4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap hari Anda dihadapkan dengan berbagai bentuk emosi, salah satunya rasa sedih. Biasanya perasaan ini muncul ketika Anda mendapat nilai ujian yang jelek, teguran dari atasan, atau kehilangan orang yang dicintai. Meskipun boleh bersedih dan menangis, emosi ini tidak boleh berlarut-larut. Mengapa? Lantas, bagaimana cara mengubah hati yang sedih jadi senang?

Pentingnya mengubah hati sedih jadi senang

Perasaan senang ternyata menyehatkan tubuh. Menurut situs Harvard School of Public Health, sebuah riset lama tahun 2007 menunjukkan menurunnya risiko penyakit jantung koroner. Periset berpendapat bahwa ini berkaitan dengan perasaan senang yang merupakan emosi positif. Mereka yang merasa senang dan bahagia jauh dari stres dan cemas.

Sementara bila Anda terus-menerus dirundung perasaan sedih, stres, dan cemas menjadi kronis. Akibatnya, fungsi jantung akan terganggu karena adanya perubahan stabilitas listrik jantung dan peradangan. Di samping itu, stres kronis juga memberi dampak buruk pada kesehatan mental karena adanya lonjakan hormon-hormon di otak

Cara mengubah hati yang sedih jadi senang

Berdasarkan penjelasan di atas, perasaan senang dan bahagia menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat. Meskipun nampaknya sulit, Anda bisa mencoba tips berikut ini agar hati Anda yang hitam kelabu kembali cerah.

1. Cari tahu penyebab rasa sedih yang dirasakan

Kesedihan muncul karena berbagai hal. Entah itu karena kesepian, merasa kehilangan, atau tidak menyukai hal-hal yang ada di sekitar. Sebelum Anda mengatasi rasa sedih, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Cobalah untuk bercermin dan tanyakan pada diri Anda, “Sebenarnya, apa yang membuat saya sedih, ya?”

Mengetahui penyebab munculnya rasa sedih adalah kunci untuk mengubah perasaan tersebut jadi hati yang senang. Jika penyebabnya karena kesepian, tentu saja obatnya adalah mencari kegiatan yang memungkinkan adanya interaksi dengan orang lain.

2. Pikir hal yang membuat senang

Langkah selanjutnya untuk mengubah hati sedih jadi senang adalah memikirkan hal atau aktivitas yang bisa membuat suasana hati Anda jadi lebih baik. Coba catat hal-hal tersebut pada buku atau diari Anda. Dengan cara ini, rasa sedih bisa berkurang.

Alasannya karena aktivitas yang Anda sukai, bisa mengalihkan otak Anda dari berbagai permasalahan yang membuat Anda sedih. Selain menyibukkan diri dengan kegiatan individual, seperti berkebun, berolahraga, atau melakukan hobi lainnya.

Coba ajak pasangan atau sahabat untuk menemani Anda melakukan kegiatan tersebut bersama-bersama, misalnya bermain bulu tangkis atau berenang.

3. Cobalah untuk tersenyum

Rasa sedih yang dalam pasti memakan waktu lebih lama untuk diredakan. Mungkin saja, rasa sedih kembali muncul keesokan harinya setelah Anda melakukan berbagai hal yang menyenangkan. Lantas, apa yang Anda lakukan untuk mengubah hati sedih jadi kembali senang? Tersenyum adalah jawabannya.

Meski kelihatannya sepele, ternyata mempraktikan diri untuk tersenyum di cermin setiap Anda mengawali diri bisa mengusir pikiran negatif dan membuat hati jadi lebih baik. Sembari tersenyum, bayangkan berbagai hal yang membuat Anda jadi lebih bersemangat.

Tersenyum berarti mengekspresikan diri saat sedang bahagia. Ketika Anda melihat pantulan diri di cermin saat sedang tersenyum, otak akan membangun dan memperkuat emosi positif.

4. Coba konsultasi ke psikolog

Mengatasi rasa sedih tidak selalu mengandalkan diri sendiri. Pada beberapa kasus, Anda membutuhkan bantuan psikolog.

Coba kunjungi psikolog ketika Anda merasa kesulitan untuk mengusir rasa sedih. Apalagi jika emosi tersebut membuat Anda sulit melakukan aktivitas seperti biasanya. Jangan biarkan rasa sedih membuat hari Anda jadi semakin memburuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Ekspresi Wajah Tidak Selalu Mencerminkan Isi Hati?

Ekspresi wajah bisa menunjukkan perasaan. Namun, ekspresi wajah tidak selalu mencerminkan isi hati orang sesungguhnya. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Psikologi 06/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Pengaruh Kebahagiaan dengan Kesehatan Tubuh

Ternyata, kebahagiaan tidak hanya memberi pengaruh pada kesehatan mental tapi juga pada kesehatan tubuh Anda secara fisik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-jenis Kebahagiaan, Tak Melulu Soal Materi

Tak melulu soal materi dan pencapaian, jenis kebahagiaan datang dari berbagai bentuk yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 06/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Ada Orang yang Mudah Menangis Saat Marah?

Biasanya orang menangis karena sedang merasa sedih, tapi ada juga orang yang sering menangis saat mereka marah. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 02/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
teman sedih

Saat Teman Sedang Sedih dan Berduka, Lakukan 4 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit