Mengenal Tiga Jenis Phobia yang Utama

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Phobia umumnya dikenal sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak beralasan terhadap suatu objek, tempat, atau situasi. Anda dapat mengalami panik yang mendalam saat menghadapi kejadian yang membuat Anda merasa takut. Phobia umum terjadi dan dapat sangat menyulitkan. Beberapa phobia dapat membuat Anda tidak dapat melakukan apapun, mengganggu aktivitas Anda. Pada kasus yang serius, phobia dapat menyebabkan Anda mengalami sesak napas, tekanan darah tinggi, nyeri pada dada, mual, pusing atau bahkan serangan jantung yang mengancam hidup Anda.

Apa penyebab phobia?

Phobia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, namun faktor genetis dan lingkungan merupakan faktor terbesar yang menyebabkan phobia. Jika Anda mengalami kejadian yang tidak mengenakan, hal tersebut dapat menyebabkan phobia, seperti digigit serangga, tenggelam, atau berada di tempat yang tertutup. Pada beberapa kasus, orang-orang yang sedang menjalani perawatan mental atau mengalami cedera otak yang traumatis dapat mengalami phobia. Stress dan perubahan di kehidupan yang negatif juga terhubung dengan phobia.

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari phobia?

Phobia sering terbentuk sejak masa kecil. Phobia merupakan hal yang umum dan dapat dipicu oleh kejadian traumatis, kegelisahan atau situasi yang membuat panik. Gejala-gejala meliputi:

  • Meningkatnya detak jantung
  • Kesulitan bernapas
  • Sensasi tersedak
  • Mulut kering
  • Gemetaran
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada dan/atau perut
  • Ketakutan yang intens dan tidak terkendali yang dapat menyebabkan situasi yang memalukan
  • Pingsan

Apa saja jenis-jenis phobia?

Terdapat lebih dari 100 jenis phobia, yang tergolong dalam 3 golongan utama:

1. Phobia sosial

Phobia sosial juga dikenal sebagai kelainan kegelisahan sosial. Penderita phobia ini dapat memiliki kegelisahan yang ekstrem terhadap situasi sosial, seperti mengangkat telepon, menghubungi orang, memesan di restoran. Sumber dari ketakutan ini biasanya aksi atau reaksi sederhana yang dapat mengakibatkan isolasi diri sendiri. Orang-orang yang memiliki phobia sosial jarang pergi keluar atau menghindari acara sosial. Interaksi sosial dapat menjadi ketakutan terbesar jika mereka pernah mengalami kejadian buruk di depan umum.

2. Agoraphobia

Agoraphobia adalah ketakutan terhadap tempat atau situasi yang tidak dapat Anda hindari, atau ketakutan terhadap ruangan terbuka. Orang-orang yang memiliki phobia ini menghindari berada di keramaian, situasi sosial, atau berada di luar rumah. Mereka merasa lebih nyaman berada di dalam rumah atau tempat yang familiar. Phobia ini ada kaitannya dengan phobia sosial, namun perbedaannya adalah penderita agoraphobia memiliki ketakutan bahwa mereka tidak dapat keluar dari tempat di mana mereka memiliki keadaan darurat medis tanpa pertolongan yang tersedia.

3. Phobia spesifik

Terdapat beberapa situasi dan objek tertentu yang tidak disukai oleh beberapa orang, seperti:

  • Aviatophobia: ketakutan terbang
  • Claustrophobia: ketakutan terhadap ruangan yang sempit dan tertutup
  • Dentophobia: ketakutan terhadap dokter gigi atau prosedur gigi
  • Hemophobia: ketakutan terhadap darah atau cedera
  • Arachnophobia: ketakutan terhadap laba-laba
  • Cynophobia: ketakutan terhadap anjing
  • Ophidiphobia: ketakutan terhadap ular
  • Nyctophobia: ketakutan terhadap kegelapan
  • Dementophobia: ketakutan terhadap kegilaan
  • Katsaridaphobia: ketakutan terhadap kecoa
  • Carcinophobia: ketakutan terhadap kanker
  • Cibophobia: ketakutan terhadap makanan
  • Zoophobia: ketakutan terhadap binatang
  • Cetaphobia: ketakutan terhadap lumba-lumba
  • Acrophobia: ketakutan terhadap ketinggian
  • Glossophobia: ketakutan bicara di depan umum

Bagaimana mengatasi phobia?

Kebanyakan orang dengan phobia mencoba menghindari ketakutan mereka sebisa mungkin. Namun, ahli terapi mendorong penderita untuk menuliskan pikiran yang menakutkan dengan pikiran yang rasional. Ahli lainnya merekomendasi terapi perilaku kognitif untuk membantu penderita:

  • Menghadapi situasi
  • Mengatasi pikiran ketakutan

Metode ini dapat membuat penderita berada di situasi dengan phobia mereka. Sebagai contoh, penderita arachnophobic dapat diminta untuk melihat gambar laba-laba, membaca tentang laba-laba, melihat laba-laba di kandang kaca dan akhirnya menyentuh laba-laba.

Jika Anda berpikir Anda memiliki phobia yang aneh, faktanya Anda berkemungkinan memiliki phobia yang sama dengan setidaknya beberapa juta orang lainnya. Hampir 15-20% orang memiliki phobia tertentu setidaknya sekali dalam hidup. Jika phobia Anda mempengaruhi kehidupan Anda, sebaiknya Anda melakukan konseling profesional.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

    Gejala-gejala berikut ini sering diabaikan dan dianggap normal, padahal ini adalah tanda jika Anda sedang mengalami stres.

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Hidup Sehat, Psikologi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit