Merasa Tidak Pantas Meraih Sukses? Mungkin Anda Mengidap Sindrom Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak ingin jadi orang sukses? Berhasil mencapai cita-cita, punya pekerjaan yang memuaskan, dan hidup bahagia pastinya dicari semua orang. Namun, pernahkah Anda berpikir apa yang bakal Anda rasakan setelah mencapai kesuksesan tersebut? Merasa bangga atau justru merasa tidak pantas mendapatkannya? Kalau Anda malah merasa cemas dan tidak pantas, bisa jadi Anda mengidap imposter syndrome.

Imposter syndrome punya banyak nama lain. Di antaranya adalah impostor syndrome, sindrom penipu, atau dalam bahasa Inggrisnya fraud syndrome. Semua hal ini mengacu pada satu fenomena psikologis yang banyak dialami wanita karier yang telah mencicipi kesuksesan.

Apa itu imposter syndrome?

Imposter syndrome adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa tidak pantas meraih kesuksesan yang telah dicapainya. Orang dengan sindrom ini justru merasa waswas, seolah suatu hari orang-orang akan tahu bahwa dirinya hanyalah seorang penipu yang tidak berhak mengakui segala prestasi dan keberhasilannya.

Kondisi psikologis ini sebenarnya tidak masuk dalam Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ), yang berarti imposter syndrom tidak tergolong penyakit jiwa. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan kalau sindrom ini cukup umum ditemui dalam masyarakat. Selain itu, kondisi ini terkadang disertai dengan gejala-gejala gangguan cemas atau depresi.

Fenomena imposter syndrome pertama kali dikenal pada tahun 1970-an oleh psikolog Pauline Clance dan rekannya Suzzanne Imes. Fenomena ini ditemukan pada beberapa orang ambisius, terutama perempuan yang cenderung tidak memercayai kemampuan mereka sendiri. Ya, imposter syndrome adalah bentuk dari keraguaan terhadap kemampuan diri sendiri.

Apakah Anda mengidap imposter syndrome?

Sindrom unik ini biasanya terjadi pada orang-orang ambisius dengan standar kesuksesan yang cukup tinggi. Namun, mereka merasa bahwa pencapaian yang mereka raih bukanlah karena kemampuan mereka, tapi semata-mata karena kebetulan. Akibatnya, mereka merasa ketakutan bila suatu hari orang-orang akan menyadari bahwa ia adalah seorang penipu yang sebenarnya tidak punya kemampuan.

Gejala dari sindrom ini antara lain adalah:

  • Gampang cemas
  • Tidak percaya diri
  • Frustasi atau depresi ketika gagal memenuhi standar yang ia tetapkan sendiri
  • Cenderung perfeksionis (menuntut kesempurnaan)

obat depresi kronis; gejala depresi kronis; depresi kronis

Sindrom ini biasanya ditemukan pada orang yang tumbuh besar dalam keluarga yang menekankan pentingnya prestasi.

Orang-orang yang berasal dari kaum minoritas (misalnya dari segi ras, suku, etnis, agama, jenis kelamin, tingkat pendidikan, atau latar belakang ekonomi) juga lebih mungkin mengalami sindrom ini.

Satu lagi, imposter syndrome juga sering ditemukan pada mereka yang baru saja terjun ke dunia profesional setelah menyelesaikan studinya (lulusan baru atau fresh graduate). Lulusan baru ini akan merasa bahwa dirinya belum pantas untuk menjadi seorang profesional karena merasa tidak kompeten, meskipun sebenarnya memiliki kompetensi tinggi. Karena itu, orang yang punya sindrom ini malah sering menunda-nunda pekerjaan karena takut hasil pekerjaan tidak sempurna.

Bagaimana cara menghadapinya?

Jika terus menerus terjadi, yang ditakutkan adalah bisa terjadi depresi dan kecemasan. Depresi dan gangguan cemas bila tidak diatasi akhirnya bisa berujung pada gangguan jiwa hingga menurunnya fungsi otak.

Untuk menghadapi imposter syndrome, Anda bisa mempertimbangkan berbagai hal penting di bawah ini.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini

Orang dengan imposter syndrome harus belajar supaya tidak terlalu terpaku pada standar tinggi atau kesempurnaan yang ia tetapkan bagi dirinya sendiri. Sadarilah bahwa semua orang tidak perlu jadi sempurna.

Berbagi ilmu

Untuk memastikan apa saja kemampuan Anda dan seberapa mahir Anda dalam melakukannya, cobalah untuk berbagi ilmu. Saat berbagi ilmu, baik itu dengan junior Anda di kantor atau dengan siapa saja, Anda akan menyadari seberapa kecil atau besar kompetensi Anda dalam bidang tersebut.

Curhat dengan orang terpercaya

Cobalah untuk berbicara dan berbagi kepada sahabat, keluarga, tenaga ahli seperti psikolog, atau mungkin mentor Anda yang bisa mengenali imposter syndrome. Dengan curhat, Anda pun akan dipaksa untuk bercermin pada diri sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

Catokan kerap menjadi kewajiban yang rutin dilakukan. Bagaimana cara meluruskan rambut yang baik agar rambut tetap sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tanpa sayur

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat teh chamomile

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit