Setelah Digigit Nyamuk, 5 Reaksi Ini yang Akan Muncul. Anda yang Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hampir semua orang pernah digigit nyamuk. Namun, pernahkah Anda memerhatikan apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah digigit nyamuk? Ternyata, tidak semua orang menunjukkan reaksi serupa. Sebagian orang tidak bereaksi apapun tetapi sebagian lainnya justru mengalami reaksi cukup parah akibat alergi. Lalu, bagaimana tubuh bereaksi terhadap gigitan nyamuk?

Kenapa manusia digigit nyamuk?

gigitan nyamuk berbahaya

Dari sekian banyak nyamuk yang berkeliaran, hanya nyamuk betina yang menggigit manusia. Pasalnya, nyamuk jantan tidak membutuhkan darah sebagai makanan, justru hanya butuh nektar bunga.

Sementara itu, nyamuk betina membutuhkan darah untuk berkembang biak. Darah yang dihisap melalui mulutnya akan dicerna dan digunakan untuk menghasilkan telur.

Ketika nyamuk betina menggigit Anda, liurnya kemudian masuk ke dalam darah. Air liur ini mengandung protein dan mencegah darah membeku saat ia sedang menghisap darah.

Protein yang terdapat di dalam liur nyamuk dan masuk ke dalam tubuh ini terkadang menyebabkan berbagai reaksiĀ  pada kulit seperti pembengkakan, kemerahan, dan rasa gatal yang dirasakan sebagian orang.

Mendeteksi reaksi tubuh akibat gigitan nyamuk

Saat digigit nyamuk, tubuh akan menunjukkan beberapa reaksi baik positif maupun negatif. Untuk melihat apakah Anda memiliki alergi terhadap gigitan nyamuk, Anda bisa melihatnya dari reaksi kulit yang ditunjukkan akibat gigitan nyamuk.

Tidak bereaksi apapun

Saat seseorang terkena gigitan nyamuk dan kulitnya tidak bereaksi apapun, maka Anda termasuk satu dari sekian banyak orang yang beruntung karena tidak memiliki alergi.

Menurut Andrew Murphy, MD., seorang anggota American Academy of Allergy, Asma & Immunology, selain menandakan tidak adanya alergi, tubuh Anda juga kemungkinan telah kebal terhadap gigitan nyamuk.

Pasalnya, ketika seseorang telah berulang kali terkena pemicu alergi dari nyamuk, sistem kekebalan tubuhnya telah menganggap alergen itu sebagai zat asing, sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif.

Benjolan merah kecil

Jika setelah digigit nyamuk tubuh mengalami benjolan merah kecil maka jangan khawatir. Hal ini termasuk dalam reaksi paling umum dan wajar setelah digigit nyamuk.

Biasanya Anda akan mengalami benjolan merah kecil atau benjolan bulat putih dengan titik kecil di bagian tengah. Umumnya kondisi ini akan bertahan selama 1 hingga 2 hari. Kondisi ini terjadi sebagai respon tubuh terhadap protein asing di dalam air liur nyamuk.

Benjolan besar yang terangkat

Untuk orang-orang yang lebih sensitif terhadap protein yang ada pada liur nyamuk, maka respon yang timbul setelah digigit nyamuk biasanya akan terlihat agak berbeda.

Biasanya reaksi yang timbul berupa benjolan yang cukup besar, agak menonjol, dan berwarna lebih merah dibandingkan dengan kulit disekitarnya.

Akan tetapi, hal ini juga bisa muncul sebagai akibat gigitan nyamuk yang menghisap darah terlalu lama di satu tempat. Sehingga protein yang dilepaskan pun akan semakin banyak. Akibatnya, reaksi yang muncul akan sangat terlihat.

Demam dan gatal-gatal

Jika setelah digigit nyamuk Anda mengalami reaksi seperti bengkak, panas, merah, gatal-gatal disertai dengan demam tandanya Anda mengalami sindrom skeeter.

Sindrom skeeter adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap protein di dalam air liur nyamuk. Reaksi ini kemudian menyebabkan pembengkakan berlebihan pada area gigitan sehingga terasa panas, sakit, bahkan melepuh hingga mengeluarkan cairan.

Anak-anak kecil serta orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena sindrom skeeter.

Syok anafilaktik

Syok anafilaktik adalah reaksi parah dari alergi yang bisa mengakibatkan kematian. Jika setelah digigit nyamuk Anda mengalami bentol, gatal, bibir membengkak, sulit bernapas, mengi, dan juga batuk maka Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter.

Jika dibiarkan kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran hingga nyawa. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan menggunakan epinefrin suntik untuk membantu meredakan gejala.

Jangan sepelekan akibat gigitan nyamuk terlebih pada anak-anak. Jika Anda melihat reaksi negatif dari gigitan nyamuk, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Benjolan di Jari Tangan Plus Cara Mengatasinya

Benjolan di jari tangan tentu mengganggu Anda. Untuk menghilangkannya, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dulu. Simak jawabannya di artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

Penyakit kulit termasuk masalah kesehatan yang mudah dikenali. Pasalnya, ciri-ciri penyakit kulit dapat dengan mudah terlihat pada permukaan atas kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 10 Mei 2019 . Waktu baca 9 menit

Mengatasi dan Mencegah Kulit Iritasi Akibat Klorin Setelah Berenang

Ruam kulit akibat klorin biasanya muncul setelah berenang pada sebagian orang. Jangan panik, berikut cara mencegah dan mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dermatologi, Health Centers 26 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gigitan Agas, Serangga Kecil di Perairan

Apakah Anda pernah tahu agas? Serangga ini memang jarang terdengar, tapi gigitan agas bisa membuat kulit gatal-gatal. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 11 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syok anafilaksis adalah

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala alergi cat rambut

Alergi Cat Rambut dan Gejalanya yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit