3 Manfaat Menulis Jurnal untuk Kesehatan Mental dan Cara Memulainya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa menulis buku harian atau jurnal ketika kecil memiliki manfaat yang sama ketika sudah dewasa? Melampiaskan emosi lewat tulisan, entah itu karena stres ataupun merasa bahagia, terbukti baik untuk kesehatan. Lantas, apa saja manfaat dari menulis jurnal untuk kesehatan mental?

Segudang manfaat menulis jurnal untuk kesehatan mental

manfaat menulis

Kebanyakan orang mungkin sudah mengetahui manfaat menulis untuk kesehatan tubuh. Mulai dari memulihkan emosi hingga meningkatkan kemampuan berbicara. 

Di era dengan teknologi canggih saat ini mungkin menulis langsung di buku menjadi hal yang jarang dilakukan oleh masyarakat. Sebagian dari mereka mungkin lebih senang menyimpan segala sesuatunya dengan memotret atau mencatatnya di ponsel mereka.

Faktanya, melampiaskan emosi lewat menulis jurnal atau buku harian menawarkan keistimewaan bagi kesehatan mental penulisnya. Berikut ini ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh untuk kesehatan mental seseorang dengan menulis sebuah jurnal.

1. Lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari

depresi mayor atipikal, depresi berat

Salah satu manfaat dari menulis jurnal untuk kesehatan mental adalah membantu melihat apa saja yang selama ini terjadi di hidup Anda. 

Terkadang, menulis di atas kertas tentang apa yang dilalui pada hari itu membuat sadar apa yang Anda rasakan dan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Apabila Anda merasa kesal pada waktu tertentu, jurnal atau buku harian mungkin dapat membantu Anda dengan mengenali perilaku baru-baru ini. 

Sebagai contoh, akhir-akhir ini Anda merasa cepat lelah dan mudah emosi. Dengan melihat kembali jurnal selama sepekan terakhir setidaknya dapat membantu Anda untuk melacak peristiwa apa yang memicu emosi ini. 

Selain itu, melihat kejadian dan gejala yang menjadi pemicu perasaan tersebut juga membantu Anda mempelajari cara untuk mengendalikan emosi dengan lebih baik.

2. Memperkuat fungsi emosional 

toxic positivity

Selain membuat Anda lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, manfaat dari menulis jurnal lainnya untuk kesehatan mental adalah memperkuat fungsi emosional. 

Dilansir dari Intermountain Healthcare, menulis jurnal sesuai dengan suasana hati saat itu dapat membuat penulis menghubungkan perasaannya dengan kebutuhan mereka. Menulis buku harian dapat menjaga kesadaran Anda agar tetap berada di ‘dunia’ sambil melihat sudut pandang lain. 

Itu artinya buku harian memberikan kesempatan bagi otak untuk mengatur emosi selama proses penulisan terjadi. Bahkan, melampiaskan emosi lewat tulisan juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dengan berbicara positif kepada diri sendiri dan mengidentifikasi pikiran dan perilaku negatif. 

3. Mengurangi tingkat stres

dampak gangguan pencernaan radang usus

Setiap orang pasti pernah mengalami stres, baik orang dewasa maupun anak-anak. Stres tidak dapat dihilangkan, tetapi setidaknya dapat dikurangi hingga tidak mengganggu kualitas hidup. 

Manfaat dari menulis jurnal untuk kesehatan mental ternyata juga dapat digunakan untuk mengurangi tingkat stres. Pada saat Anda mempunyai masalah yang membuat pikiran kalut, jurnal membantu mengenali apa yang memicu stres tersebut. 

Setelah berhasil mengenali pemicu stres, Anda bisa mulai mencari tahu bagaimana menyelesaikan masalah tersebut hingga mengurangi kadar stres. Faktanya, menurut penelitian dari Journal of Health and Psychology, menulis penuh dengan ekspresi dapat menurunkan tekanan darah dan fungsi hati. 

Maka dari itu, Anda bisa mencoba menulis buku harian sebagai bagian dari meditasi sebelum tidur. Dengan begitu, Anda mungkin lebih dapat bersantai dan tidak terlalu stres saat hendak beristirahat. 

Tips memulai menulis jurnal atau buku harian  

menulis tangan vs mengetik

Ketiga manfaat di atas dapat diperoleh dengan menulis jurnal dan tentu saja baik untuk kesehatan mental Anda. Permasalahannya adalah tidak sedikit orang yang mungkin bingung harus memulai dari mana ketika menulis buku harian alias jurnal. 

Satu hal yang perlu diingat adalah menulis buku harian tidak mengharuskan Anda menjadi penulis yang handal. Anda hanya perlu mampu berkomunikasi lewat tulisan sendiri. Tidak perlu masuk akal, sesuai dengan standar tata bahasa, atau harus diterima di lingkungan sekitar. 

Buku harian dan jurnal adalah ruangan yang disediakan bagi Anda untuk diri sendiri agar mampu mengungkapkan apa yang dirasakan saat itu. Agar Anda lebih mudah melampiaskan emosi lewat tulisan, ada beberapa hal yang mungkin bisa diterapkan, seperti berikut.

1. Mencoba menulis setiap hari

menulis tangan

Memulai menulis jurnal untuk memperoleh manfaat bagi kesehatan mental dapat dimulai dengan mencobanya setiap hari. Pada masa kanak-kanak mungkin terasa mudah menulis apa yang terjadi di hari itu setiap hari. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab, meluangkan waktu untuk menulis terkadang cukup sulit. 

Oleh karena itu, cobalah untuk menyisihkan beberapa menit setiap hari untuk menulis. Entah itu sebelum tidur atau setelah beraktivitas seharian. Dengan begitu, cara ini dapat membantu Anda menulis jurnal atau buku harian secara teratur. 

2. Menyimpan pulpen dan buku setiap saat

Selain menulis setiap hari, cobalah untuk menyimpan pulpen dan buku di tas atau ransel kerja Anda. Cara ini mungkin bisa mempermudah Anda untuk menuliskan perasaan dan melampiaskan emosi di saat yang tepat. 

Anda tidak harus menunggu sampai di rumah dan beristirahat hingga apa yang ingin dituliskan menjadi tidak begitu detail. Apabila tidak memungkinkan, mencatat peristiwa yang terjadi saat itu di ponsel pun tidak masalah karena lebih sering Anda bawa dibandingkan pulpen dan buku. 

3. Menulis sesuai keinginan hati

menulis buku harian

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak perlu perhatikan tata bahasa untuk mendapatkan manfaat dari menulis jurnal bagi kesehatan mental.

Artinya, buku harian Anda tidak perlu mengikuti struktur atau kaidah yang sudah ditetapkan. Begini, jurnal ini adalah tempat pribadi Anda melampiaskan emosi dan mendiskusikan apapun yang diinginkan dengan diri sendiri. 

Usahakan untuk membiarkan kata-kata mengalir dengan bebas dan tidak perlu khawatir terhadap kesalahan pengejaan ataupun apa yang dipikirkan orang lain. 

4. Menggunakan jurnal sesuai keinginan

Pada dasarnya isi buku harian yang telah Anda tulis adalah luapan emosi yang mungkin ketika dibaca orang lain dapat menyinggung perasaan mereka. Maka dari itu, Anda dapat menggunakan jurnal sesuai dengan keinginan. 

Tidak perlu membagikan cerita yang ada di buku harian tersebut dengan orang lain. Apabila Anda ingin menceritakan sebagian pemikiran Anda dengan teman atau orang terdekat, menunjukkan bagian dari jurnal pun tidak masalah. Pilihan ada di tangan Anda. 

Menulis jurnal memiliki manfaat bagi kesehatan mental Anda. Akan tetapi, metode ini bukan pengganti ketika Anda merasa memiliki gangguan kesehatan mental. Apabila sudah sangat mengganggu, konsultasi dengan terapis atau ahlinya adalah jalan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Membantu Anak Mengatasi Stres Akibat Masalah di Sekolah

Tidak selamanya masa kecil menyenangkan. Anak pun dapat merasakan stres di sekolah. Yuk, bantu mengatasi stres anak di sekolah dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 25 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Alexithymia, Kondisi yang Bikin Anda Susah Ungkapkan Emosi

Bagi orang-orang yang mengalami alexithymia, mengungkapkan emosi adalah suatu tantangan tersendiri. Apa itu alexithymia, dan bisakah diatasi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Dampak Merugikan yang Muncul Saat Anda Benci Kepada Diri Sendiri

Perasaan benci kepada diri sendiri tentu akan menimbulkan berbagai dampak yang bisa merusak kualitas hidup Anda. Apa saja dampak tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Pillow Talk Ternyata Menyehatkan Hubungan Asmara, Lho

Berbincang perihal masalah kantor hingga perasaan saat berada di atas kasur bersama pasangan ternyata ada baiknya, lho. Intip dulu yuk manfaat pillow talk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stres mengubah bentuk otak

Stres Berkepanjangan Ternyata Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
stres menangani kabar buruk

Stres Ternyata Membuat Seseorang Menerima Berita Buruk dengan Berbeda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi stres karena phk

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
cara mengajari anak menulis

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 8 menit