home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Setelah Digigit Nyamuk, 5 Reaksi Ini yang Akan Muncul. Anda yang Mana?

Setelah Digigit Nyamuk, 5 Reaksi Ini yang Akan Muncul. Anda yang Mana?

Hampir semua orang pernah digigit nyamuk. Namun, pernahkah Anda memerhatikan apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah digigit nyamuk? Ternyata, tidak semua orang menunjukkan reaksi serupa. Sebagian orang tidak bereaksi apapun tetapi sebagian lainnya justru mengalami reaksi cukup parah akibat alergi. Lalu, bagaimana tubuh bereaksi terhadap gigitan nyamuk?

Kenapa manusia digigit nyamuk?

gigitan nyamuk berbahaya

Dari sekian banyak nyamuk yang berkeliaran, hanya nyamuk betina yang menggigit manusia. Pasalnya, nyamuk jantan tidak membutuhkan darah sebagai makanan, justru hanya butuh nektar bunga.

Sementara itu, nyamuk betina membutuhkan darah untuk berkembang biak. Darah yang dihisap melalui mulutnya akan dicerna dan digunakan untuk menghasilkan telur.

Ketika nyamuk betina menggigit Anda, liurnya kemudian masuk ke dalam darah. Air liur ini mengandung protein dan mencegah darah membeku saat ia sedang menghisap darah.

Protein yang terdapat di dalam liur nyamuk dan masuk ke dalam tubuh ini terkadang menyebabkan berbagai reaksi pada kulit seperti pembengkakan, kemerahan, dan rasa gatal yang dirasakan sebagian orang.

Mendeteksi reaksi tubuh akibat gigitan nyamuk

Saat digigit nyamuk, tubuh akan menunjukkan beberapa reaksi baik positif maupun negatif. Untuk melihat apakah Anda memiliki alergi terhadap gigitan nyamuk, Anda bisa melihatnya dari reaksi kulit yang ditunjukkan akibat gigitan nyamuk.

Tidak bereaksi apapun

Saat seseorang terkena gigitan nyamuk dan kulitnya tidak bereaksi apapun, maka Anda termasuk satu dari sekian banyak orang yang beruntung karena tidak memiliki alergi.

Menurut Andrew Murphy, MD., seorang anggota American Academy of Allergy, Asma & Immunology, selain menandakan tidak adanya alergi, tubuh Anda juga kemungkinan telah kebal terhadap gigitan nyamuk.

Pasalnya, ketika seseorang telah berulang kali terkena pemicu alergi dari nyamuk, sistem kekebalan tubuhnya telah menganggap alergen itu sebagai zat asing, sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif.

Benjolan merah kecil

Jika setelah digigit nyamuk tubuh mengalami benjolan merah kecil maka jangan khawatir. Hal ini termasuk dalam reaksi paling umum dan wajar setelah digigit nyamuk.

Biasanya Anda akan mengalami benjolan merah kecil atau benjolan bulat putih dengan titik kecil di bagian tengah. Umumnya kondisi ini akan bertahan selama 1 hingga 2 hari. Kondisi ini terjadi sebagai respon tubuh terhadap protein asing di dalam air liur nyamuk.

Benjolan besar yang terangkat

Untuk orang-orang yang lebih sensitif terhadap protein yang ada pada liur nyamuk, maka respon yang timbul setelah digigit nyamuk biasanya akan terlihat agak berbeda.

Biasanya reaksi yang timbul berupa benjolan yang cukup besar, agak menonjol, dan berwarna lebih merah dibandingkan dengan kulit disekitarnya.

Akan tetapi, hal ini juga bisa muncul sebagai akibat gigitan nyamuk yang menghisap darah terlalu lama di satu tempat. Sehingga protein yang dilepaskan pun akan semakin banyak. Akibatnya, reaksi yang muncul akan sangat terlihat.

Demam dan gatal-gatal

Jika setelah digigit nyamuk Anda mengalami reaksi seperti bengkak, panas, merah, gatal-gatal disertai dengan demam tandanya Anda mengalami sindrom skeeter.

Sindrom skeeter adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap protein di dalam air liur nyamuk. Reaksi ini kemudian menyebabkan pembengkakan berlebihan pada area gigitan sehingga terasa panas, sakit, bahkan melepuh hingga mengeluarkan cairan.

Anak-anak kecil serta orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena sindrom skeeter.

Syok anafilaktik

Syok anafilaktik adalah reaksi parah dari alergi yang bisa mengakibatkan kematian. Jika setelah digigit nyamuk Anda mengalami bentol, gatal, bibir membengkak, sulit bernapas, mengi, dan juga batuk maka Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter.

Jika dibiarkan kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran hingga nyawa. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan menggunakan epinefrin suntik untuk membantu meredakan gejala.

Jangan sepelekan akibat gigitan nyamuk terlebih pada anak-anak. Jika Anda melihat reaksi negatif dari gigitan nyamuk, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Your Reaction to Mosquito Bites Says About You

https://www.prevention.com/health/a20469490/mosquito-bite-reaction/ accessed on July 17th 2018

How and Why Mosquito Bite You

https://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2015/08/08/why-mosquitoes-bite.aspx accessed on July 17th 2018

Skeeter Syndrome: Allergic Reactions to Mosquito Bites

https://www.healthline.com/health/allergies/mosquito-bite accessed on July 17th 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 2 hari lalu
x