Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski pasti akan datang cepat atau lambat, menopause masih menjadi momok bagi banyak perempuan yang mulai memasuki usia 40-an. Untungnya, beredar kabar baik yang memperlihatkan bahwa berhubungan seks lebih rutin dapat menjadi salah satu cara untuk memperlambat menopause. Bagaimana penjelasannya?

Berhubungan seks memperlambat datangnya menopause

Kabar tersebut berawal dari sebuah penelitian oleh tim Universitas Kolese London yang diterbitkan pada jurnal Royal Society Open Science. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah frekuensi aktivitas seksual berpengaruh terhadap kemungkinan cepat atau lambatnya seseorang mengalami menopause.

Tim peneliti menganalisis data dari 2,936 peserta perempuan dengan rata-rata usia 45 tahun. Data diambil dengan mewawancarai peserta seputar kegiatan seksual yang telah dilakukan selama enam bulan terakhir. Tidak hanya hubungan seks penetratif, aktivitas lainnya seperti seks oral dan masturbasi juga diperhitungkan dalam penelitian ini.

Data lain seputar kondisi kesehatan peserta yang mungkin akan berpengaruh pada hormon seperti kadar estrogen, BMI, dan usia saat menstruasi pertama turut menjadi pertimbangan.

Sebanyak 78% dari seluruh peserta telah menikah atau berada dalam sebuah hubungan, sedangkan 68% peserta tinggal bersama pasangannya. Sekitar 46% peserta telah memasuki masa perimenopause.

Berdasarkan data dari wawancara yang pertama, 64% wanita mengaku terlibat dalam beberapa jenis aktivitas seksual setiap minggunya.

Peneliti kembali melakukan wawancara lanjutan kepada peserta berjarak 10 tahun dari wawancara pertama. Pada wawancara kedua, rata-rata usia peserta telah mencapai 52 tahun dengan 45% di antaranya telah mengalami menopause.

Dari sana terlihat hasil bahwa perempuan yang rutin melakukan hubungan seks setiap minggu memiliki risiko sebesar 28% lebih rendah terhadap menopause di usia dini. Sedangkan perempuan yang melakukan hubungan seks setiap bulan menurunkan risiko sebesar 19 persen.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

seks saat menopause

Megan Arnot, seorang kandidat PhD di Universitas Kolese London yang merupakan salah satu dari tim peneliti menjelaskan, adanya potensi seks untuk memperlambat menopause mungkin masih berhubungan dengan tingkat energi yang siap dikeluarkan tubuh saat berovulasi.

Ketika seorang perempuan tidak melakukan hubungan seks, maka tidak ada kemungkinan kehamilan akan terjadi. Ovulasi sendiri merupakan proses yang membutuhkan banyak energi sehingga bisa saja efeknya memperburuk fungsi kekebalan tubuh. Jika tidak ada aktivitas seksual yang terjadi, maka tubuh pun memilih menggunakan energinya untuk hal yang lain.

Intinya, semakin sering seseorang berhubungan seks, semakin sering tubuhnya akan bersiap-siap dengan segala kemungkinan untuk hamil. Lain hal jika seseorang lebih jarang melakukannya, mekanisme tubuh yang bekerja untuk membuat kehamilan terjadi pun tidak bekerja dan akan berada dalam kondisi yang tidak aktif.

Haruskah lebih rutin berhubungan seks agar memperlambat menopause?

Penularan hepatitis C melalui hubungan seksual

Tidak ada aturan pasti seberapa sering seseorang harus berhubungan seksual. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2015 menemukan bahwa pasangan yang rutin melakukan aktivitas seks minimal satu kali per minggu memiliki hubungan yang lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang.

Sayangnya semakin bertambah usia, sering kali melakukan hubungan seksual dianggap sebagai sesuatu yang melelahkan. Terutama jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja atau telah memiliki anak, menyisakan waktu untuk berdua mungkin jadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya.

Berhubungan seks lebih rutin memang sudah terbukti bisa membantu Anda memperlambat datangnya menopause, tapi ini bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan. Penelitian di atas hanya menunjukkan adanya hubungan di antara seks dan menopause. Cepat atau lambatnya menopause juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan pola hidup Anda sehari-hari.

Jika Anda ingin menunda menopause, ada baiknya Anda juga melakukan upaya untuk menjaga kesehatan seperti menghentikan kebiasaan merokok dan makan makanan bernutrisi. Beberapa yang dipercaya bisa bantu menunda menopause adalah makanan yang mengandung antioksidan dan karbohidrat kompleks yang bisa meningkatkan produksi estrogen.

Ingatlah, menopause merupakan hal alami yang pasti akan terjadi di kemudian hari. Terlepas kapan menopause akan datang menghampiri Anda, berfokus untuk menjalani hidup yang sehat dan bahagia tetap menjadi hal yang penting.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit