Apakah Benar Orang Malas Cenderung Punya IQ Lebih Tinggi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda suka duduk berjam-jam sambil melamun? Atau berimajinasi tentang sesuatu hal? Hmmm… bisa jadi Anda termasuk orang yang memiliki IQ tinggi. Biasanya, orang cerdas cenderung menghabiskan waktu untuk lebih banyak berpikir. Hal tersebut membuat mereka keseringan berdiam diri ketimbang menghabiskan waktu beraktivitas dan bergerak. 

Orang malas cenderung punya IQ tinggi

Berdasarkan penelitian dari Florida Gulf Coast University yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology, ditemukan bahwa orang yang cenderung malas beraktivitas memiliki tingkat intelegensia atau Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi.

Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan sampel sebanyak 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pemikir dan kelompok bukan pemikir. Para responden dalam penelitian ini mengenakan accelerometer yaitu alat monitor aktivitas yang dipakaikan pada pergelangan tangan mereka untuk mengukur seberapa aktif mereka beraktivitas selama tujuh hari.

Hasilnya, dari Senin sampai Jumat diketahui kelompok tipe pemikir jauh lebih tidak aktif dalam beraktivitas, dibandingkan tipe yang bukan pemikir. Sementara pada akhir pekan, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat keaktifan fisik antara kedua kelompok tersebut.

Apa hubungannya antara IQ tinggi dengan malas beraktivitas?

Menurut para peneliti, hal tersebut disebabkan oleh kesadaran untuk beraktivitas yang lebih rendah pada orang-orang ber-IQ tinggi. Kelompok yang bukan pemikir lebih cepat merasa bosan dengan hanya duduk diam melamun, sehingga membuat mereka tertarik untuk melakukan aktifitas fisik seperti olahraga.

Oleh karena itu, orang yang aktif secara fisik memiliki kecenderungan untuk menyingkirkan pikiran mereka dan memilih untuk menyempatkan waktu berolahraga. Sementara orang yang pemikir lebih senang untuk menantang pikiran mereka dengan cara menyelesaikan beragam masalah. Lalu mereka akan mengevaluasi terkait ide yang digunakan, dan akhirnya membuat sebuah solusi.

Riset memperlihatkan bahwa orang yang sangat cerdas dan berpikir rasional memiliki rentang perhatian yang panjang dalam memecahkan permasalahan. Hal tersebutlah yang membuat mereka kadang jadi males gerak.

Kuncinya ada pada kesadaran

Peneliti mengungkapkan, bahwa pada akhirnya yang menjadi faktor penting untuk membantu orang lebih aktif dan produktif adalah kesadaran. Kesadaran mereka soal rasa malas ataupun kesadaran mereka soal biaya. Oleh karena itu, banyak orang bijak yang memilih untuk lebih aktif dan produktif sepanjang hari.

Pada penelitian sebelumnya diketahui jika orang yang introvert atau tertutup lebih suka sendirian berpikir tentang suatu hal. Mereka yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi akan mencari waktu dan kesunyian untuk dimanfaatkan. Karena interaksi sosial sering mengurangi kemampuan mereka dalam mengeksplorasi pikiran, inilah yang menjadi alasan mereka tidak suka bersosialisasi ataupun mencari kegiatan yang akan menyita pikiran.

Bukan berarti Anda boleh bermalas-malasan

Para peneliti juga mengatakan jika menjadi pemikir dan pemalas merupakan dampak negatif dari gaya hidup. Mereka menyarankan bagi orang yang kurang aktif, walaupun cerdas dan pintar sekalipun, harus tetap aktif dan produktif guna pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Mental

Pahami semua tentang penyakit mental mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala, hingga bagaimana cara mengatasinya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Kefir bukan hanya digunakan sebagai masker kecantikan saja. Kefir juga diproduksi sebagai susu yang menyehatkan. Apa saja manfaat susu kefir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit