Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meski kesannya sepele, perubahan gaya hidup sangat berpengaruh terhadap peluang kesembuhan orang yang mengalami depresi. Inilah mengapa dokter biasanya menganjurkan orang dengan depresi untuk berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta cukup istirahat.

Nah, salah satu makanan yang harus Anda tingkatkan untuk mengatasi gejala depresi adalah makanan probiotik. Mengapa harus mengonsumsi banyak makanan probiotik saat depresi? Ini dia jawabannya.

Depresi bukan sekadar galau biasa

Depresi bukan hanya soal suasana hati yang sedang kacau. Pasalnya, depresi disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia dalam otak. Aktivitas sirkuit otak yang tidak normal serta gen tertentu juga bisa membuat Anda lebih rentan diserang depresi. Maka, depresi tidak akan hilang begitu saja jika dibiarkan.

Penting bagi Anda untuk melakukan sejumlah perubahan. Misalnya makan makanan yang baik untuk kesehatan otak dan menghindari penyebab stres. Dengan begitu, Anda bisa mengembalikan fungsi otak dan mengusir gejala depresi.

Bagaimana probiotik bisa mengatasi gejala depresi?

Sebuah penelitian pada 2016 dalam jurnal ilmiah Nutrients menguak bahwa probiotik mampu mengurangi gejala depresi secara cukup signifikan. Penelitian terbaru pada 2017 dalam jurnal Scientific Reports juga mendukung temuan tersebut. Kedua penelitian ini membuktikan bahwa probiotik yang baik untuk usus ternyata juga baik untuk kesehatan otak Anda yang diserang depresi.

Probiotik bisa membantu meringankan depresi karena kandungan bakteri baik bernama Lactobacillus. Di dalam usus, Lactobacillus bertugas untuk mengusir bakteri jahat. Bakteri jahat dalam tubuh bisa menyebar dan menyebabkan kerusakan, misalnya memblokir produksi hormon serotonin dan dopamin. Rendahnya kadar kedua hormon ini akan membuat suasana hati lebih sendu dan mudah putus asa. Bila disertai dengan tekanan batin dari luar, otak malah akan menghasilkan hormon stres bernama kortisol. Karenanya, reaksi kimia di otak jadi makin kacau.

Untuk menghentikan kerusakan dan gangguan yang disebabkan oleh bakteri jahat, tubuh memerlukan sistem daya tahan tubuh yang kuat. Nah, Lactobacillus dalam usus Anda bisa memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan kerusakan di otak.

Menurut dr. Emily C. Deans, seorang dokter spesialis kejiwaan dari Amerika Serikat, efek mengonsumsi makanan probiotik hampir serupa dengan efek mengonsumsi obat antidepresan. Namun, bukan berarti probiotik bisa menggantikan antidepresan. Apalagi kalau dokter sudah meresepkannya buat Anda.

Ragam makanan yang mengandung probiotik

Untuk menambah asupan bakteri baik dalam tubuh, Anda bisa mencoba berbagai makanan probiotik. Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang kaya akan probiotik.

  • Yogurt
  • Kefir
  • Acar
  • Tahu
  • Tempe
  • Susu kedelai
  • Cokelat hitam
  • Buah zaitun

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit