Orang yang Sering Menangis Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menangis adalah cara alami manusia untuk mengurangi perasaan sedih dan frustasi. Sayangnya, semakin banyak orang yang memilih untuk menahan tangis dan berpura-pura seolah semua baik-baik saja — agar tidak dibilang lemah berkat stereotip masyarakat yang memandang menangis sebagai hal yang negatif.

Padahal, menangis tidak hanya mampu mengurangi stres dan memperbaiki perasaan Anda, namun manfaat menangis juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh. Bahkan, studi terbaru menunjukkan bahwa sering menangis dapat menguatkan mental Anda. Lho, kok bisa?

Kenapa sering menangis dianggap sebagai hal yang negatif?

Pernahkah Anda bertanya mengapa menagis lebih sering disangkut pautkan dengan sifat yang kewanitaan? Perempuan memang lebih mudah menangis daripada pria, namun bukan dengan alasan cengeng atau lemah. Alasannya adalah karena perempuan memiliki hormon prolaktin lebih banyak dibandingkan pria. Prolaktin adalah hormon yang terlibat dalam stres dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan fungsi tubuh lainnya.

Lantas, apakah benar jika terlalu mudah atau sering menangis menandakan bahwa Anda orang yang “cewek banget” atau lemah?

Peneliti menunjukkan bahwa sebenarnya efek menangis tergantung pada apa penyebabnya. Menangis emosional (karena gangguan kecemasan atau suasana hati) memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan dengan menangis yang non-emosional.

Manfaat sering menangis untuk kesehatan mental

Berikut adalah beberapa manfaat dari menangis yang dapat membuktikan bahwa orang yang sering atau mudah menangis memiliki mental setangguh baja:

1. Kebal dari stres

Air mata adalah terapi, dan menangis adalah katarsis -yang merupakan salah satu teknik untuk menyalurkan emosi yang terpendam. Meskipun menangis tidak dapat memecahkan masalah, mengubah situasi, atau mengembalikan seseorang ke dalam hidup Anda. Namun, menangis telah terbukti secara ilmiah untuk membuat Anda merasa lebih baik. Menangis adalah salah satu proses pemulihan tubuh dari tekanan emosi. Dengan menangis, senyawa kimia pemicu stres yang terbentuk selama Anda mengalami tekanan besar dapat dibilas bersih lewar air mata.

2. Kebal rasa sakit

Beberapa studi mengklaim bahwa menangis dapat mengurangi rasa sakit. Ini karena menangis dapat memicu kontak fisik dengan individu dan sentuhan lain (misalnya dipeluk didekap, atau diusap-usap punggungnya untuk menenangkan) yang telah dikaitkan dengan peningkatan perasaan nyaman dan sejahtera. Sebuah studi yang dilakukan sekelompok ilmuwan asal Tilburg University di Belanda menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita sama-sama akan dengan suka hati memberikan lebih banyak dukungan emosional kepada seseorang yang sedang menangis.

3. Menangis itu baik untuk kesehatan

Menangis nyatanya tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan mental atau emosional, melainkan juga kesehatan fisik. Menangis dapat melepaskan hormon yang membuat Anda merasa lebih baik, serta dapat menurunkan kadar hormon mangan yang menyebabkan kecemasan ekstrim dan stres jika terlalu banyak menumpuk pada tubuh Anda. Menangis juga dapat melembapkan mata, mencegah terjadinya dehidrasi, membunuh bakteri, dan membuang racun berbahaya pada tubuh.

Sering menangis adalah tanda Anda orang yang tangguh

Banyak orang (mungkin termasuk Anda) yang lebih memilih mengabaikan emosi yang sedang mereka rasakan. Padahal, mengabaikan perasaan negatif tidak baik untuk kesehatan mental Anda. Mengabaikan perasaan negatif justru dapat membuat perasaan tersebut menumpuk dalam benak yang dapat memicu kecemasan dan depresi. Alhasil, bendungan perasaan negatif tersebut justru menghalangi Anda melakukan rutinitas sehari-hari.

Menangis bukan tanda kelemahan. Baik pria dan wanita, anak-anak maupun dewasa: Menangislah jika Anda memang ingin menangis. Tidak perlu malu atau takut diejek lemah karena menangis adalah hal wajar dilakukan. Rasa sedih, sakit, gundah gulana, menangis — semua ini adalah reaksi alami dari tubuh manusia.

Pada intinya, sering menangis bukanlah tanda bahwa Anda adalah orang yang cengeng, lemah, dan tidak mampu menangani masalah asam garam kehidupan. Justru menangis adalah tanda bahwa Anda memiliki solusi lain untuk menghadapi berbagai permasalahan tersebut, tanpa bermaksud melarikan diri dari masalah. Dengan menangis, Anda justru dapat merasa lebih siap dan tegar menghadapi permasalahan.

Dengan menangis, Anda telah berhasil menunjukkan sisi rentan Anda – dimana Anda tidak hanya bisa bebas menjadi diri sendiri, tetapi juga menunjukkan pada orang lain bahwa menangis adalah hal normal, sehingga mereka akan merasa lebih nyaman untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, Anda telah berkontribusi pada masyarakat yang lebih otentik, bebas, dan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Selain anjing dan kucing, binatang yang cukup populer dijadikan peliharaan adalah ikan. Yuk, kenali apa saja manfaat dari memelihara ikan untuk kesehatan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Menekuni usaha yang sesuai passion adalah impian sejumlah orang. Namun, jangan sampai lupa waktu. Simak cara menjaga kesehatan untuk pebisnis sekarang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Asuransi, Hidup Sehat 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Pandemi COVID-19 memberikan dampak beragam, beberapa orang berisiko mengalami PTSD akibat melewati peristiwa mengguncang ini. Siapa saja yang berisiko?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan anak 13 tahun

Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor
tips menjaga kesehatan mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit