Ciri-ciri Seseorang Mengidap Bipolar Disorder

Oleh

Tanggal update September 6, 2017
Bagikan sekarang

Gangguan bipolar atau bipolar disorder sering kali disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Ini karena ciri bipolar biasanya ditandai dengan gejolak emosi yang berlebihan. Pada kenyatannya, bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kendali penderitanya. Beberapa faktor risiko gangguan bipolar antara lain genetik (keturunan) dan kelainan fungsi otak.

Gangguan ini disebut bipolar (yang berarti dua kutub) karena penderitanya menunjukkan dua kutub emosi yang sangat berbeda. Yang pertama adalah mania, yaitu fase atau episode kebahagiaan ekstrem dan meledak-ledak. Sementara kutub yang kedua adalah depresi. Kutub kedua ini merupakan kebalikan drastis dari mania. Penderitanya akan memasuki fase yang begitu sedih, sendu, tidak bersemangat, dan sangat lesu.

Yang membedakan gangguan bipolar dengan perubahan suasana hati pada umumnya adalah intensitasnya. Penderita bipolar akan menunjukkan fase mania dan depresi yang sangat parah sehingga mereka bisa kehilangan kendali atas emosinya sendiri.

Ciri-ciri bipolar disorder

Ciri bipolar kerap diabaikan begitu saja, atau hanya dianggap sebagai tanda-tanda stres. Padahal, bipolar tidak sesederhana stres atau depresi. Jika tidak ditangani dengan tepat, gejalanya bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi berbahaya. Maka, pelajari perbedaan gejolak emosi yang wajar dan mana yang merupakan ciri bipolar berikut ini.

Episode mania

Pada fase mania yang bisa berlangsung selama beberapa jam, hari, atau minggu, penderita bipolar biasanya menunjukkan perilaku yang ekstrem dan tak terkendali. Dalam beberapa kasus, penderitanya sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari seperti bersekolah dan kerja, hingga harus masuk rumah sakit. Inilah yang biasanya terjadi pada episode mania.  

  • Tidak bisa diam, harus bergerak terus atau berjalan mondar-mandir.
  • Merasakan kegembiraan yang meluap-luap.
  • Jadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya, mulai dari barang jatuh, sentuhan orang lain, hingga suara-suara yang didengarnya.
  • Bicara sangat cepat tanpa arah yang jelas (sulit dipahami).
  • Tidak bisa tidur, begadang semalaman tapi tidak merasa mengantuk atau lelah di pagi hari.
  • Bertingkah sembrono, misalnya belanja gila-gilaan, bertengkar dengan guru atau atasan, mengundurkan diri dari perusahaan, berhubungan seks dengan orang asing tanpa kondom, mengemudi ugal-ugalan, atau mabuk minuman keras.
  • Psikosis, yaitu tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikirannya.

Episode depresi

Kebalikan dari mania adalah depresi. Penderitanya akan menunjukan kesedihan atau keputusasaan yang tidak wajar. Berikut adalah ciri bipolar dalam episode depresi.

  • Menarik diri dari lingkungan dan orang terdekat.
  • Kehilangan minat pada kegiatan yang tadinya dinikmati.
  • Kehilangan tenaga dan energi secara drastis, biasanya penderita tidak bisa meninggalkan tempat tidur hingga berjam-jam atau berhari-hari.
  • Bicara sangat lambat, kadang seperti orang yang sedang melantur.
  • Gangguan daya ingat, konsentrasi, dan nalar.
  • Terobsesi terhadap kematian, ingin bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.
  • Perubahan pola makan secara drastis, entah nafsu makan hilang atau meningkat.
  • Terus-terusan merasa diri bersalah, tidak berguna, atau tidak layak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan Mei 14, 2020

Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Crab mentality adalah sindrom yang menginginkan orang lain tidak mencapai kesuksesan yang lebih besar dari diri sendiri. Ini penjelasannya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi Mei 13, 2020

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 13, 2020

Kasus Bunuh Diri Selama Pandemi dan Cara Mencegahnya

Efek kesehatan mental dari pandemi coronavirus ini mungkin sangat mendalam. Banyak kekhawatiran bahwa kasus bunuh diri meningkat di masa pandemi COVID-19.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 11, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 15, 2020