Perasaan sedih yang berlarut-larut bisa menghilangkan kesenangan Anda terhadap hal-hal yang biasanya Anda sukai. Kondisi psikologis ini disebut anhedonia.
Perasaan sedih yang berlarut-larut bisa menghilangkan kesenangan Anda terhadap hal-hal yang biasanya Anda sukai. Kondisi psikologis ini disebut anhedonia.

Memahami kondisi yang membuat Anda tidak bisa merasakan kesenangan ini merupakan langkah penting untuk mengembalikan kualitas hidup dan kebahagiaan. Simak selengkapnya dalam uraian berikut ini.
Anhedonia adalah kondisi saat Anda tidak lagi memiliki minat atau merasakan kesenangan terhadap hal-hal yang sebelumnya Anda sukai.
Anda mulai tidak tertarik untuk berkumpul bersama teman, tidak semangat selama bekerja, dan tidak memiliki nafsu untuk makan makanan kesukaan.
Semua hal yang sebelumnya membuat Anda merasa puas dan senang kini sudah berubah menjadi hal yang membosankan dan bahkan menimbulkan perasaan tertekan.
Anhedonia merupakan salah satu gejala umum dari depresi. Namun, tidak semua orang depresi mengalami kondisi psikologis ini pada awalnya.
Selain itu, anhedonia bisa dialami oleh pengidap gangguan mental lainnya, seperti skizofrenia, psikosis, serta anoreksia.

Secara umum, masalah ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu anhedonia sosial dan anhedonia fisik.
Saat mengalami anhedonia sosial, Anda cenderung tidak suka menghabiskan waktu dengan orang lain. Anda pun cenderung antisosial atau menarik diri dari kehidupan sosial.
Berikut ini adalah ciri-ciri anhedonia sosial.
Dalam kasus anhedonia fisik, Anda cenderung tidak akan mendapatkan sensasi fisik, termasuk sentuhan, bau, atau suara yang umumnya menimbulkan perasaan senang.
Gejala-gejala yang mungkin terjadi saat Anda mengalami kondisi ini adalah sebagai berikut.
Pada dasarnya, penyebab anhedonia belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini muncul akibat adanya perubahan pada otak.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa membuat Anda tidak bisa merasakan rasa senang.

Anhedonia bisa diatasi melalui pendekatan yang melibatkan kombinasi perawatan medis, terapi psikologis, dan perubahan gaya hidup seperti di bawah ini.
Jika anhedonia berkaitan dengan depresi atau skizofrenia, dokter dapat meresepkan antidepresan atau antipsikotik untuk mengatasi masalah yang mendasarinya.
Beberapa jenis obat juga dapat digunakan untuk mengatasi anhedonia yang disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu.
Sebagai contoh, studi dalam jurnal Translational Psychiatry (2014) menyebutkan bahwa obat anestesi ketamine bisa digunakan untuk mengurangi anhedonia pada pengidap gangguan bipolar.
Kombinasi obat-obatan dengan terapi psikologis, seperti terapi kognitif perilaku (CBT), mampu meredakan gejala anhedonia akibat gangguan mental tertentu.
Terapi ini membantu Anda mengenali dan mengubah pola pikir negatif, serta mengembangkan pola pikir yang lebih positif dalam menghadapi situasi dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta manajemen stres, merupakan faktor penting dalam mengatasi anhedonia.
Hindari pula konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang yang dapat memperburuk kondisi ini.
Di samping itu, dokter kemungkinan juga meminta Anda melakukan aktivitas fisik dan interaksi sosial meskipun awalnya hal ini terasa sulit dan tidak menyenangkan.
Olahraga ringan, misalnya jalan kaki, yoga, atau meditasi, akan merangsang produksi endorfin dan dopamin untuk membantu meningkatkan suasana hati.
Bergabung dalam komunitas atau kelompok pendukung (support group) dapat membantu Anda memahami kondisi ini dan mendapatkan dukungan emosional yang berharga.
Anhedonia yang tidak ditangani bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. Jika mengalami kondisi ini, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.