Kepribadian Ganda Bisa Memunculkan Berapa Banyak Karakter Berbeda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski lebih akrab disebut penyakit kepribadian ganda, gangguan identitas disosiatif tidak hanya bisa memunculkan dua karakter berbeda. Beberapa orang pengidapnya bahkan bisa memunculkan lebih dari itu. Lantas, sampai berapa banyak identitas yang bisa muncul dan apa yang memengaruhinya?

Karakter kepribadian ganda bisa muncul bergantian

gejala ciri kepribadian ganda

Penyakit kepribadian ganda adalah gangguan psikologis yang  memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Gangguan kepribadian ditandai dengan kemunculan dua atau lebih identitas yang berbeda-beda dan bisa mengambil alih kesadaran individu inangnya secara bergantian.

Akibatnya, orang tersebut jadi kehilangan kendali terhadap sikap, pikiran, perasaan, watak, kebiasaan, dan perbuatan yang menjadi karakter dirinya sendiri. Satu identitas bisa memiliki nama, aksen bicara, etnis dan kebudayaan, ingatan, usia, sampai jenis kelamin dan orientasi seks berbeda dengan identitas yang lainnya, juga dengan individu inangnya.

Setiap karakternya juga dapat menampilan cara berpakaian yang sangat berbeda antar satu sama lain dan Anda yang asli. Bahkan termasuk ras, hobi, dan makanan kesukaan yang berbeda total.

Saat satu identitas tertentu tengah mengambil alih, individu inangnya tidak akan tahu atau menyadari apa yang sedang si karakter tersebut lakukan dan tidak akan mampu mengingat apa yang terjadi pada dirinya sementara itu.

Satu orang bisa punya ratusan identitas berbeda

Billy Milligan, si 24 Wajah Billy

Kebanyakan orang mengira bahwa orang yang memiliki kepribadian ganda hanya mampu memunculkan dua kepribadian saja. Kenyataannya tidak selalu demikian. Mungkin Anda pernah membaca buku berjudul 24 Wajah Billy (24 Faces of Billy) yang diangkat dari kisah nyata yang berhasil menggemparkan dunia pada tahun 1970-an.

Adalah William Stanley Milligan alias Billy Milligan, pria asal Amerika Serikat yang punya 24 identitas berbeda. Masing-masing kepribadian Billy punya usia, jenis kelamin, latar belakang budaya, dan profesi atau keahlian yang berbeda.

Beberapa di antaranya yang paling tersohor adalah Adalana (wanita lesbian yang pemalu, kesepian, dan haus akan cinta), Artur (pria asal Inggris yang pintar ilmu biologi dan kedokteran), Christene (anak perempuan berusia tiga tahun), Allen (motivator dan ahli melukis wajah), dan Swan (tuna rungu).

Ya. Pada awalnya gangguan kepribadian ini rata-rata bisa memunculkan 2-4 karakter berbeda. Namun seiring waktu, seseorang dengan penyakit kepribadian ganda bisa memiliki sampai lebih dari 100 kepribadian yang berbeda. Berapa banyak yang muncul akan tergantung dari pemicu dan tingkat keparahan kondisinya.

Trauma masa kecil jadi penyebab kepribadian ganda

mitos dan fakta kepribadian ganda

Sebenarnya tidak ada penjelasan pasti mengapa seseorang bisa memiliki kepribadian ganda. Namun berdasarkan penelitian yang sudah ada, gangguan kepribadian ganda umumnya muncul setelah dipicu oleh trauma masa lalu di waktu kecil. Entah itu trauma kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikologis atau emosional, dan berbagai kemungkinan lainnya.

Pengalaman traumatis bisa menciptakan mekanisme pertahanan diri dengan cara tanpa sadar memunculkan kepribadian lain yang berbeda total dengan identitas aslinya agar terlepas dari ingatan akan trauma tersebut.

Sekitar 99 persen orang yang memiliki kepribadian ganda dilaporkan mengalami trauma masa kecil yang buruk. Ambil contoh pada kasus Billy. Gangguan kepribadian yang ia miliki diketahui menyeruak ke permukaan setelah dipicu oleh tindak KDRT oleh ayah kandungnya sendiri.

Ayah Billy dilaporkan melakukan penyiksaan berulang kali baik secara emosional, kekerasan fisik, maupun pelecehan seksual pada Billy sewaktu kecil. Semua karakter yang ia miliki merupakan bentuk pertahanan bawah sadarnya demi menutupi trauma masa kecilnya yang begitu kelam.

Lantas, bisakah disembuhkan?

obat mata sensitif terhadap cahaya

Sampai saat ini tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan gangguan kepribadian. Pengobatan yang ada hanya ditujukan untuk meringankan gejala-gejala yang muncul, seperti kecemasan berlebih dan depresi.

Selain itu, terapi bicara atau psikoterapi, hipnoterapi, terapi seni, dan terapi gerakan juga bisa membantu mengurangi gejala yang muncul akibat gangguan ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Pasung pada Orang dengan Gangguan Jiwa

Dengan belenggu pasung berarti orang dengan gangguan jiwa dibiarkan tanpa penanganan yang baik, semakin lama tidak ditangani maka kondisinya akan memburuk.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Psikologi 9 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Masalah Psikologis Transgender: Depresi hingga Penyalahgunaan Obat

Transgender adalah salah satu kelompok yang paling rentan mengalami masalah psikologis akibat tekanan sosial. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 14 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Mendengar Cerita Korban Trauma Juga Bisa Bikin Stres, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Secondary traumatic stress adalah kondisi yang rentan menyerang orang terdekat korban trauma. Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 6 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Pasien masalah kejiwaan bisa memiliki banyak gangguan jiwa sekaligus bila kondisinya tidak ditangani dengan baik. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 3 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kenakalan remaja

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
racial trauma adalah

Mengenal Racial Trauma, Stres Berat Akibat Menjadi Korban Rasisme

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit