Tenang Saja, Sering Berhubungan Seks Tak Akan Bikin Vagina Jadi Melar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar mitos bahwa wanita yang sudah sering berhubungan seks vaginanya akan melonggar? Kepercayaan ini memang telah beredar sejak zaman kuno. Ini karena pada zaman dahulu pengetahuan seputar cara kerja vagina dalam masyarakat awam masih terbatas. Pada kenyataannya, sesering apapun berhubungan seks tidak akan membuat vagina melar.

Vagina adalah salah satu organ tubuh wanita yang tangguh dan serba bisa. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi soal vagina yang melar karena seks. Simak ulasan lengkap berikut ini untuk mencari tahu alasannya.

Benarkah terlalu sering bercinta bikin vagina melar?

Mitos bahwa vagina akan melar kalau sering berhubungan seks berangkat dari pemahaman yang keliru seputar organ kewanitaan ini. Banyak orang percaya kalau vagina itu pada awalnya sangat ketat. Namun, ketika seorang wanita sudah berhubungan seks lama-lama vagina akan melar karena berkali-kali penetrasi seks. Ini tentunya salah besar.

Pertama, Anda harus memahami dulu bagaimana vagina bekerja. Ketika wanita merasa terangsang, vagina akan meregang secara alamiah. Hal ini berfungsi untuk membuka jalan bagi penis. Namun, hal ini bersifat sementara saja. Setelah berhubungan seks, bukaan vagina akan kencang kembali seperti semula.

Tak perlu khawatir vagina melar. Pasalnya, jaringan-jaringan otot di sekitar vagina bersifat sangat lentur. Ini karena vagina memang sudah dirancang sedemikian sempurna untuk memungkinkan fungsi reproduksi, yaitu penetrasi seksual tanpa merusak bentuk aslinya.

Lalu, apa yang bisa membuat vagina melar?

Seks memang tidak akan membuat vagina melar. Akan tetapi, beberapa hal lain seperti penuaan serta proses melahirkan normal bisa membuat vagina mengendur. Ketika wanita memasuki masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh akan menurun. Berkurangnya estrogen mengakibatkan berbagai sel, jaringan, dan otot di sekitar vagina melemah dan tak bisa beregenerasi dengan cepat. Leher rahim, vagina, dan labia pun sudah tak selentur dulu lagi sehingga Anda akan merasakan sensasi seolah vagina melar.

Selain karena proses penuaan, melahirkan normal juga bisa membuat vagina mengendur. Ini karena bayi dilahirkan melalui leher rahim dan bukaan vagina. Vagina pun akan membuka jalan yang cukup lebar supaya bayi bisa lewat. Proses ini bisa memakan waktu yang lama sehingga leher rahim dan vagina harus tetap berada pada kondisi meregang terus. Karena itu, Anda mungkin membutuhkan waktu beberapa saat sampai vagina kembali lagi ke bentuknya semula. Bila tak kunjung rapat lagi, Anda bisa mencoba berbagai cara mengencangkan vagina seperti senam Kegel atau terapi laser.

Apakah bentuk vagina bisa berubah kalau sering berhubungan seks?

Banyak wanita yang merasa khawatir kalau vagina akan melar akibat seks. Pada kenyataannya, jika dilakukan secara bijak dan aman, seks tak akan mengubah bentuk vagina sama sekali. Menurut dr. Mary Jane Minkin, seorang pakar reproduksi dan kandungan dari Yale Medical School, seks sesering apapun tidak akan berdampak pada organ kewanitaan Anda. Vagina baru akan bermasalah bila Anda terinfeksi penyakit kelamin yang disebabkan oleh seks tidak aman.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

Catokan kerap menjadi kewajiban yang rutin dilakukan. Bagaimana cara meluruskan rambut yang baik agar rambut tetap sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tanpa sayur

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat teh chamomile

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit