home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Atasi Kulit Gatal Akibat Gigitan Kutu Kasur dengan Cara Ini

Atasi Kulit Gatal Akibat Gigitan Kutu Kasur dengan Cara Ini

Bentol merah dan kulit gatal akibat gigitan nyamuk mungkin sudah biasa. Ya, cukup oleskan losion anti nyamuk untuk meredakan gatalnya. Namun, bagaimana dengan gigitan kutu kasur?

Tanpa disadari, gigitan kutu kasur bisa jadi lebih sakit dan meninggalkan gatal yang mengganggu. Lantas, bagaimana cara mengobati kulit gatal akibat gigitan kutu kasur? Simak dalam ulasan berikut ini.

Tanda dan gejala digigit kutu kasur (tungau)

Kutu kasur atau tungau yang tinggal kasur biasanya berjenis Cimex lectularius dan Cimex hemipterus. Tidak hanya di kasur, serangga ini juga bisa ditemukan pada sofa, bantal, atau furnitur berbahan kain lainnya.

Hewan ini biasanya menggigit saat Anda tidur. Gigitan kutu kasur bisa menyebabkan reaksi yang mengganggu pada kulit. Namun, banyak yang sulit membedakan gejala gigitan serangga kasur dengan nyamuk.

Meskipun sama-sama bikin gatal, gigitan kutu kasur bisa memiliki tanda-tanda khas seperti di bawah ini.

  • Kemerahan dan rasa gatal yang kuat di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian saat tidur, seperti wajah, leher, tangan, dan kaki bagian bawah.
  • Bentol-bentol pada kulit yang mengumpul pada satu bagian.
  • Iritasi atau bengkak ringan pada kulit.

Namun, sering kali Anda tidak menyadari terkena gigitan tungau. Pasalnya, gejala gatal-gatal akibat gigitan serangga kasur ini memang tidak langsung memunculkan gejala.

Sebelum menggigit, kutu kasur akan melepaskan zat anestesi ke dalam tubuh manusia. Hal ini menghambat munculnya gejala hingga beberapa hari setelah digigit.

Cara mengobati gigitan kutu kasur (tungau)

Sebenarnya, bekas luka akibat gigitan serangga kasur dapat sembuh sendiri dan hilang selama 1 sampai 2 minggu. Akan tetapi, Anda mungkin sudah tidak tahan dengan rasa gatal di kulit dan ingin segera mengobatinya.

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat yang bisa Anda gunakan dalam pertolongan pertama digigit tungau kasur.

1. Salep untuk obat digigit tungau kasur

kulit gatal

Sebagai langkah awal, segera oleskan krim topikal pada area kulit yang gatal karena gigitan serangga kasur.

Ada dua jenis krim topikal atau saleo yang bisa Anda pilih, yaitu salep yang dijual bebas di apotek atau krim topikal dengan resep dokter.

Melansir informasi dari American Family Physician, contoh salep yang bisa dibeli tanpa resep di antaranya losion calamine atau salep untuk gatal yang mengandung dipenhydramine atau kortison.

Untuk obat salep digigit kutu kasur yang dijual bebas, pastikan benar-benar mengikuti aturan pemakaiannya yang tertera pada kemasan.

Jika rasa gatal pada kulit tidak juga reda meski sudah mengoleskan salep, maka segera konsultasikan ke dokter terdekat. Dokter mungkin akan meresepkan salep doxepin untuk membantu meredakannya.

2. Antibiotik

aturan minum obat 3 kali sehari

Kulit gatal akibat gigitan kutu kasur mungkin membuat Anda jadi tak tahan untuk menggaruknya. Namun, segatal apa pun itu, sebaiknya hindari menggaruknya supaya tidak menyebabkan infeksi bakteri sekunder.

Jika Anda telanjur mengalami infeksi kulit akibat digigit tungau, maka dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk meringankan gejalanya.

Antibiotik tersebut dapat berupa salep mupirocin (Bactroban®) atau obat minum. Jenis obat dari resep dokter akan tergantung dari seberapa parah infeksi yang Anda alami.

3. Rajin mengganti seprai

bahaya membereskan tempat tidur

Ingat, cara mengobati gatal akibat gigitan kutu kasur tidak hanya sekadar mengoleskan salep atau minum antibiotik saja, lho.

Semua ini bisa jadi sia-sia kalau Anda masih saja malas mengganti seprai kasur atau tidak menjaga kebersihan tempat persembunyian tungau.

Mulai sekarang, rajinlah mengganti seprai kasur, sarung bantal guling, dan selimut setidaknya 1-2 minggu sekali untuk mencegah gigitan kutu kasur di kemudian hari.

Seprai harus dicuci menggunakan air panas supaya lebih efektif membunuh kutu kasur dan mencegahnya datang lagi.

Kapan harus ke dokter?

Gigitan serangga kasur memang hanya menyebabkan reaksi ringan dan tidak berbahaya seperti halnya sengatan tomcat. Namun, beberapa orang bisa mengalami alergi yang serius seperti syok anafilaksis.

Reaksi alergi ini memang sering terjadi akibat gigitan serangga. Maka dari itu, sebaiknya Anda juga mewaspadai beberapa gejala serius yang bisa muncul karena gigitan kutu kasur.

  • Sesak napas
  • Kulit melepuh
  • Mual atau muntah
  • Bagian wajah membengkak
  • Detak jantung tidak beraturan

Gejala tersebut bisa muncul dalam hitungan menit hingga jam setelah digigit.

Reaksi syok anafilaksis merupakan alergi yang membutuhkan pertolongan darurat medis. Artinya, Anda perlu pergi ke instansi gawat darurat sesegera mungkin.

Walaupun tidak menularkan penyakit infeksi, gigitan tungau bisa sangat mengganggu. Beberapa cara perawatan sederhana di rumah dapat membantu mengatasi gejalanya.

Namun, penting bagi Anda untuk segera berkonsultasi ke dokter jika terjadi reaksi alergi atau infeksi pada luka gigitan serangga kasur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ennis AC, Pearson-Shaver AL. (2020). Bedbug bites. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538128/

Doggett SL, Dwyer DE, Peñas PF, Russell RC. (2012). Bed bugs: clinical relevance and control options. Clinical Microbiology Reviews 25(1), 164-192. doi:10.1128/CMR.05015-11

Studdiford JS, Conniff KM, Trayes KP, Tully AS. (2012). Bedbug infestation. American Family Physician 86(7), 653-658. https://www.aafp.org/afp/2012/1001/p653.html

Cimolai, N., & Cimolai, T. L. (2012). Otitis from the common bedbug. The Journal of clinical and aesthetic dermatology5(12), 43–45. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23277805

US EPA. (2013). Do-it-yourself Bed Bug Control. Retrieved 26 March 2021, from https://www.epa.gov/bedbugs/do-it-yourself-bed-bug-control

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 5 hari lalu
x