Apa Bisa Tertular Penyakit Kelamin Karena Menelan Sperma?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/04/2018
Bagikan sekarang

Berhubungan intim bersama pasangan adalah kegiatan yang menyenangkan dan memiliki sederet manfaat bagi kesehatan. Berbagai variasi kenikmatan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan seks oral (merangsang penis dengan mulut). Namun, banyak wanita yang merasa khawatir akan efek menelan sperma saat melakukan seks oral. Bisakah tertular penyakit kelamin setelah menelan sperma? Berikut penjelasannya.

Sebenarnya apa saja kandungan sperma?

Cairan yang keluar dari penis saat ejakulasi sebenarnya adalah air mani. Nah, air mani mengandung sel sperma, yaitu sel yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur wanita agar bisa hamil. Karena itulah banyak orang yang menyebut air mani sebagai sperma, padahal sperma itu sendiri hanyalah satu dari sekian banyak kandungan air mani.

Dalam satu kali ejakulasi, seorang pria bisa mengeluarkan sekitar 200 hingga 500 juta sel sperma dari testis atau sekitar 2 hingga 5 persen dari komposisi air mani secara keseluruhan. Selain sel sperma, air mani mengandung lebih dari 50 senyawa berbeda, di antaranya:

  • Fruktosa
  • Asam askorbat
  • Zink
  • Kolesterol
  • Protein
  • Kalsium
  • Klorin
  • Magnesium
  • Asam sitrat
  • Vitamin B12
  • Fosfor
  • Natrium
  • Vitamin C
  • Asam laktat

Selain itu, air mani juga mengandung protein antimikroba yang dapat melawan bakteri, virus, dan jamur.

Bisakah tertular penyakit kelamin karena menelan sperma?

Dilihat dari kandungannya, sperma tidak bahaya kalau ditelan. Sperma tidak mengandung zat beracun yang dapat membahayakan kesehatan seseorang yang menelannya, dengan catatan air mani dan sel sperma di dalamnya dalam keadaan sehat dan bersih.

Lain halnya jika Anda menelan sperma dari pasangan yang terinfeksi penyakit kelamin. Risiko menelan sperma dari orang dengan penyakit kelamin tergantung jenis penyakit kelamin yang dimiliki, tingkat keparahan penyakitnya, dan area yang terinfeksi.

Oleh karena itu, menelan sperma bisa menularkan penyakit kelamin, jika pria positif punya penyakit kelamin dan perempuan atau yang melakukan seks oral memiliki luka terbuka (misalnya sariawan) pada bibir, mulut, dan gusinya. Virus bisa masuk melalui luka tersebut sehingga akhirnya menularkan penyakit kelamin.

Bahkan menelan sperma dari orang yang memiliki penyakit kelamin seperti klamidia, gonore (kencing nanah), sifilis, kutil kelamin (karena virus HPV) dan herpes genital bisa membuat Anda tetap tertular walaupun Anda tidak punya luka di mulut.

Sebuah penelitian dalam British Medical Journal menyatakan bahwa kejadian kanker orofaringeal (kanker di daerah tenggorokan) meningkat akibat penyebaran virus HPV melalui seks oral.

Jadi bolehkah melakukan seks oral?

Sebetulnya bukan berarti Anda dan pasangan tidak boleh mencoba seks oral sama sekali. Yang penting adalah Anda selalu memastikan keamanannya. Caranya bagaimana? Anda dan pasangan harus sama-sama melakukan tes penyakit kelamin dulu. Bila Anda berdua sama-sama dinyatakan bersih dari virus, bakteri, atau jamur apa pun, silakan saja melakukan seks oral.

Sedangkan kalau Anda masih ragu apakah Anda dan pasangan punya penyakit atau tidak, tetap gunakan kondom selama seks oral. Masalahnya, beberapa penyakit kelamin tidak menunjukkan tanda dan gejala tertentu. Anda dan pasangan pun mungkin tidak menyadari bahwa salah satu dari Anda (atau dua-duanya) ternyata memiliki penyakit kelamin.

Selain kondom, Anda juga bisa menggunakan dental dam setiap kali melakukan seks oral. Jika Anda mengetahui pasangan positif terinfeksi penyakit kelamin, usahakan untuk tidak menelan spermanya untuk mencegah penularan penyakit karena kenikmatan tetap bisa diraih tanpa perlu menelan sperma.

Hati-hati juga untuk tidak menggigit atau melukai penis pasangan dengan gigi Anda. Ingat, luka yang terbuka semakin meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020