Tes MBTI Akurat atau Tidak Ya?

Oleh

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator ramai diperbincangkan anak muda. Tes ini dapat mengidentifikasi personalitas masing-masing individu. Mulai dari kekuatannya, tipe personalitas, serta preferensinya.

Pertanyaan selanjutnya, apakah tes ini akurat dalam mengidentifikasi masing-masing individu? Ketahui dulu yuk apa itu MBTI dan apakah Anda perlu percaya secara utuh atas hasil tes ini?

Mengenal MBTI dan tes empat skala personalitas

Penelitian tahun 1977 mengatakan bahwa Myers Briggs Type Indicator ini digunakan untuk mengukur personalitas seseorang. Penelitian tersebut dikatakan bahwa Myers Briggs Type ini diukur dari instrumen, ringkasan dari proses penilaian, tinjauan luas, reabilitas, serta validitas.

Hasil MBTI ini mengacu pada empat skala berikut.

1. Extraversion (E) – Introversion (I)

perbedaan introvert dan pemalu

Salah satu penilaian personalitas seseorang yang dapat dilihat, apakah ia pribadi yang ekstrovert atau introvert. Keduanya menentukan bagaimana individu dapat berinteraksi dengan dunia luar.

Orang dengan kepribadian extrovert cenderung beriorientasi pada tindakan langsung, menikmati interaksi sosial, dan merasa bersemangat ketika ia sudah menghabiskan waktu bersama orang lain. 

Sementara itu, kepribadian introvert lebih sering bertualang dalam pemikirannya, menikmati interaksi sosial yang mendalam dan bermakna, serta lebih merasa terisi ketika ia menghabiskan waktunya sendirian. 

Setiap individu punya kedua preferensi di dalam dirinya, hingga pada satu titik ada yang lebih dominan antara ekstrovert atau introvert.

2. Sensation (S) – Intuition (N)

kesehatan orang introvert

Pada skala ini, MBTI melihat bagaimana seseorang dapat mengumpulkan informasi dari dunia di sekitarnya. Pada skala sensation atau merasakan, menggambarkan ketika ia cenderung memberikan banyak perhatian pada kenyataan yang ada. 

Individu akan mempelajari dunia di sekitar secara mandiri. Selain itu, ia akan lebih berfokus pada fakta dan detail, serta melibatkan diri dari pengalamannya secara langsung.

Sementara pada skala intuisi, individu lebih memperhatikan pola dan impresi. Ia juga lebih suka memikirkan kemungkinan, membayangkan masa depan, serta menggali teori abstrak.

3. Thinking (T) – Feeling (F)

berpikir logis

Skala MBTI antara pemikiran (thinking) dan perasaan (feeling) menentukan bagaimana individu membuat keputusan yang dikumpulkan dari skala sensation dan intuition. Individu yang berpikir (thinking) sebuah hal berdasarkan fakta dan data obyektif, lebih condong pada pribadi yang konsisten, logis, dan impersonal saat membuat keputusan.

Di samping itu, individu yang mengutamakan perasaan (feeling) lebih mudah mempertimbangkan orang yang ia hadapi dan emosi yang hadir sebelum menentukan keputusan. Hingga pada akhirnya ia bisa mengambil kesimpulan dalam memutuskan sesuatu.

4. Judging (J) – Perceiving (P)

senyum bikin bahagia

Skala keempat pada MBTI ini menentukan bagaimana individu akan berhubungan dengan dunia luar. Individu yang condong pada penilaian (judging), akan lebih bersikap terstruktur dan tegas atas keputusan.

Di lain sisi, individu yang lebih condong pada persepsi yang lebih menerima (perceiving), dapat digambarkan sebagai pribadi yang terbuka, fleksibel, dan mudah beradaptasi. 

Skala ini menentukan seperti apa personalitas seseorang ketika digabungkan dengan skala-skala lainnya. Bagaimana skala judging-perceving ini dapat mendeskripsikan apakah Anda termasuk pribadi yang ekstrovert atau introvert, dalam mendapatkan informasi (sensing-intuition), dan bagaimana Anda membuat keputusan (thinking-feeling).

Lalu, bagaimana tingkat akurasi tes MBTI?

penyakit kepribadian ganda

Setelah melalui rangkaian tes dengan menjawab sekitar 50 pertanyaan, Anda akan mendapatkan hasilnya. Terbagi atas 16 personalitas seperti berikut.

  • ISTJ
  • ISTP
  • ISFJ
  • ISFP
  • INFJ
  • INFP
  • INTJ
  • INTP
  • ESTP
  • ESTJ
  • ESFP
  • ESFJ
  • ENFP
  • ENFJ
  • ENTP
  • ENTJ

Meskipun belum ada penelitian pasti yang mengulas soal tingkat akurasi dari MBTI, penulis dari Psychology Today mengungkapkan pengalamannya setelah melakukan tesnya. Adam Grant, sang penulis, mendapatkan hasil INTJ (Introversion, Intuition, Thinking, Judging). Namun, beberapa bulan kemudian ia melakukan kembali tes dan hasilnya mengungkapkan bahwa ia adalah ESFP (Extroversion, Sensing, Feeling, Perceiving).

Apakah hasil tes personalitas akan berubah dari waktu ke waktu sama seperti yang dialami Grant? Sebuah penelitian menunjukkan, sebanyak tiga perempat peserta tes mencapai tipe kepribadian yang berbeda saat mereka diuji lagi. 

Hal tersebut dikatakan oleh Annie Murphy Paul dalam bukunya The Cult of Personality Testing. Ia melanjutkan bahwa 16 tipe personalitas MBTI belum memiliki basis yang ilmiah.

Sementara itu, Roman Krznaric ahli filsafat asal Australia juga mengatakan, jika seseorang melakukan tes personalitas dan mengikutinya dalam jeda lima minggu, ada kemungkinan 50% bahwa individu tersebut jatuh pada kepribadian yang berbeda.

Bolehkah percaya pada hasil tes MBTI?

kepribadian ambivert

Jika bertanya apakah tes MBTI boleh dipercaya atau tidak, ini hak dari masing-masing individu. Sah saja bila Anda merasa kepribadian cocok pada diri mereka.

Ada banyak orang yang mengivestasikan waktu dan uang untuk mendapatkan sertifikat MBTI dan pelatih tersertifikasi. Sayangnya, akurasi dari MBTI masih belum diteliti lebih lanjut.

Tetapi dari pernyaatan Krznaric di atas, selalu ada kemungkinan perubahan hasil tes. Personalitas bukanlah hal yang absolut, karena setiap individu dapat memberikan perubahan pandangan seiring berjalannya waktu dan bagaimana caranya dalam menghadapi masalah.

Tes MBTI ini terkenal di kalangan para muda. Ia juga cenderung menanyakan sesamanya tentang personalitas mereka. Tidak ada yang salah dengan semuanya itu. Namun, Murphy Paul kembali mengatakan bahwa mereka yang suka dengan tipe personalitas, telah tergoda akan citra diri ideal mereka. Kini, masih ingin peracaya pada MBTI? Tergantung dari diri Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 13, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 12, 2020

Sumber