Mengetahui Jika Anda Berada Dalam Hubungan yang Abusive

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hubungan abusive atau yang penuh kekerasan adalah suatu pola atau perilaku kekerasan dalam suatu hubungan yang digunakan untuk membentuk kuasa dan kendali terhadap pasangannya atau mantan pasangannya. Perlakuan tersebut bisa berupa ancaman, isolasi, dan intimidasi secara emosional, finansial, seksual, dan fisik. Biasanya tingkat kekerasan tersebut bisa meningkat dari waktu ke waktu. 

Orang yang terlibat dalam hubungan yang abusive, baik itu korban maupun pelaku, tidak menyadari seberapa besar dampak kerusakan yang mungkin ditimbulkan. Efek dari kekerasan ini dapat mempengaruhi kualitas kehidupan dan karakter Anda.

Apa tanda-tanda Anda terlibat dalam hubungan abusive?

Perlakuan salah secara fisik bisa berupa bentuk kekerasan, seperti pukulan, cubitan, jambakan rambut, dan tendangan. Sedangkan secara emosi bisa berupa menghina, intimidasi alias bullying, dan mencaci maki. Hubungan yang abusive bisa terjadi pada tahap pertemanan maupun percintaan, bahkan juga bisa dialami pada tahap pernikahan dan sering disebut dengan kekerasan dalam rumah tangg (KDRT). Berikut ini adalah tanda-tanda Anda terlibat dalam hubungan yang abusive:

  1. Anda mendapat perlakuan kasar dengan tangan, seperti menampar, mendorong, mengguncang, memukul, menendang, dan meninju
  2. Pasangan mencoba mengendalikan berbagai aspek dalam kehidupan Anda, seperti cara Anda berpakaian, dengan siapa saja Anda boleh berteman, dan mengatur apa yang Anda harus katakan
  3. Pasangan sering memperlakukan Anda dan membuat Anda merasa tidak layak; contohnya pasangan Anda bilang mencintai Anda tetapi selalu saja meremehkan Anda.
  4. Pasangan mengancam akan menyakiti Anda atau dirinya sendiri jika Anda meninggalkan hubungan
  5. Pasangan memutarbalikan fakta untuk membuat Anda merasa bersalah atas tindakan dirinya sendiri
  6. Pasangan selalu menuntut ingin tahu di mana Anda berada sepanjang waktu
  7. Pasangan merasa cemburu dan marah ketika Anda ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman

Anda juga dapat memperhatikan tanda-tanda berikut ini yang mungkin saja terjadi apabila orang terdekat Anda mengalami kekerasan dalam hubungannya, seperti:

  1. Memar yang tidak dapat dijelaskan, patah tulang, keseleo, merasa bersalah berlebihan atau malu tanpa alasan yang jelas
  2. Menarik diri dari teman-teman dan keluarganya
  3. Menghindari sekolah atau acara sosial dengan alasan yang tidak masuk akal

Apa dampaknya jika Anda membiarkan diri berada dalam hubungan yang abusive?

Berikut beberapa dampak yang mungkin akan dialami oleh korban jika terus bertahan pada hubungan yang penuh kekerasan.

1. Kerugian fisik

Sakit, luka jangka panjang, dan kematian merupakan risiko dari kerugian fisik yang mungkin akan Anda terima. Kekerasan fisik dapat mengakibatkan memar bahkan sampai gegar otak (dalam kasus yang parah). Berdasarkan artikel Intimate Partner Violence and Physical Consequences yang dipublikasikan American Medical Association, Anda mungkin juga akan mendapatkan gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, masalah ginekologi, sakit punggung, atau masalah pencernaan. Jika Anda terlibat dalam kekerasan fisik jangka waktu yang lama, Anda mungkin akan mengalami masalah kesehatan permanen dan dapat memicu kematian atau cacat.

2. Isolasi interaksi sosial

‘Kekerasan’ ini bisa berbentuk menjauhkan korban dari anggota keluarganya dan teman-temannya. Korban memutuskan hubungan sosialnya tanpa ia sadari. Korban biasanya akan mengalami konsekuensi fisik dan psikologis dari ‘kekerasan’, sehingga ia cenderung merasa aneh berada di lingkungan sosial. Vera E. Mouradian, dari the National Violence Against Women Prevention Research Center, menyatakan, rasa bersalah dan malu juga akan dialami oleh korban, dan perasaan tersebut dapat menghalangi mereka dari interaksi sosial dan mencari bantuan.

3. Kondisi emosional dan psikologis yang kacau

Menurut Journal of Woman’s Health, Anda juga bisa berisiko terkena depresi, pikiran ingin bunuh diri, post traumatic disorder, dan penyalahgunaan zat. Rasa takut dan cemas mungkin akan berlanjut sampai di masa depan, Anda mungkin akan lebih tertutup, hal ini berdampak tidak baik untuk hubungan di masa depan. Perlakuan abusive yang terus menerus Anda dapatkan akan membuat Anda sulit untuk menarik dari sebuah hubungan. Walaupun dampak secara emosional tidak terlihat langsung dan mungkin saja tidak ada bekas fisiknya, namun hal ini dapat merusak kesejahteraan Anda sebagai individu. Anda akan terus mempertanyakan kelayakan diri Anda.

4. Berdampak pada anak

Jika Anda sudah memiliki anak, anak Anda mungkin akan mengalami masalah kognitif, emosional, sosial, dan perilaku ketika menjadi saksi dalam tindakan kekerasan. Anak mungkin akan menyalahartikan kekerasan tersebut sebagai respon yang dapat diterima dari permasalahan suatu konflik.

Apa yang harus Anda lakukan jika berada dalam KDRT?

Mengatasi dampak relationship abuse memang tidak mudah, Anda mungkin sampai saat ini belum bisa lepas dari hubungan tersebut. Tapi, Anda harus selalu ingat bahwa Anda berharga, layak untuk mendapat kasih sayang. Ingat lagi masa ketika Anda dicintai sepenuh hati oleh orang-orang terdekat. Membangun rasa sayang pada diri sendiri dapat membuat Anda sadar ketika Anda tidak dihargai dan tidak dicintai. Lakukan sesuatu yang membuat Anda merasa lebih dihargai dan dicintai. Tidak ada yang namanya merasa berharga dan dicintai dengan cara menyakiti orang yang disayangi.

Ingat lagi saat-saat Anda bahagia dan berhasil meraih target Anda, mengingatnya terus menerus dapat membuat Anda merasa layak kembali. Jika memang Anda membutuhkan pertolongan, tidak ada salahnya berbicara dengan orang yang Anda percaya. Sebaiknya jangan mengisolasi diri dari lingkungan sosial. Meminta bantuan bukan berarti Anda lemah.

Berani memutuskan untuk memutus siklus hubungan yang tidak sehat tersebut. Hal ini memang sulit, terlebih lagi jika Anda menyayangi orang yang melakukan intimidasi pada Anda. Yang Anda perlukan adalah dukungan dari teman-teman dan keluarga, cari dukungan di tempat Anda memang merasa dihargai. Jangan merasa sendirian, sebab tidak hanya Anda yang mengalami kejadian seperti ini. Ada banyak yang mengalami kejadian seperti itu, kalau mereka bisa keluar dan sembuh dari trauma, maka Anda pun bisa melakukannya.

Pun ketika Anda melihat teman Anda berada dalam hubungan yang tidak sehat. Sebaiknya Anda berusaha mengajaknya bicara tanpa terkesan mengorek informasi, banyak bertanya, atau menghakimi. Beri dukungan bahwa dia berharga akan mengembalikan sedikit demi sedikit kepercayaan dirinya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
dorongan menyakiti orang lain

Mengapa Seseorang Bisa Terdorong untuk Menyakiti Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit