Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Depresi adalah gangguan medis yang tidak bisa disepelekan. Jika tidak ditangani secara tepat, depresi bisa berakibat fatal hingga kematian. Maka, penanganan yang diberikan pun harus aman dan terjamin. Salah satu penanganan yang ditawarkan bagi penderita depresi adalah obat antidepresan. Untuk memahami seluk-beluknya, simak informasi pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Berbagai tingkatan depresi

Depresi bukanlah penyakit yang bisa disamakan secara umum. Ada berbagai jenis depresi yang bisa menyerang Anda. Selain itu, setiap orang juga akan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap depresi yang dialaminya. Berdasarkan tingkat parahnya gejala yang dialami, WHO membagi depresi ke dalam tiga jenis berikut ini.

1. Depresi ringan

Umumnya depresi ringan dipicu oleh kejadian atau peristiwa yang membuat Anda stres. Dari situ, muncullah kegelisahan dan kemurungan yang akan membuat suasana hati Anda buruk dalam waktu yang cukup lama. Anda juga mungkin mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar, dan berkonsentrasi. Kegiatan yang tadinya Anda nikmati pun jadi terasa menyiksa dan membebani.  

2. Depresi sedang

Di samping gejala-gejala depresi ringan, Anda yang menderita depresi sedang mulai merasakan tanda-tandanya secara fisik. Misalnya pola makan dan tidur yang berubah drastis, tubuh yang terasa lemas dan berat, dan ekspresi wajah yang kosong atau murung. Biasanya pada tingkat depresi sedang, dokter sudah meresepkan obat antidepresan.  

3. Depresi berat (major depressive disorder)

Pada tahap depresi berat, biasanya Anda sudah tidak bisa menjalankan fungsi normal Anda sehari-hari seperti menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, bekerja, bersosialiasi, atau berkendara. Ada kecenderungan kuat untuk mengurung diri dan pada beberapa kasus yang ekstrem, mereka yang menderita depresi berat melakukan percobaan bunuh diri. Depresi jenis ini biasanya membutuhkan penanganan dengan obat antidepresan serta terapi.

Mengenal obat antidepresan

Dalam kondisi sehat, sel-sel saraf pada otak akan mengirimkan impuls lewat berbagai senyawa dan zat dalam otak. Ketika Anda diserang depresi, senyawa-senyawa tertentu dalam otak seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin jadi tidak seimbang dan menghalangi saraf untuk mengirim impuls. Para ahli percaya bahwa obat antidepresan akan membantu menyeimbangkan senyawa dan zat-zat yang diperlukan otak untuk berfungsi secara normal. Secara umum, obat antidepresan aman dikonsumsi jika Anda mengikuti saran dan takaran yang diberikan oleh dokter atau psikiater Anda. Semakin parah tingkat depresi Anda, antidepresan akan semakin berdampak baik bagi kesembuhan Anda.

Pro dan kontra antidepresan

Walaupun bisa membantu Anda keluar dari lubang depresi dan meringankan gejala-gejala yang Anda alami, obat antidepresan juga bisa memberikan dampak yang perlu Anda waspadai. Berkonsultasilah dengan dokter Anda apa perawatan terbaik yang perlu Anda tempuh dan pastikan Anda sudah benar-benar memahami konsekuensi dari setiap pilihan. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi antidepresan, simak dulu pro dan kontra menjalani pengobatan depresi dengan obat antidepresan berikut.

Manfaat obat antidepresan

Pasien yang mengonsumsi obat antidepresan menunjukkan perbaikan pada suasana hati dan tingkat konsentrasi lebih cepat dari mereka yang tidak mengonsumsi obat antidepresan. Obat antidepresan juga mampu meningkatkan energi sehingga tubuh tak lagi terasa lemas dan berat. Anda pun bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan relatif lebih mudah. Jika dibarengi dengan terapi, obat antidepresan bisa mencegah depresi Anda kumat lagi dalam jangka panjang.

Efek samping obat antidepresan

Obat antidepresan tidak bisa bekerja dalam sekejap. Untuk merasakan perbaikan dan perubahan yang positif, biasanya pasien membutuhkan waktu paling cepat satu bulan setelah memulai pengobatan dengan antidepresan. Pada beberapa orang, efek obat ini baru akan terasa setelah empat atau enam bulan karena gaya hidup yang kurang mendukung penyembuhan. Setelah itu pun Anda tidak dianjurkan untuk langsung menghentikan pengobatan. Anda mungkin diminta untuk tetap meneruskan pengobatan dengan antidepresan selama satu hingga dua tahun, tergantung kondisi dan tingkat depresi Anda.

Di samping lamanya waktu yang dibutuhkan, ada juga faktor efek samping obat yang cukup berdampak bagi hidup Anda. Lebih dari 30% orang yang menjalani pengobatan dengan antidepresi melaporkan efek samping yang dirasakan pada minggu-minggu awal. Efek samping yang paling sering muncul dan antara lain mual, pusing, gemetar, dan berkeringat. Namun, biasanya efek ini akan hilang sendiri dalam waktu beberapa hari. Sementara efek samping yang cukup mengganggu adalah insomnia, gelisah, panik, kehilangan gairah seksual, dan berat badan bertambah.

Dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, obat antidepresan bisa mendorong pikiran-pikiran negatif seperti bunuh diri. Akan tetapi, biasanya mereka yang mengonsumsi obat antidepresan, terutama penderita depresi berat, sudah memiliki pikiran seperti ini sehingga sulit untuk membedakan mana yang dihasilkan oleh pengobatan dan mana yang memang berasal dari benak pasien itu sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . 4 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca