4 Taktik Manipulasi yang Perlu Anda Waspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

“Aku tidak melakukannya. Bukannya kamu yang melakukannya?” Sesekali, mungkin Anda pernah mendengar orang di sekitar Anda mengatakan hal tersebut. Bisa jadi, ini adalah upaya mereka untuk memanipulasi sekaligus membuat Anda bingung. Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai manipulasi dan segala taktik yang digunakan berikut ini.

Apa itu manipulasi?

Sebelum mendalami taktiknya, Anda harus lebih dahulu memahami apa itu manipulasi. Menurut sebuah studi pada American Psychological Association, manipulasi adalah cara seseorang untuk mengubah lingkungan agar sesuai dengan yang diinginkannya.

Dilansir dari laman Psychcentral, seorang psikolog bernama George Simon berpendapat bahwa manipulator—orang yang melakukan manipulasi—sengaja mengatakan atau melakukan taktik manipulasi agar apa yang mereka inginkan terpenuhi.

Salah satu bentuk manipulasi yang membahayakan adalah gastlisting. Tindakan ini membuat seseorang merasa lebih lemah, bersalah, meragukan dirinya sendiri, sehingga perlahan mundur dan membiarkan perilaku yang “tidak sesuai” dapat diterima.

Taktik manipulasi yang sering digunakan

Bila berhadapan dengan orang yang manipulatif dan menunjukkan empati, Anda mungkin akan dimanfaatkan lagi dan lagi. Supaya terhindar dari perangkap manipulator ini, Anda perlu mengetahui apa saja taktik yang digunakan, seperti:

1. Berbohong

Berbohong merupakan senjata ampuh yang sering kali digunakan sebagai taktik manipulasi. Bukan untuk menyembunyikan rasa bersalah, melainkan untuk membuat Anda bingung.

Jika seorang manipulator melihat ada kesempatan untuk mendapatkan yang diinginkan dengan berbohong, mereka akan berbohong.

Ciri khas dari kebohongan yang mereka lakukan adalah menyembunyikan rahasia besar atau memutarbalikkan kebenaran.

Untuk mendeteksi kebohongan dari seorang manipulator, Anda perlu menggalinya dengan pertanyaan. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali, bahkan berulang. Bila jawaban yang diberikan tidak jelas dan tidak konsisten, bisa menjadi tanda bagi Anda bahwa ia berbohong.

2. Menyangkal dan menghindar

Saat melakukan kesalahan, taktik manipulasi andalan yang digunakan oleh seorang manipulator adalah penyangkalan. Ya, ini dilakukan dengan menyiapkan berbagai alasan untuk membuat Anda bersimpati.

Awalnya, Anda yang merasa bahwa ia bersalah kemudian akan menjadi ragu dengan keyakinan Anda sehingga membuat Anda memaafkan apa yang dilakukannya.

Selain menyangkal, orang yang manipulatif biasanya akan berusaha keras untuk menghindar. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari tanggung jawab.

Menolak untuk membicarakan masalah tersebut ketika Anda ingin mendiskusikannya menjadi salah satu taktik yang paling sering dilakukan oleh pelaku manipulasi.

Anda mungkin akan mendengar ia berkata, “Kamu nggak bosan tanya itu terus? Ganggu tahu, nggak?” Kata ini sengaja diucapkan untuk membuat Anda merasa bahwa tindakan yang dilakukan saat ini memang sangat mengganggu. Akhirnya, membuat Anda mundur dan tidak ingin membahasnya lagi.

Sumber: Lacha Update

3. Menyalahkan dan merendahkan orang lain

Taktik selanjutnya yang dilakukan oleh pelaku manipulasi saat melakukan kesalahan adalah menyalahkan orang lain.  Kesalahan yang ia lakukan bisa juga digunakan sebagai senjata untuk menyerang Anda, sehingga membuat diri Andalah yang bersalah.

Selain tidak mengakui kesalahan, manipulator juga bisa membuat Anda merasa lemah. Taktik yang ia keluarkan biasanya membuat Anda rendah di mata orang lain, seperti menyebutkan kejelekan, ketidakmampuan, maupun kekurangan Anda.

4. Mengintimidasi dan bertindak seolah korban

Seorang manipulator kerap kali mengintimidasi lawannya. Bukan dengan ancaman, tapi dengan kata-kata yang lebih halus. Taktik manipulasi ini mereka lakukan agar Anda merasa takut dan menyerah.

Jika tidak berhasil, senjata terakhir yang digunakan oleh manipulator adalah playing as the victim, alias menempatkan diri seolah-olah sebagai korban.

Jika dia biasanya menyalahkan orang lain, taktik manipulasi ini cenderung dia lakukan demi menunjukkan bahwa dia seolah adalah korban dan paling menderita serta menyesal atas apa yang terjadi. Di sini ia juga sekaligus membangun simpati lawan.

Dengan begitu, kesalahan yang dilakukan akan semakin kabur dan pelaku dianggap juga sebagai korban. Alhasil, akan ada keringanan bagi pelaku atas kesalahan yang dilakukan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca