home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Video Porno Bisa Merusak Otak Anda?

Bagaimana Video Porno Bisa Merusak Otak Anda?

Semakin mudahnya mengakses konten pornografi dapat membawa dampak negatif secara psikologis dan perilaku seseorang. Tidak terhitung hasil kriminal pemerkosaan yang terjadi karena konten pornografi yang tersebar melalui internet. Ada satu pernyataan menarik dari salah satu mantan Menteri Komunikasi dan Informasi yang mengatakan bahwa konten pornografi membawa dampak buruk pada kesehatan pengakses. Bagaimana video porno bisa merusak otak? Simak ulasannya.

Bagaimana video porno bisa merusak otak?

Dari total pencarian dengan semua keyword di internet, 25 persen di antaranya atau sekitar 68 juta setiap harinya berhubungan dengan pornografi. Hal tersebut dapat dijadikan acuan pernyataan bahwa manusia di era internet sangat mudah atau juga bahkan sudah menjadi seorang pecandu konten porno di internet.

Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak. Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan. Striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi.

Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual.

Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno.

Penelitian yang membuktikan kerusakan otak akibat pornografi

Menurut penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry tahun 2014, menonton pornografi secara teratur dapat menumpulkan respon terhadap rangsangan seksual dari waktu ke waktu.

Sementara itu, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrem untuk bisa terangsang.

Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa. Peneliti menyimpulkan, pornografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.

Ahli Bedah Otak dari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit, karena dapat mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak.

Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar-gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Dr. Mark Kastelmen memberi nama pornografi sebagai visual cocain atau narkoba lewat mata. Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex (PFC) yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.

Kerusakan otak pecandu pornografi lebih parah dibandingkan dengan pencandu narkoba

Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan atau kecanduan mampu merusak lima bagian otak. Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti mengatakan bahwa lebih susah untuk menghilangkan kecanduan konten pornografi (khususnya yang dari internet), dibandingkan kecanduan narkoba.

Ketika seseorang telah menjadi pecandu konten pornografi, maka ada satu protein yang terbentuk alami di dalam tubuh yaitu yang disebut dengan DeltaFosB. Akumulasi dari DeltaFosB ini akhirnya memicu perubahan dalam otak secara perlahan-lahan.

Pernyataan serupa juga datang dari seorang ahli saraf dari Universitas California, Dr. Gary Lynch yang mengatakan bahwa ketika adegan porno ditangkap oleh mata manusia, maka secara otomatis akan direspon dan diteruskan ke dalam lapisan struktur dalam otak.

Hanya melihat konten atau video porno dalam waktu setengah detik saja, maka dalam waktu lima sampai sepuluh menit akan menghasilkan perubahan struktural yang dapat merusak otak. Hal inilah yang menyebabkan video porno bisa merusak otak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Brain Structure and Functional Connectivity Associated With Pornography ConsumptionThe Brain on Porn. http://jamanetwork.com/journals/jamapsychiatry/fullarticle/1874574?utm_source=Silverchair%20Information%20Systems&utm_medium=email&utm_campaign=JAMAPsychiatry:OnlineFirst05/28/2014. Accessed 10/03/2017.

New Research Reveals What Porn Actually Does to Your Brain. https://mic.com/articles/90193/new-research-reveals-what-porn-actually-does-to-your-brain#.R8XwLEMQs. Accessed 10/03/2017.

Watching pornography damages men’s brains.

http://www.telegraph.co.uk/science/2016/03/14/watching-pornography-damages-mens-brains/.  Accessed 10/03/2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 26/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x