Waspadai 7 Penyakit Ini Jika Anda Memiliki Benjolan Pada Testis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Menemukan benjolan pada testis nampaknya jadi salah satu hal yang paling menakutkan bagi kaum pria. Pasalnya, testis memiliki peran yang vital dalam perkembangan dan fungsi seksual seorang pria. Ada beberapa kemungkinan penyebab benjolan testis, termasuk cedera, cacat lahir, infeksi dan faktor lainnya. 

Berbagai penyebab munculnya benjolan pada testis

1. Varikokel

Jenis benjolan testis ini adalah tipe yang paling umum terjadi pada pria. Biasany,a benjolan ini berada di atas testis ataupun pada bagian kiri skroktum. Varikokel disebabkan karena pembuluh darah vena membesar di bagian testis atau skrotum. Menurut Weill Cornell Medical College, kondisi ini biasanya dialami satu dari tujuh pria. Gejala verikokel umumnya terlihat ketika seorang mengalami masa pubertas, saat aliran darah meningkat dan memenuhi bagian testis.

2. Hidrokel

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang terjadi pada selaput yang melindungi testis. Mayo Clinic memperkirakan bahwa hidrokel terjadi pada satu atau dua dari setiap 100 bayi laki-laki yang baru lahir. Penderita biasanya baru mengalami gejala pada saat berusia 40 tahun. Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi terkena hidrokel.

3. Kista epididimis

Kista epididimis terjadi saat epididimis – saluran yang berfungsi menyalurkan sel sperma dari testis, dipenuhi dengan cairan yang mengendap sehingga tidak bisa mengalir. Bentuk benjolan testis ini sangat umum terjadi sehingga tidak berbahaya. Sebagian besar kista epididimis biasanya akan sembuh dengan sendiri.

4. Torsi testis

Torsi testis terjadi saat testis Anda menjadi bengkok, biasanya karena cedera atau kecelakaan. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak laki-laki berusia antara 13 dan 17 tahun, namun bisa juga menyerang pria dari segala umur. Torsi testis adalah sebuah keadaan darurat medis yang memerlukan tindakan dan penanganan sesegera mungkin.

5. Hernia

Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada bagian organ atau jaringan (seperti bagian dari usus) menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian organ tersebut muncul melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah sehingga muncul tonjolan atau benjolan.

6. Kutil

Kutil kelamin ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan daging berukuran kecil seperti kembang kol. Biasanya kutil kelamin muncul pada skrotum, bagian batang dan ujung penis, serta anus. Penyakit ini bukan ancaman serius bagi kesehatan karena umumnya tidak menyebabkan rasa sakit. Tapi jangan sekali-kali Anda mencoba menghilangkan kutil ini sendiri, karena untuk menghilangkan kutil Anda harus ke dokter agar terhindar dari infeksi.

7. Kanker testis

Kanker testis adalah kanker yang berkembang pada testis laki-laki. Beberapa benjolan mungkin saja bisa menunjukkan pertumbuhan kanker testis. Tapi hanya dokter yang bisa menentukan apakah benjolan tersebut bersifat kanker atau tidak. Kanker testis adalah jenis kanker yang cukup langka, penyakit ini biasanya terjadi pada remaja dan pada laki-laki yang berusia lebih dari 30 tahun.

Bagaimana cara mengobati benjolan pada testis?

Pengobatan untuk benjolan pada testis dan pembengkakan akan bergantung pada penyebab utamanya. Pasalnya, beberapa benjolan dan pembengkakan akan membaik seiring berjalannya waktu asalkan tidak menimbulkan keluhan yang berarti dan memang bukan ciri dari kanker.

Namun, jika Anda mengalami keluhan yang berlanjut dan tidak kunjung hilang, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab benjolan pada testis yang Anda alami. Dokter akan melakukan tes pemeriksaan fisik dengan melakukan pengamatan pada bagian testis Anda dengan melihat dan meraba ukuran serta posisi pembengkakan.

Sebagian besar benjolan pada testis dapat langsung didiagnosis saat pemeriksaan fisik, tapi dalam banyak kasus dokter akan melakukan tes lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya melalui tes darah, tes ultrasound, CT Scan, biopsi, dan lain sebagainya.

Ada baiknya Anda juga harus mulai rutin memeriksa kedua testis Anda secara mandiri setidaknya sekali dalam sebulan. Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kebersihan alat kelamin, caranya dengan rutin mengganti pakaian dalam dan mengenakan pakaian dalam yang berbahan lembut serta tidak terlalu ketat.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca