Masih Terbayang-bayang Trauma Masa Lalu? Ini yang Mesti Dilakukan

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Mei 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang pasti pernah mengalami yang namanya trauma. Entah itu berlangsung lama atau hanya bertahan sebentar saja, yang pasti trauma sangat membekas dalam ingatan. Bahkan sampai saat membuat Anda terbayang-bayang dengan ketakutan akibat trauma masa lalu. Memang tidak mudah, tapi sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan trauma masa lalu yang mengganggu. 

Trauma masa lalu sulit dihilangkan, mengapa?

Memiliki trauma masa lalu bisa membuat seseorang tertekan bahkan stres karena masih terbayang-bayang akan hal tersebut.

Kebanyakan orang susah melepaskan diri dari trauma masa lalu karena tidak tahu cara memulainya. Atau bahkan meski sudah ikut terapi ini dan itu, namun beberapa orang tidak mendapatkan dukungan penuh dari orang terdekat mereka.

Kedua hal tersebut yang membuat jeratan trauma masa lalu tak kunjung hilang. Bahkan awalnya Anda semangat untuk bebas dari trauma masa lalu, tapi karena mengalami salah satu hal tersebut, Anda menjadi tidak bersemangat untuk lepas dari trauma tersebut.

Apa yang membuat trauma masa lalu kembali muncul?

fobia dan trauma

Semua pengalaman yang mempengaruhi hidup Anda akan terus diingat, termasuk trauma masa lalu. Jika trauma masa lalu ini tidak diselesaikan dengan baik, maka ketika ada pemicu trauma muncul, hal ini akan kembali membayangi Anda.

Biasanya, yang jadi pemicu timbulnya trauma yaitu ketika Anda dihadapkan dengan suatu kondisi yang mirip dengan kenangan buruk di masa lalu tersebut. Jadi, ketika hal tersebut muncul, Anda akan merasa kembali ke masa lalu dengan luapan emosi dan situasi yang hampir sama.

Misalnya saja, Anda pernah punya pengalaman diselingkuhi oleh mantan pasangan. Ketika meminta putus dengan sang mantan, mungkin Anda tidak merasakan adanya dampak trauma apapun pada saat itu.

Namun, hal ini baru akan terasa ketika Anda memulai hubungan kembali dengan seseorang yang baru. Anda mungkin akan cenderung lebih posesif atau merasa ketakutan diselingkuhi lagi untuk kedua kalinya. Hal tersebut merupakan dampak dari trauma masa lalu yang pernah diselingkuhi.

Mungkinkah menghilangkan trauma masa lalu secara permanen?

usia pernikahan selingkuh

Trauma di masa lalu memang bisa dilupakan, walaupun hanya sesaat. Namun, akan benar-benar bisa hilang jika Anda berdamai dengan kenangan itu. Kecuali, Anda mengalami masalah kesehatan tertentu yang membuat ingatan tersebut terhapus secara permanen, seperti:

  • Alzheimer
  • Amnesia
  • Penyakit otak yang berhubungan dengan ingatan lainnya

Nah, masalah kesehatan tersebut bisa menghapus ingatan tertentu secara permanen. Akan tetapi, kecil kemungkinan untuk benar-benar melupakan pengalaman yang sangat mempengaruhi hidup Anda.

Selain itu, tidak ada rentang waktu yang benar-benar bisa menjamin lepas dari trauma tersebut. Misalnya, Anda sudah mengalami trauma ini dalam kurun waktu yang cukup lama tidak menjamin akan sembuh pada saat tua nanti. Hal ini sangat tergantung dengan bagaimana Anda menyikapi trauma tersebut.

Tips untuk mengatasi trauma masa lalu

senyum bikin bahagia

Setiap orang tentunya memiliki pendekatan masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya. Setiap pengobatan dan terapi pun dilakukan mulai dari berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis trauma, dan kepribadian. Akan tetapi, ada beberapa cara umum yang perlu diketahui oleh Anda jika mengalami trauma.

1. Mengenali trauma

Pertama-tama, kenali trauma Anda. Coba ingat-ingat kembali, mengapa kenangan tersebut bisa menyebabkan luka yang begitu membekas bagi kehidupan Anda.

2. Pengakuan

Tentunya mengakui bahwa Anda mengalami trauma di masa lalu adalah salah satu kunci penting untuk memulihkan kondisi psikis Anda.

Bagi sebagian orang, pembicaraan mengenai trauma adalah hal yang cukup tabu, sehingga mereka memilih untuk menutupnya rapat-rapat hingga tidak mengakuinya.

3. Coba lebih terbuka

Penting sekali bagi Anda untuk terbuka dengan masalah yang sedang dialami, terutama kepada psikolog Anda. Jika Anda memilih untuk menutup diri, tentu saja mereka akan kesulitan untuk membantu mencarikan jalan keluar untuk Anda. Ingatlah, bercerita dengan seseorang efektif untuk mengurangi beban Anda walaupun sedikit.

4. Memaafkan

Mungkin terkesan mudah. Akan tetapi, memaafkan adalah bagian yang cukup vital dalam mengatasi trauma. Memaafkan bukan berarti melupakan. Mulailah untuk memaafkan penyebab yang membuat pengalaman Anda begitu traumatis. Pengalaman masa lalu adalah sebuah bekal untuk masa depan Anda.

5. Fokus terhadap diri sendiri dan sekitar Anda

Sayangi diri Anda dan orang sekitar Anda. Mulailah untuk mencari kegiatan yang produktif untuk Anda. Selain baik untuk kesehatan dan pengembangan diri, aktivitas tertentu bisa membuat Anda tidak begitu teringat pada trauma di masa lalu.

Selain itu, kembalilah ke lingkungan yang lebih positif dan bersosialisasi dengan orang baru adalah hal yang cukup baik untuk mengembangkan diri sendiri.

6. Relaksasi

Mulailah untuk belajar cara merilekskan pikiran, seperti melalui meditasi. Hal tersebut akan sangat berguna apabila Anda kembali menemui pemicu trauma yang dahulu pernah ada.

7. Mencari tenaga profesional atau ahlinya

Apabila trauma ini sudah sangat mengganggu kehidupan Anda, cobalah untuk mencari tenaga profesional.

Selain mengganggu, lingkungan yang tidak suportif pun bisa dijadikan alasan untuk mencari orang yang ahli di dalam bidang ini.

8. Terapi dan obat-obatan medis

Terapi yang dijalankan setiap orang untuk mengatasi traumanya tentu berbeda-beda. Jenis terapi yang dilakukan tergantung dari pasien. Misalnya, seperti apa kepribadiannya, sehingga tidak bisa dipukul rata. Nah, contoh terapi yang dilihat berdasarkan kepribadian adalah Cognitive Behaviour Therapy atau CBT.

Selain itu, pada saat menjalani terapi mungkin saja ada orang yang membutuhkan obat-obatan psikoterapi untuk membantu proses pemulihan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghubungi psikiater yang bersangkutan.

Pada dasarnya, orang yang memiliki trauma di masa lalu pastinya ingin terlepas dari jeratan kenangan buruk tersebut.

Namun, ada faktor tertentu yang membuat mereka sulit melepaskannya. Oleh karena itu, jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami hal ini, segera mencari penyelesaiannya agar kondisi ini tidak mengganggu kehidupan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli Jennyfer, M.Psi, Psikolog

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Imbas dari COVID-19 membuat sebagian pekerja diberhentikan dari pekerjaannya dan merasa stres. Yuk, kenali cara mengatasi stres karena PHK di sini.

Ditulis oleh: Jennyfer, M.Psi, Psikolog
mengatasi stres karena phk
Coronavirus, COVID-19 4 Mei 2020

Mulai Mencintai Diri Sendiri dengan Prinsip Body Positivity

Body positivity adalah fenomena yang hadir agar orang mampu menerima kekurangannya secara fisik. Lalu, bagaimana cara prinsip ini dijalankan?

Ditulis oleh: Jennyfer, M.Psi, Psikolog
Hidup Sehat, Psikologi 9 Maret 2020

Cara Bijak Hadapi Pasangan yang Suka Bandingkan Anda dengan Orang Lain

Bagi Anda yang memiliki pasangan yang suka membandingkan Anda dengan orang lain mungkin merasa risih dan bingung apakah hubungan ini sehat atau tidak.

Ditulis oleh: Jennyfer, M.Psi, Psikolog
pasangan membandingkan dengan orang lain
Hidup Sehat, Psikologi 16 Oktober 2019

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Perkembangan sosial emosional anak usia dini penting dipahami orangtua. Hal ini dapat membantu memahami dan mengendalikan kondisi emosi si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Desember 2019 . Waktu baca 9 menit

Cara Bijak Menyikapi Orang Terdekat yang Coming Out (Melela)

Melela adalah proses pengungkapan jati diri yang cukup sulit bagi seseorang. Nah, maka dari itu menyikapi coming out orang terdekat pun harus hati-hati juga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

9 Langkah Efektif untuk Memulihkan Diri dari Trauma Masa Kecil

Trauma masa kecil biasanya meninggalkan luka dan ketakuan mendalam hingga dewasa. Segera lakukan tindakan agar ketakutan ini tak terus menghantui Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi 28 Februari 2019 . Waktu baca 6 menit

Dampak Trauma Pada Wanita dan Pria Ternyata Beda (Lebih Parah Mana?)

Sebuah penelitian menemukan adanya perbedaan dampak trauma psikologis pada otak laki-laki dan perempuan, yang berhubungan dengan risiko PTSD.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 April 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pentingnya support system

5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 7 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
memaafkan orang yang dibenci

5 Langkah Sederhana untuk Memaafkan Orang yang Dibenci

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
stres ibu rumah tangga

Mendengar Cerita Korban Trauma Juga Bisa Bikin Stres, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit