Takut Bicara Jujur Pada Orangtua? Ini 5 Tipsnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Berbicara pada orang tua tentang apa yang Anda alami atau rasakan tidak semudah yang dibayangkan. Karena jika mudah, maka tidak akan ada anak yang berbohong pada orang tua. Dan meskipun sulit, Anda tetap perlu membiarkan orang tua Anda tahu tentang apa yang Anda alami dan rasakan.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda berbicara jujur pada orang tua.

1. Yang penting berani memulai

Jika Anda merasa hubungan Anda dengan orang tua tidak begitu baik, maka Anda benar-benar harus memulainya! Tidak ada kata terlambat untuk memulai, karena hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memulai adalah dengan mencoba untuk berani dan mengalahkan rasa takut.

Jangan ragu atau malu, karena bagaimanapun, orang tua Anda adalah orang pertama yang akan ada untuk Anda -sesulit apapun keadaannya. Mereka bahkan akan senang jika Anda berbicara jujur pada mereka. Dan apapun reaksi mereka pada apa yang Anda bicarakan, jangan takut! Karena reaksi mereka adalah bukti nyata kepedulian mereka terhadap Anda.

Tips: Anda dapat memulai dengan percakapan ringan. Hal ini dapat membuat Anda tetap terhubung, sehingga memudahkan Anda beralih ke topik lain yang lebih besar.

2. Anda perlu tahu apa yang akan dibicarakan dan kepada siapa Anda berbicara

Pastikan pesan yang akan Anda sampaikan jelas agar mereka tahu bagaimana perasaan Anda dan apa yang Anda inginkan. Anda perlu mempersiapkan apa yang ingin Anda katakan; tidak perlu mempersiapkan secara menyeluruh, siapkan poin-poin penting saja untuk memudahkan karena hal ini akan membantu Anda dalam memulai dan melakukan percakapan.

Dan jika Anda sudah mengetahui tentang apa yang akan Anda katakan, Anda perlu tahu kepada siapa Anda akan membicarakannya. Apakah ke ayah, ibu, atau keduanya?

Tips: Anda dapat berbicara pada ayah, ibu, atay siapapun yang membuat Anda merasa nyaman membicarakan hal tersebut. Dan untuk memulai percakapan, Anda dapat memulainya dengan, “Ayah/Ibu, aku butuh saran, nih.”

3. Pilih waktu dan tempat yang tepat

Meskipun sepele, namun untuk membicarakan sesuatu yang buruk atau akan membuat orang tua Anda kesal, marah, atau kecewa Anda perlu memilih waktu dan tempat yang tepat. Anda tidak dianjurkan unutk membicarakan kabar buruk di saat orang tua Anda sedang ingin berangkat kerja, sedang bekerja, atau melakukan aktivitas tertentu.

Tips: Tunggu saat orang tua Anda sedang bersantai atau saat sedang berkumpul di ruang utama.

4. Katakanlah apa yang perlu dikatakan

Katakan secara jelas untuk membantu orang tua memahami situasi Anda. Jelaskan apa yang Anda pikirkan, rasakan, dan inginkan. Biasakan untuk berbicara jujur pada orang tua Anda, karena berbohong justru akan membuat orang tua Anda sulit mempercayai apa yang Anda katakan.

Dengarkan saat orang tua Anda berbicara; dan jika Anda tidak menyetujui pendapat mereka, katakanlah dengan cara yang sopan dan halus. Hal ini dapat membantu mereka untuk mengetahui apa yang Anda pikirkan.

Tips: Anda memang boleh berbicara saat tidak setuju dengan pendapat orang tua, namun Anda tetap perlu mendengarkan dengan seksama saat orang tua Anda berbicara, agar mereka tahu bahwa Anda memahami apa yang mereka bicarakan. Jangan sampai Anda beradu argumen yang justru membuat suasana menjadi kacau.

5. Biasakan untuk bicarakan hal yang baik

Ada baiknya jika Anda tidak hanya membicarakan hal buruk dengan orang tua Anda. Anda dapat membicarakan tentang hal baik yang Anda lakukan atau dapatkan hari ini, lelucon lucu dari teman Anda, kegiatan yang Anda lakukan, dan sejenisnya. Hal ini dapat membantu menjaga hubungan baik antara Anda dan orang tua.

Namun, bagaimana jika cara tersebut tidak berhasil?

Hubungan setiap anak dan orang tua tentu berbeda, sehingga cara tersebut tidak sepenuhnya dapat berhasil pada semua orang. Oleh karena itu, jika dengan cara itu Anda tetap tidak dapat berbicara dengan orang tua, carilah orang dewasa lain yang dapat Anda percaya. Temukan siapapun, entah kerabat, guru, om, atau tante yang dapat mendengarkan, memahami, peduli, dan percaya kepada Anda untuk membantu Anda menghadapi apa yang Anda alami dan rasakan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca