Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berapa kali Anda mengonsumsi tontonan atau bacaan pornografi dalam seminggu? Masih wajar atau sudah berlebihan? Hati-hati kalau Anda sudah kecanduan pornografi. Masalahnya, para ahli mengingatkan bahwa Anda berisiko mengalami disfungsi ereksi atau impotensi kalau sudah kecanduan pornografi. Bagaimana bisa, ya? Seberapa besar risikonya? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini!

Apakah kecanduan pornografi sebabkan disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah gangguan seksual di mana penis tidak bisa mengeras atau menegang (mencapai ereksi). Untuk mencapai ereksi, penis membutuhkan aliran darah yang cukup deras dan banyak. Ada beberapa penyebab disfungsi ereksi. Di antaranya adalah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Disfungsi ereksi juga bisa diakibatkan oleh rasa gugup, cemas, dan stres berlebih. Secara medis, memang kecanduan pornografi tak menyebabkan disfungsi ereksi secara langsung. Pasalnya, sering menonton pornografi dalam jangka panjang tidak akan menghambat aliran darah menuju penis.

Akan tetapi, para ahli menyatakan bahwa kecanduan film porno memang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami disfungsi ereksi. Ini karena ereksi tak cuma diatur oleh aliran darah menuju penis, melainkan juga diatur oleh otak. Kecanduan pornografi akan mengubah sistem otak Anda sehingga fungsi ereksi terganggu.

Hubungan antara pornografi dan disfungsi ereksi

Jika kecanduan pornografi tak menyebabkan disfungsi ereksi secara langsung, lantas apa kaitan pornografi dengan disfungsi ereksi? Berikut penjelasannya dari para ahli.

1. Pornografi menurunkan gairah seks

Seorang pakar psikologi klinis sekaligus terapis asal Amerika Serikat (AS), Nikki Martinez menjelaskan bagaimana menonton film porno justru memadamkan hasrat seseorang. Masturbasi karena pornografi mampu melepaskan dan memuaskan gairah Anda tanpa seks sesungguhnya dengan pasangan.

Jika Anda terlalu sering masturbasi sambil menikmati pornografi, tubuh Anda merasa sudah cukup meluapkan gairah seksual tersebut. Ketika tiba saatnya Anda berhubungan seks dengan pasangan, Anda sebenarnya sudah tidak memendam hasrat lagi. Akibatnya, Anda kehilangan gairah bercinta. Fakta ini juga berhasil dibuktikan dalam sebuah penelitian oleh Italian Society of Andrology and Sexual Medicine tahun 2011.

2. Pornografi bikin kebal terhadap rangsangan

Kecanduan menonton film porno juga bisa membuat Anda jadi tak peka lagi terhadap rangsangan seksual. Dijelaskan oleh seorang psikolog dari Morningside Recovery Center di AS, Elizabeth Waterman, tubuh akan memproduksi hormon dopamin yang berlimpah saat menonton pornografi. Dopamin akan dibaca oleh otak sebagai sinyal rangsangan seksual.

Namun karena tubuh Anda sudah keseringan mendapat pasokan dopamin, protein reseptor khusus dalam otak yang bertugas untuk menangkap sinyal dari hormon jadi kebal. Reseptor pun membutuhkan dopamin dalam jumlah yang lebih banyak lagi baru efeknya bisa terasa. Akibatnya saat Anda berhubungan seks atau masturbasi, Anda jadi sulit terangsang, apalagi sampai penis ereksi cukup keras. Padahal Anda sudah menerima rangsangan seksual yang cukup intens, misalnya ketika foreplay dengan pasangan.

3. Meningkatkan kecemasan dan rasa tidak percaya diri

Dr. David B. Samadi, seorang pakar urologi dari Lenox Hill Hospital di AS menjabarkan bahwa konsumsi pornografi berlebihan justru bikin seseorang jadi cemas. Pasalnya, pornografi jauh berbeda dari kenyataan. Harapan Anda terhadap seks jadi tidak realistis, sehingga Anda justru tak mendapatkan kepuasan dari seks sesungguhnya. Anda pun merasa cemas kalau Anda tak bisa memenuhi ekspektasi atau orgasme layaknya di film porno. Padahal, kecemasan adalah salah satu penyebab disfungsi ereksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit