Kenapa Halusinasi Bisa Muncul? Cari Tahu Penyebabnya di Sini!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah sering dengar soal fenomena halusinasi. Halusinasi adalah gangguan yang membuat seseorang seolah menyaksikan atau mengalami hal-hal yang tidak nyata. Akan tetapi, tahukah Anda mengapa dan bagaimana halusinasi bisa terjadi? Simak jawabannya di bawah ini!

Apa itu halusinasi?

Halusinasi adalah sensasi yang terlihat nyata, padahal sebenarnya dibuat oleh pikiran Anda. Halusinasi dapat memengaruhi kelima indra Anda. Ya, kondisi ini tidak hanya membuat Anda melihat hal-hal yang tidak nyata, melainkan juga mendengar, menyentuh, atau bahkan mengecap sesuatu yang tidak benar-benar ada.

Umumnya, penyebab halusinasi adalah gangguan mental. Akan tetapi, halusinasi adalah gejala yang juga cukup sering dilaporkan pada orang dengan kelainan saraf seperti penyakit Parkinson.

Macam-macam halusinasi

Seperti yang dijelaskan di atas, halusinasi dapat menyebabkan efek pada penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, serta sensasi peraba. Maka, jenis-jenis halusinasi adalah:

Halusinasi auditori

Halusinasi auditori adalah tipe halusinasi yang paling umum. Dengan kondisi ini, Anda mungkin akan mendengar suara yang berasal dari dalam atau luar pikiran Anda. Suara tersebut bisa jadi seperti berbicara dengan satu sama lain atau memerintahkan Anda untuk melakukan sesuatu.

Halusinasi visual

Tipe halusinasi visual adalah sensasi seperti melihat objek, pola, orang, atau cahaya yang tidak nyata. Contohnya, Anda mungkin melihat seseorang di suatu ruangan atau cahaya yang tidak dapat dilihat orang lain.

Halusinasi olfaktori

Tipe halusinasi ini meliputi indra penciuman (pengidu) Anda. Contohnya, Anda merasa bahwa tubuh Anda berbau kurang sedap walau sebenarnya tidak ada bau apa-apa. Bau yang Anda cium mungkin berbau sedap maupun tidak sedap.

Halusinasi gustatori

Tipe halusinasi ini melibatkan indra pegecap Anda. Tidak seperti halusinasi olfaktori, rasa yang Anda kecap pada halusinasi gustatori sering kali tidak sedap. Halusinasi gustatori sering terjadi pada orang dengan epilepsi.

Halusinasi taktil

Halusinasi taktil berhubungan perasaan sentuhan atau pergerakan pada tubuh. Contohnya, Anda dapat merasakan serangga merayapi punggung Anda atau tangan yang menyentuh tubuh Anda. Anda juga mungkin merasa organ dalam Anda bergerak-gerak.

Halusinasi temporer

Seseorang dapat mengalami tipe halusinasi ini apabila hubungan mereka dengan orang lain baru saja berakhir atau apabila orang terdekat baru saja meninggal dunia. Anda mungkin mendengar suara atau melihat orang terdekatnya dalam waktu yang singkat. Halusinasi temporer akan menghilang begitu rasa sakit karena kehilangan mereda.

Apa penyebab halusinasi?

Ada banyak penyebab dari halusinasi. Lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Penyakit mental

Penyebab paling umum dari halusinasi adalah penyakit mental yang dapat meliputi skizofrenia, demensia, delirium, dan lainnya.

Penyalahgunaan zat

Hal ini juga merupakan faktor yang paling banyak menyebabkan halusinasi. Terlalu banyak alkohol atau asupan obat membuat seseorang melihat atau mendengar hal yang tidak nyata.

Kurang tidur

Halusinasi adalah kondisi yang bisa muncul bila Anda benar-benar kurang tidur. Seseorang lebih berkemungkinan mengalami halusinasi apabila ia telah terjaga selama beberapa hari atau belum cukup tidur dalam jangka waktu yang lama.

Obat-obatan

Beberapa pengobatan dapat menyebabkan halusinasi, seperti obat-obatan yang digunakan untuk penyakit Parkinson, depresi, psikosis atau epilepsi.

Penyebab lainnya dari halusinasi meliputi:

  • Penyakit kronis seperti AIDS, kanker otakgagal ginjal, dan gagal hati.
  • Demam tinggi terutama pada anak-anak kecil dan lansia.
  • Migrain.
  • Dikucilkan oleh (atau sengaja mengasingkan diri dari) lingkungan sosialnya.
  • Kejang.
  • Tuli, buta, atau gangguan penglihatan.
  • Kejang oksipital. Kondisi ini membuat pasien melihat bercak atau cahaya yang berkedip.

Mengatasi halusinasi

Halusinasi adalah kondisi yang bisa dikendalikan, meskipun tidak bisa dijamin akan sembuh seratus persen. Tergantung pada penyebab halusinasi, dokter akan merekomendasikan perawatan yang paling efektif. Rencana perawatan dapat meliputi:

Obat-obatan

Pengobatan diresepkan menurut penyebab halusinasi. Apabila Anda berhalusinasi akibat berhenti mengonsumsi alkohol, Anda membutuhkan obat-obatan yang berfungsi untuk menenangkan sistem saraf. Apabila halusinasi disebabkan oleh penyakit Parkinson diobati dengan demensia, pasien mungkin perlu menggunakan jenis obat lain.

Konseling psikologis

Konseling juga berperan penting dalam mengatasi halusinasi, terutama apabila halusinasi disebabkan oleh kondisi kesehatan mental. Konselor dapat membantu pasien mengerti lebih dalam mengenai kondisinya dan memberikan strategi untuk mengatasinya. Hal ini sangat penting terutama bagi pasien yang menderita paranoid.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020