Impotensi di Usia Senja Bisa Dicegah Dengan 5 Langkah Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi di mana penis pria tidak bisa ereksi (menegang) secara maksimal ketika mendapat rangsangan. Disfungsi ereksi ini umumnya menyerang pria dengan usia lanjut dan disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan tertentu. Antara lain yang bisa menyebabkan impotensi adalah penyakit yang berhubungan dengan aliran darah seperti stroke, diabetes, hipertensi, serta pengaruh konsumsi obat-obatan dan alkohol. Lalu adakah cara mencegah impotensi di usia senja? Simak penjelasannya di bawah ini.

Berbagai cara untuk mencegah impotensi

1. Kendalikan tekanan darah dan kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang mengalirkan darah ke penis agar bisa ereksi dengan maksimal. Bila di usia muda tekanan darah dan kadar kolesterol Anda sudah mulai di atas batas normal, silakan konsultasi rutin ke dokter. Pastikan dokter memantau kadar kolesterol dan tekanan darah Anda.

Jika Anda terlanjur mengalami kondisi kolesterol atau tekanan darah yang sudah tinggi, Anda bisa menggunakan beberapa obat-obatan. Perlu diperhatikan juga bahwa obat tekanan darah ada yang berdampak pada kemampuan ereksi Anda. Maka, penting untuk selalu konsultasi ke dokter untuk menemukan pilihan perawatan dan obat terbaik untuk kesehatan Anda.

2. Jaga pola makan

Pola makan atau diet yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab impotensi. Untuk mencegah impotensi, ada baiknya perbaiki pola makan Anda dari sekarang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan makanan berlemak, makanan yang digoreng, serta jarang makan buah dan sayur bisa memicu risiko impotensi pada pria. Makanan tidak sehat tersebut bisa menyebabkan aliran darah ke penis jadi terhambat.

Dr. Andrew McCullough, dosen urologi di Langone Medical Center New York University mengatakan bahwa ada penelitian terbaru yang menyarankan bahwa diet Mediterania baik untuk mencegah impotensi. Diet ini menganjurkan fokus untuk makan makanan seperti buah-buahan, sayuran, gandum utuh, lemak sehat dari kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan.

3. Batasi minuman beralkohol

Alkohol dapat memengaruhi hormon testosteron pria, yang mengakibatkan gairah seks Anda menurun dan kemampuan penis ereksi pun terganggu.

Ketika Anda mengonsumsi alkohol, ini dapat mengacaukan sinyal otak agar darah tetap mengalir ke penis. Karena penerimaan sinyal otak, penis, dan darah kacau, maka ereksi tidak akan berjalan baik dan tidak bisa bertahan lama juga.

Dr. Ira Sharlip, seorang dosen urologi di University of California San Francisco School of Medicine mengatakan bahwa minum alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan organ hati, kerusakan saraf, serta mengganggu keseimbangan normal kadar hormon seks pria yang bisa berujung pada impotensi di usia senja. 

4. Rajin olahraga

Kurang gerak dan olahraga bisa memicu pria terkena disfungsi ereksi. Maka untuk mencegah impotensi Anda disarankan untuk berolahraga rutin. Disarakan untuk melakukan olahraga seperti berlari, berenang, dan olahraga aerobik lainnya yang bisa membantu melancarkan aliran darah.

Bagi pria tidak disarankan untuk bersepeda terlalu lama setiap harinya. Sebab duduk di jok sepeda yang cukup keras selama berjam-jam setiap hari dapat memberi tekanan berlebihan pada area perineum, yaitu bagian antara skrotum dan anus. Pembuluh darah dan saraf di sekitar penis dan selangkangan bisa terganggu oleh tekanan akibat duduk di jok sepeda terlalu lama setiap hari. Hal ini lantas bisa menganggu aliran pembuluh darah penis hingga menyebabkan impotensi.

5. Berhenti merokok

Merokok berarti membawa zat nikotin masuk ke aliran darah. Zat ini dapat merusak pembuluh darah dan menahan aliran darah ke penis. Maka ini bisa menjadi penyebab penis Anda tidak bisa ereksi secara maksimal. 

Jangan tunggu sampai terlambat, lebih baik segera hentikan kebiasaan merokok sedini mungkin untuk mencegah impotensi di usia lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit