamin C yang ada pada sperma seharusnya baik untuk tubuh, namun kemungkinan untuk mengidap infeksi menular seksual juga besar. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan sperma, mari kita lihat selengkapnya di bawah ini.

Bolehkah saya menelan sperma?

Ya, tapi sebelum Anda melakukannya, sebaiknya Anda dan pasangan Anda diuji terlebih dahulu untuk infeksi menular seksual alias penyakit kelamin Jika Anda atau pasangan Anda belum diuji, maka Anda disarankan untuk menggunakan kondom saat seks oral dan juga dilarang untuk membuat kontak dengan sperma. Sebagian besar sperma adalah air. Selain itu ada juga protein dan asam amino, gula (fruktosa dan glukosa), mineral (zinc dan kalsium), vitamin C, dan beberapa nutrisi lainnya. Jika sperma termakan, maka ia akan dicerna di dalam perut dengan cara yang sama seperti memproses makanan.

Manfaat menelan sperma

Sperma memiliki senyawa yang dapat meningkatkan suasana hati, seperti kortisol, estrone, oksitosin, tiroliberin, prolaktin, melatonin, dan serotonin. Untuk alasan ini, para ilmuwan mulai mempelajari manfaat kesehatan dari menelan sperma, seperti berikut ini:

1. Membantu kehamilan

Dalam sebuah studi di Belanda, perempuan yang terlibat dalam seks oral dan menelan sperma pasangannya telah dihubungkan dengan rendahnya risiko preeklampsia. Salah satu hipotesis untuk ini adalah bahwa zat dalam sperma menyesuaikan sistem kekebalan tubuh ibu, sehingga ia menerima protein yang ada di dalam sperma, dan juga dalam plasenta dan janin. Ini mempertahankan tekanan darah pada tingkat yang rendah, dengan begitu, risiko preeklampsia juga rendah.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa beberapa wanita menjadi tidak subur atau mengalami keguguran karena adanya antibodi yang merusak protein atau antigen pada air mani pasangan mereka. Dengan melakukan oral seks dan menelan sperma, maka hal itu dapat membantu kehamilan untuk lebih aman dan lebih sukses sebagai wanita yang menelan antigen pasangannya.

Studi yang dilakukan oleh ahli reproduksi dan psikolog Gordon Gallup, menunjukkan bahwa menelan sperma dapat memberikan pertolongan untuk morning sickness alias mual-mual dan muntah selama hamil. Gordon menduga bahwa wanita hamil muntah akibat penolakan materi genetik dalam sperma oleh tubuh, tapi dengan menelan sperma dari ayah bayi, mereka dapat membangun kekebalan.

2. Membantu ovulasi

Dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Saskatchewan, protein dalam sperma ditemukan untuk bertindak pada otak perempuan untuk menginduksi ovulasi dan protein yang merupakan molekul pengontrol pertumbuhan, pemeliharaan, dan kelangsungan hidup neuron. Temuan ini menunjukkan bahwa sperma dapat bekerja sebagai hormon sinyal yang bertindak melalui hipotalamus dan hipofisis kelenjar otak perempuan. Hal itu memicu pelepasan hormon lain yang terlibat dalam mendorong ovulasi.

3. Menyehatkan rambut

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sperma yang diambil dari sapi jantan dapat memulihkan rambut yang rusak. Dari penelitian sebut, munculah penemuan yang menyatakan bahwa protein dalam sperma dapat melengkapi protein molekul rambut.

Risiko menelan sperma

Sperma dapat berisi beberapa virus yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Beberapa contoh umum dari infeksi menular seksual adalah HIV (human immunodeficiency virus), hepatitis B dan C, herpes, dan chlamydia. Risiko penularan penyakit menular seksual melalui seks oral lebih tinggi jika ada luka terbuka di mulut atau jika Anda memiliki gingivitis dan gusi berdarah. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui kontak dengan sperma yang terinfeksi jika ada luka terbuka di dalam mulut.

1. Kemungkinan tertular HPV

Human papilloma virus (HPV) telah muncul sebagai masalah serius dalam kaitannya dengan seks oral. Virus ini dapat menyebabkan kanker serviks, kanker dubur, dan pertumbuhan tumor lainnya seperti kutil kelamin. Pada tahun 2013, beberapa penelitian menyatakan bahwa virus tersebut dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Pada tahun 2010, kajian multinasional yang diterbitkan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa kejadian karsinoma sel skuamosa orofaringeal terkait dengan HPV. Artikel tersebut tersirat bahwa HPV menyebar melalui hubungan seks, tetapi secara khusus, oral seks.

2. Kemungkinan tertular chlamydia dan gonore

Penularan chlamydia dan gonore melalui seks oral baru-baru ini juga menjadi perhatian. Pada Mei 2011, sebuah studi pekerja seks komersial perempuan menunjukkan bahwa satu dari 25 pekerja memiliki chlamydia di tenggorokan mereka. Selain itu, satu dari 50 pekerja seks juga memiliki gonorre pada tenggorokan mereka.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca