Pentingnya Memiliki Keteguhan Hati Sebagai Kunci Sukses Kehidupan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap perilaku manusia dipengaruhi oleh proses berpikir yang pada akhirnya menciptakan suatu keputusan. Namun untuk bisa mengambil keputusan yang tepat, kita harus mengendalikan keserakahan dalam diri untuk tidak sembrono mengutamakan keputusan yang dapat berujung bencana — meski kadang menggoda untuk melakukannya. Memiliki keteguhan hati akan memberikan banyak pengaruh positif pada karakter diri. Keteguhan hati bahkan dianggap sebagai faktor penting dalam keberhasilan hidup demi tercapainya suatu tujuan.

Apa yang dimaksud dengan keteguhan hati?

Sederhananya, keteguhan hati bisa didefinisikan sebagai kemampuan mengendalikan diri untuk sejenak meninggalkan keinginan semu demi mencapai tujuan jangka panjang yang tentunya lebih besar. Keteguhan hati bukan hanya terkait dengan memiliki motivasi atau tekad untuk mencapai sesuatu, tetapi juga melibatkan pengendalian pola pikir dan kebiasaan sehari-hari. Dan untuk dapat mengendalikan diri, segala tindak-tanduk dan perilaku harus Anda lakukan secara sadar, dengan melibatkan kemampuan berpikir logis dan mengatur emosi, serta melibatkan kemampuan menahan godaan.

Banyak yang percaya bahwa keteguhan hati merupakan faktor penting dalam membuat perubahan gaya hidup. Dengan pengendalian diri yang baik, kita dapat menerapkan pola makan sehat dan olahraga yang konsisten, menghindari candu tidak sehat seperti rokok dan alkohol, atau berhenti menunda-nunda pekerjaan.

Kenapa penting untuk punya keteguhan hati?

Kegagalan dalam mencapai tujuan dapat dipengaruhi oleh banyak hal — bukan hanya disebabkan kurangnya pengendalian diri atau keteguhan hati. Namun para ahli yakin bahwa keteguhan hati merupakam  hal yang penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Suatu studi pada tahun 1960 mengujicobakan pengendalian diri pada masa anak-anak. Setiap anak diberi sebuah marshmallow. Jika mereka mau menunggu 15 menit maka akan diberikan dua buah marshmallow. Peneliti melakukan pengamatan tindak lanjut hingga mereka dewasa, dan menemukan kelompok anak yang memilih untuk menunggu demi mendapatkan dua buah marshmallow memiliki tingkat kesuksesan akademik, kualitas kesehatan fisik dan sosial yang lebih baik. Dari sini peneliti berkesimpulan bahwa kekuatan pengendalian diri yang sudah tertanam sejak masa kecil dapat menjadi suatu perlindungan dari gaya hidup sembrono saat mereka tumbuh dewasa. Penelitian ini dikenal dengan nama “eksperimen marshmallow”.

Temuan dari studi tersebut tetap konsisten dengan berbagai penelitian terbaru yang menunjukan seseorangyang memiliki keteguhan hati mampu menunda kenikmatan sesaat dan tidak memiliki sifat impulsif. Peneliti lain juga menemukan kemampuan pengendalian diri pada usia dewasa diperlukan untuk menjaga hubungan sosial, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta untuk mencegah penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

Keteguhan hati juga ada masa kedaluwarsanya

Banyak ahli psikologi yang juga yakin bahwa kekuatan pengendalian diri tetap ada batasnya, sehingga keteguhan hati seseorang bisa tandas habis. Pada kenyataannya, menahan diri atau bersabar untuk memperoleh suatu hal yang diinginkan atau bahkan yang dibutuhkan juga berdampak pada kondisi mental. Keteguhan hati dapat diibaratkan seperti sebuah otot. Terlalu lama tidak dipakai akan menguras habis kekuatannya, tapi keseringan dipakai juga dapat menyebabkan otot cepat aus dan tidak efektif.

Dalam suatu studi tahun 1998, peneliti menempatkan subjek penelitian pada ruangan yang semerbak dengan aroma kue. Peserta dibagi dalam dua kelompok: Satu hanya diberikan satu sampel kukis, sementara yang lain diberikan beberapa sampel dalam sebuah wadah. Kemudian mereka ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah puzzle. Di akhir penelitian, kelompok yang diberikan satu sampel kukis cenderung menyerah lebih cepat dibandingkan kelompok yang diberikan kukis dalam jumlah yang lebih banyak. Ini menunjukan kalau pengendalian diri bisa merosot drastis dalam kondisi tertentu.

Meski demilkian, hasil penelitian tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik masing-masing subjek penelitian. Mereka mungkin tidak dapat fokus bekerja karena kelaparan, atau karena dorongan untuk iseng ngemil. Otak merupakan organ tubuh yang paling kompleks dan memerlukan tenaga banyak untuk tetap dapat bekerja optimal. Oleh karena itu, otak yang kekurangan bahan bakar dapat mengorbankan proses pengendalian diri. Aspek psikologis lainnya juga dapat berpengaruh dalam kemerosotan keteguhan hati yang Anda miliki, misalnya mood, serta prinsip dan sikap seseorang terhadap suatu rangsangan.

Adakah cara untuk menguatkan keteguhan hati?

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keteguhan hati merosot drastis:

  • Kenali kondisi diri sendiri – ketika Anda mulai kehilangan kemampuan untuk mengendalikan diri buatlah sedikit pengecualian dalam beberapa waktu tanpa kehilangan kendali penuh. Misalnya seperti saat Anda sedang berdiet, sediakan satu hari “curang” dalam seminggu untuk makan makanan “tidak sehat” yang Anda inginkan, kemudian kembali ke rutinitas diet seperti biasa setelahnya.
  • Alihkan perhatian – saat sedang menghadapi keinginan untuk melakukan suatu hal yang dapat menunda tujuan Anda, cobalah alihkan pikiran dengan melakukan kegiatan lain. Mengalihkan pikiran dari suatu keinginan sesaat adalah penting untuk bisa tetap fokus terhadap tujuan Anda.
  • Buatlah suatu kebiasaan baru stress saat sedang berusaha fokus terhadap tujuan dapat membuat kita cenderung kembali kepada kebiasaan lama yang justru semakin menjauhkan kita dari gol itu sendiri. Suatu kebiasaan baru yang tidak berlawanan dengan tujuan dapat membuat kondisi pikiran lebih rileks dan menjauhkan dari perasaan jenuh.
  • Capai tujuan dengan perlahan – salah satu penyebab seseorang cepat menyerah adalah karena tujuan tersebut terasa sangat berat untuk digapai, dan ingin dicapai dalam waktu singkat. Salah satu cara untuk mencegah Anda putus asa di tengah jalan adalah dengan melakukan pekerjaan tersebut secara perlahan dan bertahap. Jangan terlalu terpaku pada seberapa banyak porsi yang harus dilakukan, tetapi cobalah fokus terhadap proses dan kemajuan dari apa yang sudah dikerjakan.
  • Jadi diri sendiri – meski klise, hal terpenting dalam menggolkan suatu tujuan adalah menyadari apa yang benar-benar ingin Anda capai. Memaksakan diri untuk memenuhi atau mengikuti tujuan yang ditetapkan orang lain akan membuat Anda sangat terbebani karena tidak sesuai dengan keinginan diri Anda sebenarnya. Ini yang membuat keteguhan hati Anda mudah goyah di tengah jalan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit