home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan karena daya hancurnya baru tampak ketika gelombang itu sampai ke pelabuhan atau pantai. Gerakan lapisan tanah dasar laut, dapat menyebabkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami memiliki pola kecepatan dan tinggi gelombang. Semakin gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya akan meningkat sementara kecepatan menurun.

Pada tanggal 12 Desember 1992, tsunami di Flores menelan 2.100 korban jiwa dengan tinggi gelombang mencapai 26 meter. Pada tanggal 3 Juni 1994, tsunami di Banyuwangi menelan 240 korban jiwa dengan ketinggian gelombang mencapai 13 meter. Dan yang peristiwa paling besar ialah pada tanggal 26 Desember 2004, yaitu tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang menelan 200.000 korban jiwa dengan gelombang mencapai ketinggian 30 meter. Peristiwa tsunami di atas merupakan tiga dari 75 bencana gelombang tsunami yang melanda Indonesia dalam 100 tahun terakhir.

Berikut adalah beberapa informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus Anda ketahui mengenai tsunami.

Dampak bencana tsunami

1. Banjir dan genangan air

Di beberapa kawasan Banda Aceh, tsunami menimbulkan genangan air laut sekitar 20-60cm, dan meninggalkan endapan lumpur setebal 10-20cm.

2. Kerusakan sarana dan prasarana

Di Banda Aceh, sekitar 120 hektar lahan pertanian rusak dan tergenang air laut. Kerusakan ini belum termasuk kerusakan gedung, jembatan, dan jalan.

3. Pencemaran lingkungan

Tsunami menghanyutkan benda-benda dari lautan maupun daratan. Benda-benda yang terdampar dan tak berguna akan menjadi sampah. Selain itu, sumber-sumber air bersih juga akan dicemari air laut.

4. Korban harta dan jiwa

Dengan kekuatan gelombang, tsunami dapat memusnahkan benda-benda yang dilaluinya. Seperti tiga peristiwa tsunami yang telah disebutkan di atas, tsunami merupakan salah satu bencana alam yang banyak menelan korban jiwa.

Apa yang harus dilakukan dalam menghadapi tsunami?

Sebelum tsunami

  • Kenalilah tanda-tanda terjadinya tsunami. Tsunami biasanya didahului oleh gempa besar yang paling tidak berkekuatan 6,5 skala richter. Sebelum gelombang tsunami datang, air laut akan surut melewati garis pantai normal dan biasanya akan tercium juga aroma garam yang menyengat.
  • Jika Anda tinggal di tepi pantai, ketahuilah jalur evakuasi ke tempat yang aman jika tsunami terjadi. Seperti jalur tercepat ke tempat tinggi yang tidak terjangkau oleh gelombang tsunami atau pilihlah gedung tinggi (minimal 3 lantai) dengan kontruksi yang kuat.
  • Waspadalah selalu karena bencana tsunami akan datang secara tiba-tiba.

Saat tsunami datang

  • Janganlah panik. Anda harus bertindak cepat saat tsunami datang. Kepanikan akan menghambat Anda untuk berpikir dengan jernih dalam mencari jalan keluar.
  • Bergeraklah sesuai dengan jalur evakuasi tsunami. Jika Anda tidak mengetahui jalur evakuasi, bergeraklah ke tempat yang lebih tinggi (ingat ketinggian genangan air akibat gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter).
  • Jika Anda yakin bahwa tanda-tanda yang Anda temui adalah tanda-tanda terjadinya gelombang tsunami, peringatkan semua orang. Ajaklah keluarga dan orang-orang sekitarmu ikut menyelamatkan diri.
  • Jika tidak menemukan dataran tinggi, carilah gedung yang konstruksinya kuat. Paling tidak terdiri atas tiga lantai. Jangan pilih gedung yang kelihatan rapuh dan tua. Berlindunglah di lantai yang aman, dan tunggu hingga keadaan membaik.
  • Jika gelombang tsunami menghanyutkan Anda, carilah benda-benda terapung yang dapat dijadikan rakit, misalnya batang pohon. Usahakan tidak meminum air laut dan tetep di permukaan air untuk bernapas.
  • Jika gelombang membawa Anda ke tempat yang tinggi, misalnya atap rumah, cobalah bertahan di situ dan tunggu hingga air surut dan keadaan tenang.

Setelah gelombang tsunami

Kepanikan dan kesedihan akan mewarnai sekitar kita setelah tsunami melanda. Janganlah larut dalam suasana itu, usahakan untuk tetap tenang dan kuatkan hati Anda untuk menghadapi kenyataan. Setelah air surut, Anda mungkin berniat untuk kembali ke rumah, namun ikuti imbauan regu penyelamat dan jangan melewati jalan-jalan yang rusak.

Jika Anda telah sampai di rumah, jangan langsung masuk. Waspadai jika ada bagian rumah yang roboh atau lantai yang licin. Jangan lupa mengecek anggota keluarga Anda satu per satu. Hindari instalasi dan kabel listrik untuk menghindari sengatan listrik.

Sesudah bencana tsunami banyak orang yang mengalami tekanan fisik maupun mental. Berikanlah dukungan pada keluarga dan teman-teman Anda, terutama yang melangami banyak penderitaan, pengalaman mengerikan dan kehilangan. Jagalah kesehatan Anda sendiri dengan pola makan yang baik dan istirahat yang cukup, sehingga Anda dapat membantu orang lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Palang Merah Indonesia (PMI) Divisi Penanggulangan Bencana. (2008). Ayo Siaga Bencana: Palang merah remaja wira. Jakarta: Markas PMI Pusat.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Tanggal diperbarui 29/08/2016
x