Seperti Apa Proses Pemasangan IUD atau KB Spiral?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

IUD alias KB spiral adalah salah satu alat kontrasepsi yang sudah terbukti 99% efektif mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis KB spiral, baik hormonal maupun yang non-hormonal. Nah, alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina. Namun, tahukah Anda bagaimana cara pasang KB spiral? Sebelum Anda memantapkan hati untuk menggunakannya, sebaiknya ketahui lebih dulu bagaimana proses pemasangan IUD berikut ini.

Langkah-langkah pemasangan IUD di dokter

Jika Anda ingin melakukan pemasangan IUD, ada baiknya jika Anda mencari tahu cara pasang kb spiral tersebut terlebih dahulu. Agar lebih jelas, simak proses pemasangan IUD berikut ini.

1. Persiapan sebelum pemasangan IUD

dokter kandungan

Sebelum pemasangan IUD dilakukan, petugas medis atau dokter akan memberikan Anda obat pereda nyeri seperti ibuprofen satu jam sebelumnya. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit seperti kram atau rasa tak nyaman lain yang mungkin terjadi saat pemasangan IUD dilakukan.

Pasalnya, melansir Planned Parenthood, sebagian besar orang akan merasakan kram perut atau rasa sakit saat pemasangan IUD. Bahkan, rasa sakit yang Anda rasakan mungkin akan terasa amat sangat sakit. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena rasa sakit tersebut mungkin hanya bertahan 1-2 menit saja.

Selain itu, Anda juga perlu menanyakan kepada dokter apakah ada persediaan pembalut atau tidak. Anda juga bisa membawanya sendiri dari rumah. Hal ini dilakukan untuk membantu Anda jika terjadi perdarahan setelah pemasangan IUD.

Sembari menunggu jadwal pemasangannya, dokter akan menjelaskan lebih dulu pada Anda mengenai langkah-langkah prosedurnya serta menjawab setiap pertanyaan yang mungkin Anda miliki tentang prosesnya.

Saat Anda sudah berada di dalam ruangan tindakan

Dokter mungkin akan melakukan tes kehamilan jika Anda sedang tidak menstruasi. Hal ini untuk memastikan bahwa Anda memang sedang tidak memiliki kemungkinan untuk hamil dalam waktu dekat.

Selanjutnya, dokter atau petugas medis akan melakukan pemeriksaan bimanual. Caranya dengan memasukkan dua jari ke dalam vagina dan menempatkan tangan satunya di atas perut Anda untuk mengetahui posisi, ukuran, dan pergerakan rahim.

Dengan begitu, dokter akan mengetahui kondisi rahim Anda dan bisa mengetahui jika terjadi infeksi di dalam rahim.

Proses menstabilkan dan mengukur saluran rahim

vaksin suntik

Selanjutnya, cara yang dilakukan dokter saat pasang kb spiral ini adalah membuka lebar vagina menggunakan alat yang disebut dengan spekulum. Alat ini dimasukkan ke dalam vagina agar vagina terbuka lebar. Vagina kemudian akan dibersihkan dengan larutan antiseptik untuk mencegah infeksi.

Proses dilanjutkan dengan penyuntikkan anestesi lokal ke leher rahim (serviks) supaya rasa nyeri berkurang sementara tenaculum (alat penstabil serviks) dipasang.

Kemudian, sebuah alat steril yang disebut uterine sound atau aspirator endometrium juga akan dimasukan untuk mengukur kedalaman rahim. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemasangan IUD bisa dilakukan hingga kedalaman 6-9 cm. Jika kedalaman rahim kurang dari 6 cm, maka IUD tidak boleh dimasukkan.

Proses pengukuran rahim

Tepat sebelum pemasangan IUD dilakukan, dokter akan mengukur rahim Anda terlebih dahulu. Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan alat bernama sound uterine untuk mengukur panjang dan mengetahui arah kanal serviks dan rahim Anda.

Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari risiko terdapat lubang pada rahim karena pemasangan IUD. Biasanya, kondisi ini mungkin terjadi saat cara pasang KB spiral yang dilakukan salah. Saat proses ini berlangsung, dokter akan memastikan untuk menghindari kontak langsung dengan vagina.

Alat yang digunakan untuk mengukur memiliki ujung yang berbentuk bulat sehingga kemungkinan terdapat lubang karena alat ini pun kecil.

2. Proses pemasangan IUD

efek samping IUD

Setelah kedalaman rahim diketahui, sound uterine akan dikeluarkan. Dokter atau petugas medis akan menyiapkan IUD yang dibengkokkan bagian lengannya. Kemudian, IUD akan dimasukkan pada inserter khusus berupa tabung yang dimasukkan lewat vagina.

Setelah sampai di kedalaman rahim yang tepat, IUD akan didorong keluar dari tabung. Bagian lengan IUD yang bengkok akan kembali ke arah semula membentuk huruf T.  Setelah itu, inserter, tenakulum, dan spekulum akan dikeluarkan dari vagina.

Pemasangan IUD sebenarnya hanya butuh beberapa menit, tidak rumit, dan tidak menyakitkan. Anda mungkin mengalami beberapa gejala efek samping seperti muntah hingga pingsan. Namun, hal ini tidak akan berlangsung terus-menerus dan tidak mengharuskan Anda melepaskan IUD saat itu juga. Efek samping pemasangan IUD ini pun tidak akan memengaruhi efektivitas alat kontrasepsi ini.

Biasanya, wanita yang mengalami efek samping dari pemasangan IUD ini adalah wanita yang mungkin belum pernah hamil, hanya pernah hamil satu atau dua kali, atau wanita yang jarak antara kehamilan pertamanya dengan penggunaan IUD sudah cukup lama.

3. Setelah pemasangan IUD berhasil dilakukan

Saat cara pasang KB spiral ini sudah berhasil dilakukan, tabung, tenaculum, hingga spekulum harus dikeluarkan dari dalam vagina. Hanya KB spiral saja yang berada di dalamnya. KB spiral ini dilengkapi dengan benang tipis yang akan dibiarkan dokter bergelantungan dari leher rahim hingga vagina.

Biasanya, benang ini akan dipotong dan hanya disisakan hingga 1-2 inci saja. Anda mungkin tidak bisa melihat benang ini dari luar vagina. Namun, jika Anda memasukkan satu jari ke dalam vagina, Anda akan merasakan keberadaan benang tersebut. Cara ini akan dilakukan untuk memeriksa benang IUD masih berada di tempatnya.

Saat melakukan pemasangan IUD, pastikan juga bahwa Anda tahu merek IUD apa yang digunakan oleh dokter. Dokter akan memberikan Anda kartu penjelasan yang berisikan berbagai informasi yang Anda butuhkan. Jika dokter tidak memberikan kartu informasi tersebut, Anda bisa mencatat segala penjelasan yang diberikan oleh dokter secara langsung saat pemasangan KB spiral.

Rasa tidak nyaman yang mungkin dirasakan setelah pemasangan IUD

Sebenarnya, tidak semua wanita akan mengalami rasa tak nyaman setelah IUD selesai dipasang. Namun, Anda juga tidak bisa memprediksi apakah Anda sudah pasti tidak merasakan rasa sakit atau tak nyaman setelah KB spiral ini dipasang.

Maka itu, akan lebih bijak jika saat pemasangan KB spiral, Anda ditemani atau didampingi oleh keluarga atau teman. Setidaknya, ada yang bisa mengantarkan Anda pulang ke rumah setelah pemasangan alat kontrasepsi ini. Pasalnya, bisa saja Anda kesulitan untuk pulang sendiri ke kediaman Anda.

Namun, sekali lagi, Anda tidak perlu merasa khawatir jika mengalami rasa yang tak nyaman. Pasalnya, rasa kram atau rasa sakit yang Anda rasakan selepas pemasangan KB spiral hanya bersifat sementara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

Menjaga kesehatan sistem reproduksi bukan cuma urusan wanita. Sama penting bagi pria untuk memelihara organ reproduksinya agar bisa mendapat keturunan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

Lupa Minum Pil KB? Ini yang Harus Anda Lakukan

Minum pil KB harus rutin sesuai jadwal agar efeknya maksimal. Namun, bagaimana kalau lupa minum pil KB? Apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Seks & Asmara 2 Mei 2019 . Waktu baca 6 menit

Selain Pil KB, Alat Kontrasepsi Ini Juga Bisa Bikin Payudara Makin Besar

Ketika menggunakan alat kontrasepsi tertentu, payudara Anda mungkin tampak membesar. Lantas, bagaimana bisa alat KB bikin payudara membesar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Intip Cara Kerja Gel Kontrasepsi, Terobosan Baru Alat KB untuk Pria

Baru-baru ini dikembangkan gel kontrasepsi pencegah kehamilan untuk pria. Namun, efektif dan amankah? Lantas, bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 8 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vasektomi dan tubektomi

Vasektomi dan Tubektomi, Sterilisasi untuk Mencegah Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
mencegah hamil setelah berhubungan

Mungkinkah Mencegah Hamil Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
kb non hormonal

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
kb pandemi covid-19

Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit