Membedakan Nyctophobia (Fobia Gelap) dan Claustrophobia (Fobia Ruang Sempit)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak yang menganggap bahwa kedua jenis fobia yaitu nyctophobia dan claustrophobia adalah hal yang sama. Padahal, kedua jenis fobia tersebut tidak sama. Claustrophobia adalah ketakutan parah pada ruang yang tertutup dan sempit. Sedangkan nyctophobia adalah fobia gelap atau malam hari. Untuk tahu lebih lanjut tentang perbedaan keduanya, mari simak penjelasan berikut ini.

Nyctophobia (fobia gelap)

fobia gelap
Sumber: Parenting Hub

Nyctophobia adalah kondisi ketakutan ekstrem pada kegelapan atau malam hari. Nyctophobia juga dapat menyebabkan gejala kecemasan dan depresi. Bahkan, fobia gelap ini bisa menjadi berlebihan, alasannya tidak masuk akal, dan bisa memengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.  

Fobia gelap sering dimulai pada masa kanak-kanak dan dipandang sebagai bagian normal dari perkembangan anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manusia sering takut gelap karena kurangnya rangsangan visual. Dengan kata lain, orang-orang mungkin takut  pada malam dan kegelapan karena mereka tidak dapat melihat apa yang ada di sekitar mereka.

Takut akan gelap atau minimnya cahaya sebetulnya normal. Namun, jika itu sudah memengaruhi aktivitas hingga kualitas tidur Anda, segera konsultasi ke dokter.

Fobia gelap bisa dilihat gejalanya dari fisik dan emosional. Bahkan, gejala fobia gelap ini bisa muncul ketika Anda baru membayangkan atau memikirkan diri Anda berada dalam kegelapan.

Ciri-ciri fobia gelap

Gejala fisik:

  • Sulit dan nyeri saat bernapas
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Bagian tubuh seperti kaki atau tangan gemetar dan kesemutan
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Keringat dingin

Gejala emosional:

  • Mengalami cemas dan panik luar biasa
  • Merasa ingin melarikan diri dari tempat helap
  • Kehilangan kendali
  • Merasa seperti terancam, bahkan ingin pingsan
  • Ketakutan

Claustrophobia (fobia ruang sempit)

claustrophobia klaustrofobia

Claustrophobia adalah bentuk gangguan psikologis yang menimbulkan ketakutan dan rasa cemas parah saat Anda berada di sebuah ruangan tertutup atau sempit. Orang yang mengalami claustrophobia akan merasa panik karena ia tidak bisa melarikan diri saat berada di ruangan tertutup.

Bedanya fobia ruang sempit dan tertutup dengan fobia gelap yaitu ruangannya tidak harus gelap. Bahkan di ruang yang terang benderang pun orang dengan claustrophobia akan tetap ketakutan parah. Sedangkan pada orang yang fobia gelap, di ruang terbuka seperti di taman atau jalan raya pun mereka akan tetap merasa ketakutan. Pasalnya, yang memicu rasa takut adalah kurangnya pencahayaan, bukan lebarnya ruang atau adanya akses keluar-masuk seperti pintu dan jendela.

Orang dengan claustrophobia mungkin merasa ketakutan saat berada di dalam lift, ruangan sempit tanpa jendela seperti kamar mandi, di dalam kereta bawah tanah atau pesawat terbang, serta dalam mesin scan MRI.

Ciri-ciri claustrophobia

Claustrophobia adalah sebuah fobia yang gejalanya bisa muncul selama masa kanak-kanak atau remaja. Ini bisa terjadi ketika orang yang mengalami fobia tersebut berada di ruangan sempit dan tertutup yang memicu rasa khawatir tidak bisa bernapas, kehabisan oksigen, atau bahkan terbatasnya ruang bergerak.

  • Berkeringat
  • Tidak bisa bernapas
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Tekanan darah tinggi
  • Merasa pusing
  • Mulut terasa kering
  • Tubuh gemetar dan kepala terasa sakit
  • Mati rasa

Bagaimana cara mengobati fobia?

terapi ke psikolog

1. Exposure therapy

Terapi ini bertujuan untuk menghadapi rasa takut itu sendiri. Caranya antara lain dengan menggambarkan rasa takut saat fobia menyerang, bukannya menghindari topik pembicaraan yang berhubungan dengan fobia yang dimiliki.

Selain itu, pasien juga akan dihadapkan dengan ketakutannya terus menerus sampai ia bisa terbiasa untuk menghadapi ketakutan tersebut. Nantinya dokter atau terapis akan merencanakan beberapa perawatan jangka panjang.

2. Terapi kognitif

Terapi kognitif membantu orang mengenali perasaan atau kecemasan mereka dan menggantinya dengan alasan atau pikiran yang lebih positif.

Nantinya, pasien akan dijelaskan bahwa kegelapan atau malam hari bukan berarti ada hal buruk yang akan terjadi. Perawatan jenis ini biasanya digabung dengan beberapa terapi lainnya.

3. Relaksasi

Relaksasi biasanya dilakukan untuk mengobati panik dan cemas karena fobia-fobia tertentu. Di dalamnya, pasien juga diajarkan untuk melatih pernapasan mereka. Ini bisa membantu mengelola stres dan gejala fisik yang biasanya bisa menyebabkan fobia mereka kambuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 14, 2018 | Terakhir Diedit: Juni 28, 2018

Yang juga perlu Anda baca