Ini Alasan Anda Tak Boleh Lagi Pakai Odol untuk Luka Bakar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Apa yang Anda lakukan jika terkena wajan panas atau kecipratan minyak panas? Sebagian besar orang akan mengandalkan odol sebagai pertolongan pertama. Namun sayangnya, hal ini justru salah, lho. Mengoleskan odol pada luka bakar hanya memperparah kondisi luka saja. Kenapa begitu, ya?

Bahaya penggunaan odol untuk luka bakar

Odol atau pasta gigi disebut-sebut dapat meringankan nyeri akibat luka bakar. Padahal, ini sebenarnya merupakan anggapan yang salah karena kandungan pada odol justru dapat menjadikan luka bakar semakin parah.

Pasalnya, odol mengandung berbagai bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih dan pengharum napas. Kandungan odol yang bermanfaat bagi gigi ini malah membuat jaringan di sekitar luka bakar semakin rusak. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi hingga mengubah warna kulit jika digunakan secara langsung pada luka.

Odol juga mengandung kalsium dan peppermint yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan merusak jaringan kulit. Meskipun dapat memberikan efek dingin, penggunaan odol untuk luka bakar justru menutup area yang terluka dan memerangkap panas di dalamnya. Akibatnya, luka bakar akan lebih lama sembuhnya. 

Bahan lain yang tidak boleh digunakan untuk mengatasi luka bakar

Bukan hanya odol saja yang dianggap bisa menyembuhkan luka bakar, ada beberapa bahan rumahan lain yang kerap kali digunakan. Padahal, lagi-lagi bahan-tersebut tidak mampu menyembuhkan luka dan malah memperparah. 

1. Es batu

Es batu memang dapat mendinginkan suhu kulit. Namun, penggunaan es batu ataupun air bersuhu dingin dengan cara yang salah justru dapat memperparah kondisi Anda. Kedua bahan ini dapat mengiritasi area luka, bahkan menyebabkan sejenis luka bakar yang disebut cold burn.

2. Minyak

Minyak memiliki berbagai kegunaan bagi kesehatan, tapi penggunaannya pada kulit yang terbakar justru dapat memerangkap panas dan mencegah pemulihan luka bakar. Jadi, Anda perlu menghindari penggunaan berbagai jenis minyak untuk memasak, begitu pula dengan minyak kelapa dan minyak zaitun.

3. Putih telur

Seperti mitos penggunaan odol untuk luka bakar, putih telur juga tidak terbukti dapat mengatasi kondisi ini. Putih telur mentah justru dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri pada luka. Bahan ini juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang, jadi hindari penggunaannya saat Anda mengalami luka bakar.

4. Mentega

Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa mentega dapat menjadi bahan alami yang efektif mengatasi luka bakar. Seperti halnya minyak, mentega juga dapat memerangkap panas pada area kulit dan memperlambat proses pemulihan. Selain itu, mentega tidaklah steril sehingga dapat memicu infeksi pada area kulit yang terluka.

Penggunaan odol untuk luka bakar pun tidak terbukti dapat meredakan nyeri, lebih-lebih menyembuhkan luka. Guna menghindari luka bakar lama pulih atau bahkan bertambah parah, ada baiknya Anda menghindari penggunaan bahan-bahan yang belum terbukti manfaatnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca