1. Definisi

Apa itu demam kuning?

Demam kuning adalah virus yang ditemukan di wilayah tropis dan subtropik di selatan Amerika dan Afrika. Virus ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk. Penyakit demam kuning didiagnosis berdasarkan gejala, penemuan fisik, tes laboratorium, dan riwayat perjalanan, termasuk kemungkinan paparan infeksi nyamuk. Tidak ada pengobatan khusus untuk demam kuning; perawatan dilakukan berdasarkan gejala. Langkah-langkah mencegah infeksi virus demam kuning adalah menggunakan obat anti serangga, memakai pakaian pelindung, dan melakukan vaksinasi.

Apa saja tanda dan gejalanya?

  • Mayoritas orang yang terinfeksi virus demam kuning tidak memiliki penyakit atau hanya sakit ringan
  • Pada orang yang memiliki gejala, periode inkubasi (dari waktu infeksi hingga sakit) adalah umumnya 3-6 hari.
  • Gejala awal termasuk demam tiba-tiba, menggigil, sakit kepala berat, nyeri punggung, badan terasa sakit seluruhnya, mual dan muntah, lelah, dan lemas. Kebanyakan orang kondisinya meningkat setelah gejala awal muncul.
  • Setelah merasa baikan dalam waktu singkat (berjam-jam sampai sehari), 15% pasien penyakit ini kembali menjadi lebih parah. Bentuk keparahan ditandai dengan demam tinggi, kulit menguning, perdarahan, dan akhirnya syok serta kegagalan beberapa organ.

2. Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Tidak ada penemuan tentang pengobatan khusus yang dapat membantu pasien dengan demam kuning. Sesegera mungkin, pasien demam kuning harus dirawat di rumah sakit untuk perawatan dukungan dan observasi.

Pengobatan dilakukan sesuai dengan gejala. Istirahat, cairan yang cukup, serta menggunakan obat pereda rasa nyeri dan pereda demam mungkin bisa meredakan gejala sakit dan demam.

Dalam perawatan sebaiknya hindari obat-obat tertentu seperti aspirin atau obat anti peradangan lainnya (misal, ibuprofen, naproxen), yang bisa meningkatkan risiko perdarahan.

Pasien demam kuning sebaiknya dilindungi dari paparan nyamuk (diam di dalam ruangan atau berlindung di bawah jaring nyamuk) selama beberapa hari pertama penyakit. Dengan cara ini, virus demam kuning dalam aliran darah tidak akan terinfeksi oleh nyamuk, sehingga menghindari siklus penyebaran dan mengurangi risiko terhadap orang-orang disekitarnya.

Kapan saya harus ke dokter?

Mintalah bantuan medis jika Anda berpikir Anda mungkin menderita demam kuning.

3. Pencegahan

Hindari gigitan nyamuk. Gunakan obat pembasmi serangga. Ketika Anda pergi keluar gunakan pembasmi serangga EPA yang teregistrasi seperti yang mengandung DEET, picaridin, IR3535, atau minyak eukaliptus pada kulit yang terekspos. Bahkan waktu singkat di luar ruangan bisa cukup lama untuk terkena gigitan nyamuk.

Kenakan pakaian yang tertutup untuk menghindari gigitan nyamuk. Ketika cuaca bersahabat, pakailah pakaian berlengan panjang, celana panjang dan kaos kaki ketika beraktivitas di luar. Gigitan nyamuk mungkin dapat menembus pakaian tipis, sehingga semprotkan pakaian dengan pembasmi serangga yang mengandung permethrin atau pembasmi EPA teregistrasi lainnya untuk memberi perlindungan tambahan. Pembasmi nyamuk yang mengandung permethrin tidak diperbolehkan bersentuhan langsung dengan kulit.

Waspada pada jam-jam di mana nyamuk banyak berkeliaran. Waktu aktif nyamuk beraktivitas dari petang hingga fajar. Namun, aedes aegypti, salah satu nyamuk yang menularkan virus demam kuning, beraktivitas di siang hari. Gunakan pembasmi serangga tambahan dan pakaian pelindung selama siang hari juga petang dan fajar. Berdiam di dalam ruangan ber-AC, terutama pada waktu nyamuk banyak berkeliaran dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk juga.

Lakukan vaksinasi bila direkomendasikan

Vaksin demam kuning direkomendasikan untuk usia lebih dari 9 bulan, yang bepergian atau tinggal di area yang berisiko penularan virus demam kuning seperti di Amerika Selatan dan Afrika.

Vaksin demam kuning mungkin diwajibkan sebagai syarat masuk negara-negara tertentu.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Mendapat Vaksin Demam Kuning?

  • Seseorang dengan alergi parah terhadap komponen dalam vaksin, termasuk telur, protein ayam, atau gelatin, atau mereka yang memiliki reaksi alergi parah terhadap dosis vaksin demam kuning sebelumnya, sebaiknya tidak melakukan vaksin demam kuning. Beri tahu dokter bila Anda memiliki alergi berat.
  • Balita lebih muda dari usia 6 bulan sebaiknya tidak melakukan vaksin.

Beri tahu dokter bila:

  • Anda memiliki penyakit HIV/AIDS atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan.
  • Sistem kekebalan Anda lemah disebabkan oleh kanker atau kondisi medis lain, transplantasi, radiasi, atau obat-obatan (seperti steroid, kemoterapi kanker, atau obat lain yang mempengaruhi fungsi sel kekebalan).
  • Timus Anda telah diangkat atau memiliki gangguan timus, seperti myasthenia gravis, sindrom DiGeorge, atau thymoma.
  • Dokter Anda akan membantu memutuskan apakah Anda bisa menerima vaksin.
  • Dewasa berusia 60 tahun dan lebih tua yang tidak bisa menghindari bepergian ke wilayah demam kuning sebaiknya mendiskusikan vaksin dengan dokter mereka. Mereka mungkin akan berisiko mendapatkan masalah berat dari vaksinnya.
  • Bayi berusia 6 sampai 8 bulan, wanita hamil, dan ibu menyusui sebaiknya menghindari atau menunda bepergian ke tempat yang berisiko demam kuning. Bila tidak dapat dihindari, diskusikan vaksin dengan dokter Anda.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca